
Disebuah Apartemen,Adelia sedang menikmati surga dunia nya.setelah pergi meninggal kan Briant dan ibu nya dengan kesal,dia enggan untuk kembali kerumah itu.
Dia pergi bersenang-senang dengan teman-teman nya.mereka mengadakan pesta disebuah apartemen milik teman nya.
Disana mereka pesta minuman keras dan obat-obatan terlarang.tidak hanya menjadi pengguna,Adelia juga menjadi pengedar.
Dia bahkan mengenal jaringan obat-obatan dari luar negri dan bisa membawa benda Terlarang itu dari luar negri.
Tidak hanya pesta minuman keras dan obat-obatan,mereka juga mengadakan pesta sexs seperti yang dia lakukan selama di luar negri.
Dengan uang yang dia dapat dari Briant setiap bulan sangat cukup untuk nya menikmati obat terlarang itu.
Walaupun dia belum lama menikah dengn Briant tapi uang yang sudah dia dapat cukup untuk mengadakan sekali pesta dengan teman-teman nya.
Didalam ruangan yang tidak terlalu besar itu tercium bau aroma alkohol yang sangat menyengat,berbagai jenis obat-obatan terlarang berserakan di atas meja.beberapa orang pun terlihat sedang melakukan pesta sex tanpa malu-malu dan Adelia juga termasuk dalam pesta itu.
"Hei,apa kau tidak takut suami mu tahu perbuatan mu?"tanya seorang pria yang berada di bawah nya.
Adelia terus menggoyang kan pinggul nya dan mendesah dengan nikmat."Per...perduli setan."kata nya dengan nafas tersengal-sengal
Prai itu tersenyum dan memukul bokong nya,"Dasar kau wanita nakal."kata pria itu
Adelia tersenyum dan terus melakukan aksi nya,mereka tidak memakai pengaman sama sekali dan Adelia tidak perduli.jika dia bisa hamil maka Briant tidak akan berani meninggal kan nya,bahkan jika Briant mencerai kan nya sekalipun dia akan meminta setengah dari harta pria itu.
Dia juga tidak perduli akan mengandung anak siapa,karena sudah beberapa kali dia gonta ganti pasangan.yang dia pikir kan harus segera hamil agar menyenangkan ibu mertua nya,dan yang paling penting mereka tidak boleh mengetahui rahasia nya.
Adelia mendesah dengan puas saat mencapai puncak kenikmatan,dia segera menarik nafas nya dan tersenyum dengan licik.
"Kau ingin punya cucu kan tua bangka,maka akan ku berikan."katanya dalam hati.
Setelah selesai memuaskan hasrat nya Adelia segera kembali kerumah,jika dia berlama-lama Briant akan curiga dengan nya.
Tentu saja Adelia sudah bersekongkol dengan ibu nya,jika Briant atau ibu mertua nya mencari nya maka dia telah meminta ibu nya untuk membohongi mereka.
"Dari mana saja kau?"tanya Briant yang sedang berada diruang tamu saat melihat Adelia masuk kedalam rumah.
Adelia menghentikan langkah nya dan melihat Briant yang berjalan ke arah nya dengan pandangan tajam.
"Aku dari rumah ibu ku."dusta nya
"Jangan bohong kamu."teriak Briant dengan emosi.
"Benar aku dari rumah ibu ku,untuk apa aku berbohong."kata Adelia lagi.
"Bagus kau ya,setelah memaki ku kau malah pergi dan tidak kembali beberapa hari."terdengar suara ibu mertua nya dari arah dapur.wanita paruh baya itu berjalan dari arah dapur dan menghampiri mereka.
"Oh..sialan."maki Adelia dalam hati
"Maaf bu,kemarin aku sangat emosi.aku kembali kerumah ibu ku untuk menenangkan diri."dustanya lagi
"Aku tidak percaya."kata Briant dengan kesal.dia langsung menarik tangan Adelia dan membawa nya ke atas.
"Briant sakit,lepaskan!"teriak Adelia saat tangan nya ditarik dengan kencang oleh Briant.
Tapi Briant tidak perduli,dia malah semakin mengencangkan pegangan nya dan menarik paksa wanita itu.
Tidak seperti waktu dia masih bersama Claudia,bahkan wanita itu tidak pernah mendapati anak nya bertengkar hebat dengan mantan menantu nya itu.
Mereka selalu mesra di mata nya,Claudia berwatak lembut dan tidak pernah membesar-besar kan masalah selama menjadi menantu nya.
"Ya ampun,kenapa aku malah memikirkan mantan menantu ku yang mandul itu."pikir wanita paruh baya itu saat dia sadar jika sudah membeda-beda kan mantan menantu dan menantu baru nya.dia segera masuk kedalam kamar nya dan tidak ingin mendengar pertengkaran anak dan menantu baru nya itu.
Dikamar Briant dengan amarah yang sudah dia tahan sedari tadi langsung mendorong tubuh Adelia dengan kencang di atas ranjang.
"Katakan dari mana saja kau!"teriak Briant marah
Adelia meringis kesakitan karena Briant begitu kasar padanya."kau sudah gila ya!"teriak nya
"Jawab!"teriak Briant lagi
"Sudah ku bilang,aku dari rumah ibu ku."teriak Adelia tidak mau kalah.
Briant menarik rambut Adelia dengan kasar sehingga membuat wanita itu berteriak kesakitan,mata nya berkilat memancar kan amarah yang akan segera meledak.
"Kau tidak akan bisa menipuku lagi,dari rumah ibu mu kau bilang,hah?coba cium aroma alkohol dari tubuh mu itu!"kata Briant dengan dingin.
Adelia gemetar ketakutan dan mencoba mencium aroma tubuh nya,memang berbau alkohol dan bodohnya dia kembali tanpa mengganti pakaiannya.
"Aku..aku barusan bertemu dengan teman ku dan minum sedikit."kata nya
Briant tidak percaya begitu saja,dia melepaskan tangan nya dari rambut Adelia kemudian menarik baju wanita itu hingga robek.
Adelia berteriak kesakitan karena badannya tertarik dengan kencang."Kau benar-benar sudah tidak waras!"maki nya
Saat baju Adelia terbuka mata Briant semakin memancar kan amarah,di dada dan leher Adelia terdapat beberapa bercak merah disana.bercak itu adalah bekas ciuman para pria yang sudah tidur dengan nya.
Briant melayang kan tangan nya dan menampar wajah Adelia dengan kencang."Jelas kan apa itu?"teriaknya sambil menunjuk ke arah bercak merah itu
Adelia menangis dan memegangi wajah nya yang terasa panas,dia tidak menyangka Briant akan merobek baju nya dan melihat bercak itu.
"Ini...ini alergi ku."kata nya bohong
"Mana ada alergi seperti itu?"tanya Briant dengan dingin nya.
"Benar Briant,ini alergi ku sejak kecil,jika meminum minuman beralkohol maka tubuh ku akan muncul bercak seperti ini.tadi teman ku memaksa ku minum sedikit"bohong nya lagi dan lagi.untuk kesekian kali nya dia sudah berdusta beberapa kali hari ini.
Briant mengepal kan tangan nya dan menarik nafas dengan panjang untuk menahan emosi nya,di lihat dari bercak itu dia tahu bahwa itu bekas ciuman.tapi dia tidak punya bukti,wanita itu pasti berkelit dan memiliki seribu alasan.
"Bukti...ya,bukti.tunggu saja kau."katanya dalam hati.Briant segera melangkah keluar meninggal kan Adelia didalam kamar.
Adelia bernafas lega karena bisa membohongi Briant,dia menghapus air mata nya dan tersenyum."dasar pria bodoh!"katanya dalam hati.setidak nya kebohongan nya sukses besar.
Briant melangkah dengan cepat menuju ruang kerja nya,tidak ada gunanya bertengkar dengan Adelia karena wanita itu memiliki sejuta alasan.yang dia ingin kan adalah sebuah bukti apa yang telah dilakukan oleh wanita itu selama diluar sana.
Didalam ruang kerja nya,Briant segera menghubungi seseorang yang dia kenal sebagai mata-mata bayaran."Aku ingin kau mengikuti seseorang untuk beberapa hari dan mencari bukti untuk ku."perintah nya
"Dan aku ingin kau menemukan alamat seseorang untuk ku."perintah nya lagi