I'm Not Barren

I'm Not Barren
London



Claudia membuang pandangan nya keluar jendela saat pesawat yang ditumpangi nya mendarat di Heathorw Airport london.


Setelah menunggu selama sebulan lebih akhirnya dia bisa mendapat kan visa untuk pergi ke negara itu.


Selama itu dia tidak lagi tinggal dirumah kontrakan nya,Claudia mengikuti kakaknya berlibur kebali selama menunggu visa nya.


Dia juga sudah membuang nomor ponsel nya dan mengganti nya dengan yang baru.Claudia telah memutuskan untuk memulai lembaran baru dan melupakan lembaran lama dalam hidupnya.


Dia juga sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya dan berharap Kevin tidak mencari nya.


Setiap mengingat wanita cantik yang bersama Kevin ditoko perhiasan itu membuat hati nya sangat sedih,dia sangat sadar jika dirinya tidak pantas untuk pria itu.


Jika dibandingkan dirinya dengan wanita cantik itu,dia bahkan bukan apa-apa dan benar-benar tidak layak berada disisi Kevin.


Belum lagi Mr Ronald yang tidak akan setuju dengan hubungan mereka,bisa di cintai oleh pria itu saja sudah membuat nya sangat bahagia.


Walaupun dia sangat mencintai Kevin tapi dia akan mengubur perasaan itu dalam-dalam.memang tidak mudah,selama sebulan lebih dia hanya melamun memikirkan pria itu.


Claudia juga merasa aneh,padahal setelah dia bercerai dengan Briant perasaan nya tidak pernah seperti ini.


Dia bahkan bisa melepaskan Briant dengan mudah,apa begitu besar perasaan cinta nya pada Kevin?


Claudia memejamkan mata nya saat roda pesawat mulai menuruni landasan,kepalanya terasa pusing dan perutnya sedikit mual saat merasakan guncangan badan pesawat yang mendarat.


"Claudia,apa kau baik-baik saja?"tanya Adam yang duduk disebelahnya.


Dia sangat kawatir karena wajah Claudia yang tiba-tiba menjadi pucat.itu bukan pertama kali nya adik nya itu naik pesawat seharusnya dia akan baik-baik saja saat merasakan getaran badan pesawat yang mendarat.


"Tidak apa-apa.aku hanya merasa pusing."jawab nya


"Apa perlu obat?jika perlu aku bisa menanyakan nya pada pramugari"kata pria itu


Claudia menggeleng pelan dan berkata:


"Tidak perlu kak,sebentar lagi kita akan turun.kakak tidak perlu kawatir."


Tapi tiba-tiba isi perutnya terasa diaduk-aduk dan dia merasa begitu mual.


Dengan cepat wanita itu mengambil kantung muntah yang terselip diantara bangku penumpang.


Claudia memuntahkan semua makanan yang ada didalam perutnya,kepalanya pun mulai berdenyut-denyut tidak karuan.


Untunglah saat itu mereka berada diruang vip sehingga dia tidak perlu malu jika ada yang melihat.


"Apa kau baik-baik saja?"tanya Adam lagi.pria itu segera memberikan sebotol air untuk adik nya itu.


Melihat keadaan Claudia membuat nya sangat kawatir,di ulurkan nya tangan nya dan di elus nya pundak wanita itu dengan lembut.


"Entahlah kak,aku merasa sangat lelah."jawab nya.


Padahal mereka hanya terbang kurang lebih empat belas jam dan duduk dikursi yang nyaman.


Mereka juga transit bertukar pesawat dinegara lain,tadi sebelum pesawat itu terbang dia merasa baik-baik saja.


Entah kenapa tiba-tiba dia merasa sangat lelah dan kepalanya sangat pusing.


"Setelah kita mengambil barang kita langsung pergi kerumah sakit."kata Adam.


"Tidak perlu kak,aku hanya butuh istirahat saja."jawabnya


"kau yakin?"


Claudia mengangguk,dia tidak ingin merepotkan kakaknya ditempat itu.apalagi mereka baru tiba,pasti kakaknya juga sangat lelah.


Saat para penumpang sudah dipersilahkan keluar,Claudia turun dari pesawat itu dengan hati-hati,dia tidak mau terjatuh sehingga membuat nya malu.


Setelah mendapatkan barang-barang bawaan mereka,Adam langsung menghubungi supir pribadi nya.


"Kau yakin tidak ingin pergi kerumah sakit?"tanya Adam lagi saat mereka sudah didalam mobil.


"Tidak kak,aku sudah merasa baikan"jawab Claudia.


Adam mengelus kepala nya sejenak."Ya sudah,istirahat lah.jika sudah sampai kakak akan bangun kan."kata pria itu


Claudia mengangguk dan memejamkan mata nya,sakit dikepala nya sudah tidak begitu terasa.


"Mungkin aku kurang istirahat karena selalu memikirkan Kevin."kata nya dalam hati


Tidak berapa lama mobil yang membawa mereka berhenti disebuah rumah mewah berlantai dua.


Claudia membuka matanya saat merasakan badan mobil yang tiba-tiba berhenti,mata nya sibuk melihat-lihat rumah itu dari dalam mobil.


"Udah sampai,yuk turun."ajak Adam sambil mematikan ponsel nya.


Claudia mengangguk dan keluar dari mobil itu dengan ragu-ragu.


"Ini rumah kakak?"tanya nya tidak percaya.


Dia tidak tahu kakaknya begitu sukses dan bisa memiliki rumah sebesar itu.


Adam mengangguk dan mengandeng tangan nya.


"Ayo,nanti saja lihat-lihatnya."


Pria itu segera memerintahkan supirnya untuk membawa barang-barang mereka.


Saat mereka hendak memasuki pintu rumah itu tampak beberapa pria berbaju hitam menundukkan kepalanya.


"Selamat datang Tuan."kata mereka serentak.


Claudia semakin dibuat bingung.sebenarnya apa pekerjaan kakak nya?


Dia tahu kakaknya itu pintar,bahkan kakaknya dulu mendapat beasiswa untuk kuliah di inggris.itu lah sebabnya Adam bisa menetap disana.


Claudia benar-benar tidak menyangka kakaknya akan begitu sukses.


"Bos,ada teman bos yang sedang menunggu."kata asisten pribadi Adam saat mereka sudah masuk kedalam rumah itu.


Mata Claudia terpana,rumah berlantai dua itu benar-benar besar.


"Apa kakak tidak merasa kesepian tinggal dirumah sebesar ini?"pikirnya dalam hati.


"Sebentar lagi aku akan menemui nya "kata Adam dengan cepat


Pria itu kemudian menarik tangan adiknya dan membawa Claudia naik kelantai atas.dia membawa Claudia menuju kesebuah pintu yang ada diruangan itu.


Didorongnya daun pintu itu dengan pelan dan dibawa nya Claudia kedalam.


"Istirahat lah disini.kakak sedang ada urusan."kata nya


Claudia mengangguk.setelah kakaknya pergi meninggal kan nya,wanita itu membaringkan dirinya diatas ranjang.


Claudia memejamkan mata nya,entah kenapa hari ini dia begitu lelah.tidak biasa nya dia mengalami hal itu.


Tiba-tiba perutnya kembali mual,Wanita itu berlari kearah pintu kecil yang dia tahu itu adalah kamar mandi.


Dia kembali memuntahkan isi perutnya didalam wastafel,kepalanya pun kembali berdenyut-denyut.


Claudia menarik nafas nya dalam-dalam dan segera mencuci wajah nya,setelah itu dia kembali ke atas ranjang untuk beristirahat.