I'm Not Barren

I'm Not Barren
Semoga kamu juga bahagia.



Briant mengusap air mata nya saat melihat Claudia mengucapkan janji didepan altar bersama pria yang tidak asing baginya.


Setelah mendapatkan undangan dari orang yang dia bayar,Briant segera mengajak ibu nya yang telah sehat untuk ke inggris.


Dia berniat menghentikan pernikahan itu tapi terlambat,dua orang mencegatnya didepan lift dan tidak membiarkan nya untuk lewat.


Tapi saat acara itu telah dimulai beberapa waktu,kedua orang pria itu meninggalkan nya dan membiarkan nya.


Briant dengan cepat berlari ketempat acara tapi sudah terlambat,wanita yang dia cintai sudah bersumpah dan menjadi milik orang lain.


"Bagaimana perasaan mu sekarang?"


Adam tiba-tiba menghampiri nya,pria itu tersenyum dengan puas melihat Briant menangis sambil melihat kearah Claudia.


Briant kembali menyeka air mata nya,hati nya sangat sakit melihat wanita yang dia cintai dipeluk dan tertawa bahagia bersama pria lain dan bukan dengan dirinya lagi.


Ibu nya berdiri disampingnya dan mengusap punggung nya dengan lembut.


"Apa kau menyesal sekarang?"


"Wanita yang kau hianati dan kau katai mandul sedang hamil sekarang"


Kata Adam lagi.


Briant dan ibu nya tertegun mendengar nya.


"Claudia sedang hamil?"kata ibu Briant dengan tidak percaya.


Tapi ya,memang bukan Claudia yang mandul,tapi anaknya.


Adam sangat,sangat puas melihat kedua orang itu yang tampak linglung mendengar kehamilan Claudia.


Benar kata adiknya,tidak perlu membalas perbuatan mereka,dengan sendirinya mereka akan menerima akibat nya.


Dan sekarang Adam merasa bersyukur karena adik nya sudah lepas dari pria itu karena Briant memang sangat tidak pantas untuk adiknya.


"Sekarang,kau bisa memberikan nya Selamat atau kau bisa pergi dari sini."


Setelah berkata demikian Adam segera meninggalkan mereka dan berjalan menghampiri adiknya.


"Briant,ikhlas kan."ujar ibu nya.


"Ini semua adalah balasan yang pantas kita terima."


"Sebaiknya kita meminta maaf dan memberinya selamat."


Briant menatap ibu nya dengan nanar,sudah tidak ada kesempatan lagi dan dia harus melepaskan wanita itu sepenuhnya.


"Ayo."ajak ibu nya


Briant mengangguk dan segera berjalan bersama ibunya untuk mengucapkan selamat untuk Claudia.


"Hei,selamat untuk mu."


Terdengar suara yang familiar dan Claudia segera memutar tubuhnya.


"Mas Briant."


Katanya saat melihat Briant dan ibu nya berdiri dibelakang nya.


"Kenapa kalian ada disini?"tanya nya


Claudia menatap kedua orang itu dengan heran,tapi kemudian dia melihat kearah kakaknya.bisa dia tebak,pasti ulah kakaknya sehingga kedua orang itu bisa ada disana.


"Apa aku dan ibu ku tidak boleh mengucapkan Selamat untuk mu?"tanya Briant.


Claudia menggeleng.


"Bukan begitu,aku hanya tidak menyangka kalian bisa berada disini."


Ibu Briant langsung memeluk Claudia dengan erat.


"Maaf,maaf kan aku."bisiknya.


Claudia membalas pelukan wanita itu dan mengusap punggung ibu Briant dengan lembut.


"Tante,tidak perlu minta maaf."


"Tidak,semua karena aku.maaf karena telah menghina mu."


Claudia hanya tersenyum.


"Tidak apa-apa."jawabnya.


Claudia mengangguk.


"Maaf karena dulu telah menghina mu."kata wanita itu lagi


Claudia melepaskan pelukan nya dan menatap wanita paruh baya itu dengan lembut.


"Tante,tidak perlu meminta maaf.aku sama sekali tidak pernah benci pada tante."ujarnya.


"Kau wanita yang baik,tapi aku terlalu bodoh meracuni pikiran anak ku."


"Maaf."


Ibu Briant mulai menangis,dia tidak bisa menahan air mata nya,karena ulahnya sendiri sehingga membuat dia dan anaknya harus kehilangan wanita baik itu.


"Tante,jangan menangis."


Claudia segera mengusap air mata wanita itu.


"Maaf,aku hanya menyesali perbuatan ku."


Claudia kembali memeluk ibu Briant,ada perasaan lega dihati nya saat melihat kedatangan Kedua orang itu.


Kevin mendekati istrinya saat melihat Briant dan ibunya sedang berbicara dengan nya.


"Honey?"


Pria itu melingkarkan tangannya dipinggang istri nya.


"Selamat atas pernikahan kalian."


Briant mengulurkan tangan nya kearah Kevin.


Kevin melihat Claudia dengan heran,tapi wanita itu mengangguk dan tersenyum.


"Terima kasih."


Kevin segera menyambut tangan Briant.


"Tolong jaga dia baik-baik."pesan Briant.


"Pasti."jawab Kevin dengan mantap.


Briant melepaskan jabatan tangan nya.


"Kalau begitu kami pergi dulu."


"Ayo bu,kita pulang."ajaknya


Ibu nya mengangguk


Wanita paruh baya itu kembali memeluk Claudia.


"Nak,semoga kamu bahagia."


"Terima kasih tante"


Ibu Briant melepaskan pelukan nya dan segera mengikuti Briant yang berjalan didepan nya,tapi sebelum langkah mereka menjauh Claudia memanggil Briant.


"Mas Briant."


"Aku harap kau juga bahagia."katanya


Briant memutar tubuhnya dan tersenyum padanya.


"Terima kasih."


Claudia membalas senyuman nya,perasaan nya benar-benar lega,hubungan mereka memang hanya tinggal kenangan dan dia harap Briant benar-benar bisa melupakan nya dan bisa bahagia.


"Apa kau baik-baik saja?"tanya Kevin


"Aku tidak pernah sebaik ini."


Claudia tersenyum dan segera memeluk pria itu.


"Terima kasih sudah mencintai ku."


Kevin tersenyum dan membalas pelukan wanita yang sudah menjadi istrinya.


Dia tidak akan pernah menyesal telah memilih Claudia,wanita itu lah yang akan selalu dia cintai,yang akan selalu dia manja untuk seumur hidupnya.