I'm Not Barren

I'm Not Barren
Rindu



Saat itu Briant kembali kerumah nya dengan perasaan kacau,walaupun dia telah bertekad untuk tidak menyerah tapi disisi lain dia sangat kecewa dan menyesal karena begitu terlambat menyadari kebodohan nya sehingga Claudia telah memiliki seorang pacar.


Saat hendak masuk kedalam rumah nya dia mendengar ada keributan didalam,dengan cepat Briant masuk kedalam rumah nya untuk melihat apa yang terjadi disana.


Tampak Adelia sedang menginjak tangan ibu nya yang tersungkur dilantai dan memaki ibu nya dengan kasar.


"Tua bangka,mati kau."maki Adelia


Melihat ibu nya diperlakukan dengan kasar membuat Briant segera berlari dan menarik tangan Adelia dengan kencang.


"Apa yang kau lakukan?"teriak nya marah


Adelia kaget Briant tiba-tiba kembali,tapi dia tidak takut karena dia merasa tidak bersalah.


"Apa?ibu mu memukul wajah ku."kata nya dengan kesal.


Briant segera menghampiri ibu nya dan membantu wanita itu untuk bangkit berdiri.


"Ibu tidak apa-apa kan?"tanya nya khawatir


"Tangan ibu sakit,istri mu mendorong ku dan menginjak tangan ku."kata ibu nya


Briant melotot ke Adelia,istri nya itu benar-benar sudah keterlaluan.dia sudah sangat lelah dan berharap bisa langsung istirahat tapi malah harus menghadapi sikap kurang ajar istri nya.


Rasa nya kedamaian rumah itu hilang saat Claudia pergi meninggal kan rumah itu.


"Kenapa kau menginjak tangan ibu ku?"tanya nya.


Adelia hanya acuh tak acuh sambil melihat kutek dijari-jari nya.


"Ibu mu duluan yang memulai,aku hanya membalas nya."kata nya cuek


Briant benar-benar kesal dengan sikap Adelia yang semakin hari semakin tidak tahu diri itu.


"Ibu,apa yang terjadi?"tanya nya


"Istri mu itu telah memakai uang mu untuk membeli sebuah tas mewah."jawab ibu nya


"Hanya sebuah tas,biar kan saja."kata Briant,dia tidak ingin membesar kan masalah itu lagi karena dia sangat lelah.


"Briant,ibu tidak mempermasalahkan tas nya,tapi harga nya."kata ibu nya lagi sambil menunjuk sebuah paper bag yang tergeletak diatas lantai.


Briant menatap ibu nya dengan heran,tidak biasanya nya ibu nya meribut kan masalah uang.


"Memang berapa harga tas mu itu?"tanya nya ke Adelia.


"Murah kok."jawab Adelia.


"Berapa?"teriak Briant


"Cuma tujuh ratus juta."jawab Adelia dengan santai.


"Ap...kamu gila ya"kata Briant.dia tidak percaya wanita itu berani membeli sebuah tas dengan harga yang fantastis tanpa bertanya dulu padanya.


"Briant,aku ini istri mu.memang nya salah aku memakai uang mu."kata Adelia


"Istri macam apa yang menghabis kan uang suami nya hanya untuk sebuah tas?"tanya ibu mertua nya


"Hei,kau wanita tua kuno.apa yang kau tahu tentang fashion jaman sekarang?"tanya nya dengan angkuh


Mata nya menatap tajam ke arah istri nya,ingin rasa nya dia memukul wanita dan menendangnya keluar,tapi belum saat nya dan dia harus bersabar.


Tubuh Adelia gemetar ketakutan melihat tatapan tajam Briant dan takut-takut berkata"Briant,aku cuma membeli sebuah tas dan kau sangat marah."


Briant menarik nafas panjang."Del,aku sangat lelah dengan sikap mu.mulai sekarang aku akan memblokir semua kartu yang aku berikan pada mu sampai beberapa bulan kedepan."katanya


Adelia melotot tidak percaya,jika Briant memblokir semua kartu nya bagaimana nanti dia bisa membeli obat-obatan?


"Briant,jangan lakukan itu.kebutuhan ku sangat banyak.jika kamu tidak memberikan ku uang bagaimana aku bisa memenuhi kebutuhan ku itu?"tanya nya


"Aku tidak perduli,selama ini kamu selalu memakai uang ku begitu banyak entah buat apa.sekarang aku akan membatasi pengeluaran mu,karena kamu telah membeli tas itu jadi aku tidak akan memberikan mu uang dan berhematlah sampai beberapa bulan kedepan."kata Briant


Adelia menggigit bibir bawah nya menahan amarah,jika saja tua bangka itu tidak banyak bertanya dan merebut tas yang dibeli nya tadi maka Briant tidak akan melakukan ini padanya.


"Kau sangat jahat!aku akan mencari uang sendiri."kata Adelia.dia segera memungut barangnya diatas lantai dan berlari menaiki anak tangga.


Briant menatap kepergian Adelia dengan sejuta penyesalan dihati nya.


Dulu Claudia tidak pernah berbuat kasar pada ibu nya,bahkan wanita itu tidak sembarangan memakai uang nya.


Walaupun di telah memberikan kartu untuk Claudia tapi wanita itu jarang menggunakan nya,jika digunakan pun karena terpaksa membeli sesuatu yang penting.


Sekarang melihat Adelia yang seperti itu membuat penyesalan nya semakin mendalam,satu berlian telah dia buang untuk mendapat kan kerikil jalanan.


"Briant."panggil ibu nya menyadar kan Briant dari lamunan nya.


Briant segera berbalik dan membawa ibu nya untuk duduk di atas sofa.


"Apa ibu baik-baik saja?"tanya nya


"Aku baik-baik saja nak.bagaimana?apa Claudia mau kembali?"tanya ibu nya dengan tidak sabar.


Briant menarik nafas nya dengan berat dan duduk disamping ibu nya.


"Ini sulit bu,Claudia tidak mau kembali dan sudah memiliki pacar."kata nya dengan lesu


Siska mengelus punggung anak nya dengan lembut."ini salah ibu,ibu malah memberikan wanita iblis itu pada mu."katanya


"Ibu benar-bener menyesal sekarang,ibu sudah mendapat menantu yang baik tapi malah ibu sia-siakan demi ambisi ibu.ibu bahkan merusak kehidupan mu,maaf kan ibu Briant."kata ibu nya lagi


Briant menggenggam kedua tangan ibu nya dan menenang kan wanita itu."Tidak apa-apa bu,semua orang bisa berbuat salah.aku hanya perlu berusaha untuk mendapatkan nya kembali."katanya


"Lalu bagaimana dengan Adelia?"tanya ibu nya


"Aku akan mencerai kan nya bu,tapi tunggu aku sudah mengumpulkan semua bukti."


"Bukti,bukti apa?"tanya ibu nya dengan heran


Briant menatap lekat wajah ibu nya yang sudah terlihat kerutan-kerutan halus di dahi dan ujung matanya.


"Aku sudah bilang jika aku curiga pada Adelia,aku sudah meminta seseorang untuk mengikuti nya dan mengumpulkan bukti-bukti perbuatan nya.dengan begitu aku punya alasan untuk mencerai kan nya dan dia tidak akan bisa menolak."bisik nya pelan


Siska mengangguk mengerti dengan rencana anak nya dan berkata."ibu mendukung mu,apapun yang kau lakukan sekarang ibu akan mendukung mu."


"Sekarang,rasanya ibu sangat rindu dengan Claudia."kata wanita itu lagi.


Briant tersenyum getir,dia juga sangat rindu dengan wanita itu walaupun baru saja bertemu.entah apa yang sedang diperbuat Claudia saat ini?tanya nya dalam hati.