I'm Not Barren

I'm Not Barren
Pindah



Dua hari kemudian.setelah wajah nya sudah membaik dan tidak terlihat ada memar lagi Claudia memutus kan untuk segera pindah dari rumah Nana karena dia tidak enak hati berlama-lama tinggal disana.


Dua hari yang lalu setelah Kevin meminjam kan pakaian untuk nya,pria itu mengantar nya pulang dan bahkan mengijin kan nya untuk beristirahat sampai wajah nya sembuh.


Semula Claudia menolak karena dia merasa tidak enak hati,tapi Kevin sedikit mengancam nya akan memotong gaji nya membuat Claudia mengiyakan perkataan pria itu.


Selama waktu cuti nya itu Claudia pergi melihat rumah yang akan dia sewa,dia telah melihat beberapa rumah dan akhir nya Claudia memutus kan untuk menyewa rumah yang tidak begitu jauh dari kantor nya.


Selain kondisi rumah yang masih bagus dan harga sewa yang tidak terlalu mahal,Claudia juga merasa letak rumah itu lebih strategis karena dekat dengan tempat kerja nya.setelah sepakat dengan harga rumah itu Claudia langsung menyewa nya untuk satu tahun kedepan.


Setidak nya dia punya uang tabungan dari hasil kerjanya selama ini.di tambah uang yang Briant masukkan ke dalam rekening nya setiap bulan.maka dari itu dia bisa menyewa rumah untuk diri nya sendiri.


Claudia menyeka keringat yang mengalir di dahi nya.saat ini dia sedang membersihkan rumah yang akan dia tempati.


Rumah itu tidak begitu besar tapi Karena sudah lama tidak ditempati membuat perabotan disana di tumpuki dengan debu,hari ini dia memanfaat kan waktu nya untuk membersihkan rumah itu karena besok dia akan kembali bekerja.


Sahabat nya Nana menawar kan bantuan tapi Claudia menolak,dia tidak ingin merepotkan sahabat nya itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore saat semua ruangan sudah dibersihkan,dia membayar beberapa jasa kebersihan untuk membantu nya membersih kan rumah.


Claudia memandangi rumah baru nya yang sudah bersih,perabotan disana masih lengkap dan terawat dengan baik sehingga dia tidak perlu mengeluar kan uang lebih untuk membeli yang baru.


Setelah merasa puas Claudia beristirahat sejenak dan meraih ponsel nya.tampak Nana mengirim kan pesan whatsapp ntuk nya.


"Kirim kan alamat mu ya,aku akan kesana"isi pesan sahabat nya itu.


Claudia tersenyum dan mengirim kan alamat nya untuk Nana."Alamat nya dekat kantor kok di jalan xx no 18,jangan lupa beliin makanan ya.lapar 😭"balas Claudia.


Nana menggerutu pelan."Dasar nih cewek,gimana bisa beli makanan coba."Oceh nya


Kevin yang sedang duduk di belakang nya mendengar ocehan gadis itu,ya... sekarang Nana sedang menuju ketempat Claudia bersama bos nya.


Semula Nana bingung kenapa tiba-tiba pria itu mengajak nya menemui Claudia,tapi dia tidak bisa menolak permintaan atasan nya itu.


"Mampir ke restoran didepan itu untuk membeli makanan"perintah Kevin kepada supir nya


Nana menoleh dan melihat ke arah bos nya."Bapak mau makan?"tanya nya


"Bukan nya teman mu minta dibeliin makanan."


"Iya sih pak,tapi kan ...."kata-kata Nana terhenti saat Kevin memotong pembicaraan nya.


"Jangan banyak tanya,ikuti saja."kata nya kesal.


Nyali Nana langsung ciut,dia hanya menunduk tidak berani membantah pria itu lagi.


Setelah membeli beberapa makanan mereka segera menuju ke rumah Claudia,Nana memberitahukan alamat Claudia kepada supir pribadi bos nya dan kemudian terdiam tidak berani bersuara.memang benar rumor tentang bos nya yang galak dan tidak suka di bantah.


Saat ini Claudia sedang membuka koper nya dan merapikan baju nya satu persatu ke dalam lemari.sebelum teman nya datang dia ingin semua sudah rapi dan mandi membersihkan dirinya yang berkeringat.


Baru saja dia merapikan beberapa pakaian terdengar pintu rumah nya diketuk dari luar.Claudia segera menghentikan kegiatan nya dan berlari keluar dari kamar nya.


Tangan nya memutar handle pintu dan membuka pintu rumah nya.mata Claudia membulat saat melihat Nana bersama dengan bos nya sedang berdiri di depan pintu.


"Lho pak bos,ada apa ya kemari?'tanya nya heran


"Emang nya saya tidak boleh datang?"tanya Kevin dengan nada kesal.


"Bukan gitu pak."


"Claudia,emang begini ya cara kamu nyambut tamu.kaki ku sudah pegal berdiri disini."kata Kevin lagi dengan nada tinggi


"Eh...iya masuk pak."kata Claudia dan mempersilahkan bos nya masuk kedalam rumah nya.


Nana langsung menarik tangan Claudia dan menjauhi bos nya.mereka menuju kesebuah dapur dan meninggal kan pria itu yang sedang mengedar kan pandangan nya untuk melihat-lihat rumah Claudia.


"Ada apa sih Na?"tanya Claudia heran saat mereka sudah berada di dalam dapur.


"Hei,kamu punya hubungan apa sama si bos?"tanya nya curiga


"Ih..sangkain ada apaan.aku sama si bos ngak ada apa-apa."jawab nya


Nana melihat sahabat nya itu dengan lekat."bohong,aku ngak percaya"bantah nya


"Beneran Na.aku ini masih istri Briant dan kami belum bercerai.aku mana berani punya hubungan dengan pria lain sebelum bercerai."jelas nya


Nana menghembus kan Nafas nya pelan.dua hari yang lalu Claudia pulang di antar oleh bos nya dan memakai baju pria itu,bagaimana dia tidak curiga dengan sahabat nya.


"Nih,makanan dari si bos.habisin"kata nya sambil menunjuk ke atas meja.


Claudia membuka plastik yang berisi makanan itu dengan heran."kok malah si bos yang beli?"tanya nya


"Ngak tau"kata Nana sambil meninggal kan Claudia.


Claudia mengikuti Nana yang berjalan keluar dari dapur menuju ruang tengah.disana tampak Kevin duduk di atas sofa sambil memain kan ponsel nya.


"Maaf membuat bapak menunggu"ujar Claudia.


Kevin melempar kan sebuah map di atas meja yang sedari tadi dia pegang."Tanda tangani ini."kata nya


Claudia dan Nana segera duduk di atas sofa dan menghadap bos nya itu.Claudia mengambil map yang terletak di atas meja dan membuka nya pelan.


"Ini untuk apa pak?"tanya nya bingung


"Itu semua bukti yang sudah aku kumpulkan,kau tanda tangani dan aku akan segera menyerahkan nya kepada pihak berwajib"jelas nya


Claudia menghentikan pergerakan tangan nya dan menatap bos nya itu dengan wajah heran."Ini mau di bawa kepolisi buat apa pak?"tanya nya takut-takut


"Tentu saja untuk menjeblos kan suami mu kepenjara."


"Apa?"teriak Caludia dan Nana bersamaan sambil melotot menatap bos nya itu.


"Kenapa?"tanya Kevin.


Claudia menunduk kan kepalanya dan *** jari-jari nya.sebenar nya tidak perlu sampai sejauh ini,yang dia harap kan hanya bisa secepatnya berpisah dengan Briant.


Tapi bos nya sampai berbuat hal seperti ini untuk membantu nya.apa dia tega menjeblos kan pria yang sudah hidup bersama dengan nya selama beberapa tahun kepenjara?


Nana menatap ke arah sahabat nya dengan heran."sebenar nya ada apa sih?"tanya nya


Claudia menatap sahabat nya itu sejenak."Ntar aku cerita"kata Claudia singkat.


"Pak,saya rasa tidak harus sampai seperti ini"kata Claudia lagi


"Kenapa?kau masih mencintai nya dan tidak tega menjeblos kan nya kepenjara?"tanya Kevin


Claudia mengangguk pelan.walaupun Briant sudah begitu tega menyakiti nya tapi masih ada cinta yang tersisa dihati nya untuk Briant.


Kevin menggenggam tangannya menahan amarah.sudah menerima perlakuan tidak baik dari pria itu tapi Claudia masih saja menyimpan cinta untuk pria bajingan itu.tapi dia sudah memutuskan untuk merebut Claudia dari Briant,jadi apa pun akan dia lakukan untuk menolong wanita itu.


"Jadi kau berubah pikiran dan tidak ingin bercerai dengan nya?"tanya nya


Claudia menggeleng pelan."tentu mau pak,cuma saya rasa ini terlalu berlebihan."


Kevin menyisir rambut nya kebelakang dengan jari-jari nya dan menyilang kan kaki nya."Kau tanda tangani saja,dan besok ikut aku ke kantor polisi.aku juga sudah menyewa seorang pengacara,kau cukup ikuti perkataan ku dan percayalah padaku."katanya


Claudia menatap bos nya sejenak.memang dia sudah meminta bantuan pada Kevin,seharus nya dia percaya pada pria itu.


Claudia menarik nafas nya panjang dan menghembus kan nya pelan.tangan nya kembali membuka map yang berisi bukti-bukti perlakuan kasar Briant pada nya.


Apa pun yang terjadi harus dia hadapi dan dia pun harus percaya dengan atasan nya itu.mungkin ini adalah cara terbaik agar Briant mau mencerai kan nya.