
Tengah malam Claudia terbangun karena merasa perutnya yang terasa sakit.
Claudia bangun dari atas ranjang dengan hati-hati supaya tidak membangunkan suaminya.
Dia segera berjalan menuju kamar mandi sambil memegangi perutnya yang sudah membesar
Usia kehamilannya sudah mencapai waktunya dan dia hanya perlu menunggu waktu kelahirannya yang entah kapan.
Perutnya semakin terasa sakit saat dia sudah berada didalam kamar mandi,Claudia semakin tidak sanggup berdiri dan mulai terduduk dilantai kamar mandi yang dingin sambil memegangi perutnya.
Air mulai membasahi roknya dan dia mulai panik.
"Ke....vin"teriaknya dengan susah payah
Sepertinya dia akan meliharikan dan air ketubannya mulai pecah.
"Kevinnnn!"teriaknya lagi dengan kencang
Kevin sangat kaget mendengar teriakan istrinya,dia langsung bangun dan mendapati istrinya tidak ada.
Claudia kembali berteriak memanggil suaminya,perutnya semakin terasa sakit dan dia sangat tidak tahan.
Kevin berlari kearah kamar mandi saat mendengar teriakan istrinya dari sana.
Wajahnya langsung pucat begitu melihat Claudia duduk diatas lantai sambil memegangi perutnya.
"Apa yang terjadi padamu?apa kau terjatuh?"tanya nya dengan panik.
Kevin segera menggendong istrinya dan dia tambah panik saat melihat darah dirok yang dipakai oleh Claudia
Dengan cepat dia berlari keluar dari kamarnya sambil menggendong tubuh Claudia.
"Kenapa kau tidak bangunkan aku?"tanya nya
"Maaf sayang,aku tidak ingin mengganggu mu."
"Bodoh,bagaimana jika terjadi sesuatu dengan anak kita?"
Kevin masih berpikir jika Claudia jatuh dikamar mandi
"Uhh...."Claudia memegang perutnya karena perutnya kembali mengalami kontraksi.
"Ce..pat sayang,a...ku sudah tidak tahan!"pintanya dengan susah payah
Kevin segera meraih kunci mobil dan ponselnya yang ada diatas meja,dengan cepat pria itu keluar dari rumahnya dan membawa tubuh istrinya kearah mobilnya.
Kevin meletakkan tubuh istrinya dibangku belakang dengan hati-hati,dengan cepat dia masuk kedalam dan memacu mobilnya dengan cepat untuk menuju rumah sakit.
Dia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan istri dan anaknya.
Setelah tiba dirumah sakit Kevin segera menggendong tubuh istrinya dan masuk kedalam rumah sakit dengan panik.
Seorang suster membawa ranjang dan Kevin langsung membaringkan tubuh istrinya disana.
Claudia masih memegangi perutnya dan meringis kesakitan.
Hati Kevin bagai dihantam palu melihat istrinya yang kesakitan.dia mulai menangis saat istrinya dibawa masuk oleh suster kedalam ruangan khusus bersalin.
"Pak,apa tidak mau masuk?"suster tadi keluar lagi dan berdiri didepannya.
"Apa aku boleh masuk?"tanyanya
"Tentu saja,anda bisa melihat istri anda melahirkan."
Kevin mengangguk dan segera mengikuti suster itu.
Claudia sudah dipindahkan ketempat khusus dan wajahnya terlihat pucat.
Kevin menghampirinya dan memegang tangannya.
Pria itu masih menangis,dia tidak sanggup melihat istrinya harus mengalami itu.
"Bodoh,jangan menangis."Claudia menyentuh wajahnya nya dan mengusap air matanya.
"Apa sakit?"tanya suaminya
"Tentu saja,semua wanita pasti merasakan hal yang sama saat melahirkan."katanya
Beberapa saat kemudian Caludia kembali meringis kesakitan,dokter dan para suster mulai siap,Claudia mulai mengedan sekuat tenaga melahirkan anaknya.
Kevin berdiri dengan lemas disamping istrinya,kenapa melahirkan begitu sulit dan menyakitkan?
Melihat kejadian itu dia tidak habis pikir kenapa ada suami yang tega meninggalkan istri dan anaknya demi wanita lain.
Tidak lama kemudian tangis bayi mulai pecah diruangan itu,Claudia tampak lemas dan tak berdaya.
Suster yang bertugas segera membersihkan bayi mereka dan membungkusnya supaya hangat.
"Selamat ya,anak nya laki-laki."katanya
Kevin kembali menangis dan menciumi wajah istrinya.
"Terima kasih sayang,terima kasih."
Claudia tersenyum dan membelai rambut suaminya,melihatnya melahirkan pasti sesuatu yang baru bagi suaminya.
Setelah semua selesai dan Claudia telah dipindahkan keruangan lain.seorang suster memberikan bayi itu pada mereka berdua.
Claudia menggendong bayinya dengan hati-hati dan menciumi wajah mungil itu.
"Chris"bisiknya
"Lihat,Chris sangat tampan seperti mu."Claudia menunjukkan bayi kecil itu pada suaminya.
"Kau memberinya nama Chris?"tanya Kevin
"Apa tidak boleh?"
"Tentu saja sayang,kau yang paling berhak memberinya nama."
Kevin duduk disisinya dan menciumi wajah istri dan anaknya,dia sangat bahagia dengan kehadiran putra pertama mereka.
"Apa kau sudah memberitahu kakak?"tanya nya
"Belum,aku terlalu panik,sekarang aku akan memberitahunya."
Kevin segera menghubungi Adam untuk memberinya kabar bahagia itu.
Claudia menimang-nimang tubuh kecil Crish dan memberinya susu karena bayi itu mulai lapar.
Setelah memberitahu Adam,Kevin segera mendekati istrinya yang terlihat sudah mengantuk.
Dia segera duduk disamping istrinya agar Claudia dapat menyenderkan kepalanya dibahunya.
"Sayang,beristirahatlah."
Claudia mengangguk dan segera meletakkan Chris dan berbaring disini bayi mungilnya.
Kevin menunduk dan menciumi bibir istrinya Yang sudah terlelap,dia sangat bahagia melihat anak dan istrinya secara bersamaan.
Banyak yang telah mereka lalui dan dengan jerih payahnya,dia bisa mendapatkan wanita itu disisinya,Kevin berharap mereka dapat hidup bahagia bersama anak-anak mereka kelak.
Dia bersumpah dalam hati apapun yang terjadi cintanya pada Claudia tidak akan pernah pudar,dia berharap mereka akan selalu bersama sampai maut memisahkan mereka.
#Setelah ini seasond 2,terima kasih untuk para pembaca 😘😘😘😘#