
Ibu Briant menunggu dengan cemas,tangannya yang memegang makanan mulai bergetar,dia sangat ingin masuk kedalam tapi suster yang berjaga tidak mengijinkan nya.
Bayang-bayang ketakutan muncul dikepalanya,jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Briant?
Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan itu,dengan cepat Siska menghampiri dokter itu dan merentetkan dengan beberapa pertanyaan:
"Dokter,bagaimana keadaan anakku?"
"Apa dia baik-baik saja?"
"Tolong katakan padaku jika dia baik-baik saja!"katanya lagi
Dokter itu tersenyum.
"Anda tidak perlu kawatir nyonya,anak anda dalam kondisi sangat baik."
Saat mendengar itu hati Siska langsung lega.
"Boleh aku masuk dok?"tanya nya
Dokter itu mengangguk dan segera berlalu meninggalkannya.
Tidak ingin membuang waktu Siska langsung membuka pintu ruangan itu,dia sudah tidak sabar ingin melihat keadaan anaknya.
Saat pintu itu terbuka dia melihat Jane sedang berdiri disamping ranjang tempat Briant berbaring.
Siska dengan cepat berjalan kearah Jane,mata nya terbelalak saat melihat Briant sedang tersenyum padannya.
Air mata nya kemudian menetes,kelegaan langsung menyeruak dalam hati nya.
"Briant...untung lah nak,ibu sangat bahagia melihat mu."ujarnya
"Maaf kan aku telah membuat ibu kawatir."kata Briant
"Tante,jangan menangis."hibur Jane
Siska mengusap air mata nya.
"Terima kasih Jane,tadi aku benar-benar sangat ketakutan."
"Sekarang Briant sudah sadar tante,dan kondisi nya dalam keadaan baik."kata Jane
Siska menarik nafasnya lega.
"Terima kasih Jane,kau sangat baik."
Jane hanya tersenyum,sebenar nya itu hanya lah tugas nya sebagai seorang dokter.
"Tidak perlu berterima kasih tante,ini sudah tugas ku"katanya
"Bu...apa yang terjadi dengan ku?"Briant menyela diantara percakapan mereka.
"Kau tanya ibu?lalu ibu harus bertanya pada siapa?"
"Apa yang kau lakukan sampai kau bisa menabrak truk yang melaju didepan mu?"tanya ibunya
Jane mulai tidak enak dengan situasi disana,dia segera undur diri tidak ingin ikut campur urusan mereka.
Briant memandangi kepergian dokter cantik itu,tadi saat dia sadar yang pertama kali dia lihat adalah Jane yang sedang berada disampingnya.
Wanita itu bahkan memegang tangannya dengan erat dan tersenyum manis padanya.
Sebenarnya dia tersadar karena mendengar suara Jane yang lembut,wanita itu mengatakan sesuatu tentang ibunya tapi dia tidak ingat.
Briant mengangkat tangannya dan melihatnya, kehangatan tangan Jane masih membekas ditelapak tangannya.
"Briant,katakan pada ibu.apa yang terjadi padamu?"
Briant memejamkan matanya mencoba mengingat kejadian malam itu,seingatnya malam itu dia pergi keclub malam untuk minum dengan klientnya,dia terlalu banyak minum sehingga membuat nya mabuk.
Caluida tidak pernah memakai parfum yang begitu menusuk hidung,sebab itu dia langsung melepaskan tubuh Ellin dan kembali terduduk diatas kursi.
Pada saat itu pula ponselnya berbunyi,sekertarisnya mengatakan jika dokument yang diberikan Ellin mencurigakan dan memintanya untuk segera kekantor malam itu juga.
Jadi dia meninggalkan Ellin diclub dan menyetir dalam keadaan mabuk,saat dia melihat truk besar yang melaju didepannya dia tidak bisa menghindarinya.
Setelah itu dia tidak ingat lagi.yang dia rasakan hanya sakit yang luar biasa disekujur tubuhnya dan tidak sadarkan diri.
"Maaf bu,semua karena kobodohan ku."ujarnya.
Siska menarik nafasnya,dia sangat bersyukur anaknya sudah sadarkan diri.
"Sudahlah,yang penting kau sudah sadar dan baik-baik saja."katanya
"Bu,apa yang terjadi dengan kaki ku?"
Briant melihat kaki kanannya yang digips dan sulit untuk dia gerakkan.
"Kaki mu patah karena terhimpit mobil,tapi kata Jane untunglah tulang mu tidak remuk."jawab ibunya
"Jane?apa dia dokter?"tanya nya
Ibu nya mengangguk,beruntunglah tetangga barunya itu seorang dokter.kalau tidak,mungkin dia akan gagal jantung saat mendengar Briant kecelakaan ditelephone.
"Nanti kita harus berterima kasih padanya."kata ibu nya
Siska segera meletakkan makanan yang di bawanya,karena sejak tadi dia begitu panik sehingga dia membawa makanan itu tanpa melepaskannya.
"Apa yang ibu bawa?"tanya Briant
"Ini makanan kesukaan mu,entah kenapa hari ini aku sangat ingin membawanya kemari."
"Boleh aku memakan nya bu?"Tanya Briant lagi
"Entah lah,ibu akan tanyakan ini pada Jane,apa kau sudah boleh makan?"
Briant mengangguk,ibunya segera keluar dari ruangan itu untuk mencari Jane.
Tidak lama kemudian Jane kembali bersama ibunya dan tersenyum manis padanya.
"Jika kau ingin makan,kamu bisa kok makan apapun."
"Kamu harus banyak makan yang bergizi agar kesehatan mu cepat membaik."kata Jane
Siska segera menyiapkan makanan yang dia bawa untuk diberikan pada Briant.
Jane segera membantu Briant,menopang tubuhnya dan meninggikan bantal dibelakangnya agar pria itu dapat bersandar dengan nyaman.setelah itu dia segera mengambil makanan dari tangan ibu Briant dan duduk didepan pria itu.
"Aku akan membantu mu."
Jane menyendok makanan yang terdapat dalam tupperware dan menyodorkan makanan itu kearah kemulut Briant.
"Tidak,aku bisa sendiri."tolak Briant.dia tidak enak hati menerima kebaikan wanita itu.
"Tidak perlu malu,anggap saja service dariku."
Briant melihatnya sejenak dan membuka mulutnya,dia mulai memakan makanan yang disuapi oleh Jane untuknya.
Siska melihat kedua orang itu dengan perasaan senang,melihat Briant yang sudah sadarkan diri saja sudah membuatnya begitu bahagia,ditambah kebaikan Jane pada mereka,hatinya benar-benar dipenuhi dengan perasaan bahagia.
#Briant ganti ini aja gimana?#
#Ini kayaknya artis korea,maafkan autor kurang bisa milih cash pemain.yang penting ganteng dan cantik.😂#