
Di dalam mobil Kevin menunggu sekretaris nya dengan kesal,sudah lewat dari lima menit tapi Claudia belum juga muncul.Kevin membuka pintu mobil nya dengan kesal dan menutup nya dengan kencang.
Saat ini Kevin sedang menunggu Claudia di parkiran,padahal dia hanya memberikan lima menit tapi sudah lewat dari waktu yang dia berikan wanita itu belum juga kembali.
Kevin sudah mencoba menghubungi Claudia tapi tas wanita itu tertinggal di dalam mobil.pria itu melangkah dengan kesal,sekretaris nya sudah membuang waktu nya yang berharga demi urusan pribadi nya.
"Akan ku pecat dia"kata nya dalam hati.Kevin menaiki lift yang ada diparkiran untuk kembali keruangan Briant,beruntung nya lift itu kosong karena sedang jam kerja sehingga lift yang di naiki nya langsung menuju kelantai atas dimana ruangan Briant berada.
Tidak berapa lama Lift yang Kevin tumpangi tiba,pria itu melangkah keluar dengan cepat.saat tiba didepan pintu ruangan Briant Kevin mengulur kan tangan nya untuk mengetuk pintu itu.tapi sayup-sayup dia mendengar suara sekretaris nya berteriak meminta tolong dari dalam.
Kevin segera mendorong daun pintu itu dengan kencang.mata nya melotot saat melihat ke arah sofa,tampak Briant sedang tidak memakai baju dan **** tubuh Claudia dan menciumi wanita itu secara paksa.
Tidak buang waktu,Kevin berlari ke arah mereka dan menarik bahu Briant dengan kencang.pria itu tersentak ke belakang dan tersungkur kelantai.Kevin segera **** tubuh Brian dan melayang kan tinju nya beberapa kali ke wajah Briant hingga darah segar keluar dari mulut pria itu.
"Bajingan."maki nya sambil melayang kan tinju nya ke wajah Briant.setelah merasa puas Kevin segera bangkit berdiri dan menghampiri Sekretaris nya yang sedang meringkuk di ujung sofa dengan wajah pucat dan ketakutan.
Kevin membuka ikatan ditangan Claudia dan melihat tampang wanita itu yang berantakan dan pakaian nya yang sudah robek kemana-mana.pipi Claudia memar dan bibir nya sedikit robek akibat terkena pukulan.Kevin segera membuka jas nya dan mengenakan jas itu kepada Claudia untuk menutupi tubuh nya.
"Sudah,jangan takut.ada aku disini"hibur nya.
Claudia menangis ketakutan dan memandangi bos nya itu."Pak.."kata nya dengan suara bergetar dan segera memeluk tubuh Kevin.
Kevin merasakan tubuh wanita itu bergetar dalam pelukan nya.dia mengusap lembut punggung Claudia untuk menenangkan nya.
Briant bangkit berdiri dengan susah payah,wajah nya begitu sakit karena di pukul oleh Kevin berkali-kali."Kurang ajar,orang asing berani nya mencampuri urusan ku!"teriak nya dengan kesal sambil menyeka darah yang keluar dari mulut nya.
"Tuan Briant,walaupun ini urusan pribadi kalian tapi tidak pantas seorang pria berbuat kasar terhadap wanita"ujar Kevin
"Apa urusan mu?dia itu istri ku!"teriak Briant lagi.
Kevin memandang ke arah Claudia yang masih ketakutan."walau pun dia istri mu,tidak pantas seorang suami menyakiti istri nya dengan kasar.kau benar-benar pria bajingan"kata Kevin dengan sinis
Briant terdiam dan mulai sadar akan perbuatan nya,dia mengusap wajah nya dengan kasar."Claudia sayang,maaf kan aku.aku benar-benar tidak sadar telah melakukan ini"kata nya.Briant berusaha mendekati istri nya yang masih di dalam pelukan Kevin.
Melihat Briant berjalan mendekat ke arah nya Claudia semakin ketakutan,bayang-bayang perlakuan Briant pada nya kembali muncul dan membuat nya semakin ketakutan.
Kevin segera membawa Claudia menjauhi Briant agar pria itu tidak menyentuh sekretaris nya."Ayo pergi"ajak nya sambil menuntun Claudia untuk segera keluar dari tempat itu.
Claudia mengangguk dan mengikuti bos nya,dia sangat bersyukur bos nya datang tepat waktu.
"Claudia tunggu,maaf kan perbuatan ku"teriak Briant dari belakang.
Claudia tidak ingin menoleh lagi,dia terus mengikuti Kevin berjalan dari tempat sialan itu.hampir saja Briant memperkosa diri nya di sana.
"Sayang,maaf kan perbuatan ku"kata nya di sela-sela tangisan nya.saat itu juga Briant merasa istri nya tidak akan pernah kembali lagi pada nya.
Kevin menuntun Claudia keluar dari tempat itu sambil memegang bahu nya,dia tidak menyangka sekretaris nya adalah istri Briant.
Banyak pertanyaan dalam kepala nya tapi dia urungkan untuk tidak bertanya karena kondisi Claudia yang masih terlihat shok.wanita itu bahkan tidak berbicara apa pun hanya terus mengikuti langkah nya.
Setelah mereka berada didalam mobil,Claudia hanya tertunduk lesu sambil menggenggam tangan nya yang masih bergetar.selama didalam hidup nya Claudia tidak pernah merasakan ketakutan seperti yang barusan dia alami.
Kevin menatap wanita itu dengan iba dan segera meraih tangan Claudia untuk menenangkan nya."Hey,are you oke?"tanya nya
Claudia memandang bos nya dan mengangguk lemah."terima kasih pak sudah menolong saya dan maaf saya melewati batas waktu yang bapak berikan"kata nya dengan suara yang bergetar
"Sudah lah,yang penting kau baik-baik saja."
"Tolong jangan pecat saya pak."kata Claudia lagi
Kevin memandang wanita itu dengan heran,masih sempat-sempat nya wanita itu berpikir akan dipecat dalam kondisi yang baru dia alami barusan.
"Saya tidak akan memecat mu Claudia,kau tidak perlu khawatir.lebih baik kita kerumah sakit untuk mengobati wajah mu yang bengkak itu"kata Kevin.pria itu segera memerintah kan supir nya untuk kerumah sakit terdekat.
"Terima kasih pak,maaf suami saya sudah memukul wajah anda."
Kevin memegangi bibir nya yang masih terasa perih."lupakan.kita sudah impas karena sama-sama kena pukul oleh suami bajingan mu itu."ujarnya
Claudia tersenyum getir."terima kasih banyak pak,jika bapak tidak datang saya tidak tahu apa yang akan terjadi."
"Jadi apa kau mau menjelas kan apa yang barusan terjadi?"tanya Kevin penasaran.
Claudia kembali menundukkan kepala nya,Briant benar-benar sudah keterlaluan dan dia tidak akan memaafkan perbuatan pria itu.
"Saya..."kata nya ragu-ragu."Saya hanya meminta nya menceraikan saya,tapi dia menuduh saya berselingkuh dengan anda."kata nya lagi
"Pria bajingan memang pantas dapat ganjaran"kata Kevin dengan nada kesal.setelah apa yang dia lihat tadi Kevin bisa melihat Briant bukan lah pria baik.
"Aku tidak tahu permasalahan kalian,tapi melihat nya memperlakukan mu dengan buruk maka saya akan membantu mu bercerai dengan nya."kata nya lagi
Claudia memandang bos nya itu dengan heran,kenapa begitu baik mau menolong nya.
"Bagaimana cara nya pak,sedang kan dia tidak mau bertemu dengan pengacara yang sudah saya sewa."kata Claudia
Kevin menyunggingkan bibir nya."Kau tidak perlu khawatir,aku akan mengurus semua nya.dan tentu nya ini tidak lah gratis"kata nya dengan angkuh sambil menyilangkan kaki dan tangan nya.