I'm Not Barren

I'm Not Barren
Merasa diabaikan



Adam sedang duduk diruangan nya dengan lesu,dua hari telah berlalu sejak kejadian itu.


Setiap kali bertemu dengan Luna,wanita itu selalu membuang wajahnya dan tidak mau melihatnya.


Saat pagi Luna hanya menyiapkan sarapan dan langsung lari kelantai atas,saat malam pun demikian,saat dia kembali dan bertemu dengan Luna pasti wanita itu menyembunyikan wajahnya dan berlari keatas.


Adam merasa Luna sedang mengabaikannya,padahal memang itu keinginannya tapi entah kenapa dia merasa diabaikan.


Luna yang berisik dan sok dekat dengannya tiba-tiba menjadi pendiam sejak kejadian itu.


Apa Luna membenci nya?


Adam mengusap wajahnya dengan kasar.bukankah itu keinginannya?


Ben yang sudah dua hari tidak melihat sahabatnya itu pun datang,dia sangat penasaran dengan perkembangan hubungan Adam dan Luna.


Ben tidak menyangka akan melihat sahabatnya itu sedang duduk melamun dan matanya menerawang entah kemana.


Ben merasa ada sesuatu yang telah terjadi dengan Adam dan Luna.


"Adam,kenapa tampang mu seperti itu?"


Adam melihat kearahnya dengan malas,padahal dia sangat ingin menghajar Ben tapi dia sudah tidak minat.


Dia hanya diam saja enggan menjawab pertanyaan dari Ben.


"Hei,kenapa wajah mu seperti itu.apa kau sakit?"tanya Ben lagi


"Apa aku terlihat seperti orang sakit?"Adam balik bertanya.


"Apa terjadi sesuatu antara kau dan Luna?"tanya Ben curiga


Adam hanya melirik sahabatnya dengan malas.


Ben semakin penasaran melihat sikap Adam.


"Wah Adam,coba katakan padaku,sudah berapa ronde kau melakukannya?"tanya nya menggoda.


"Ronde apa?kau pikir aku sedang main boxing!"katanya Kesal.


"Itu,olahraga diatas ranjang."Ben kembali menggodanya.


Adam mengusap wajahnya kesal,kenapa Ben menanyakan hal seperti itu padanya?


Dia segera bangkit berdiri enggan menjawab pertanyaan Ben,tapi dengan sikapnya itu Ben semakin curiga dengannya.


"Mau kemana?"tanya Ben


"Pulang!"


"Wah,apa kau sudah sangat rindu dengannya?"


"Ben,jangan asal bicara kalau tidak ingin mati!"ancamnya


Adam segera keluar dari ruangannya dan membenting pintu dengan kencang.


"Semua gara-gara Luna Kim."katanya dalam hati


Adam segera pulang kerumahnya,dia akan membicarakan masalah itu dengan Luna Sehingga suasana hatinya bisa kembali seperti semula.


Adam segera masuk kedalam rumahnya,disana dia melihat Luna sedang membersihkan setiap pajangan yang ada.


Padahal banyak pembantu dirumahnya,untuk apa Luna melakukan itu?


Luna melihat kearahnya sekilas dan kembali membuang wajahnya.


Luna malu untuk bertatapan dengan Adam,sejak kejadian itu dia merasa canggung.dia memilih melarikan diri dari Adam dan tidak melihat wajah Adam karena dia benar-benar malu.


Adam segera berjalan menghampirinya dan Luna mulai salah tingkah.


"Bisa kita bicara?"tanya Adam


"Kapan liburan mu selesai?"tanya Adam tanpa basa basi


"Beberapa hari lagi."jawabnya


"Kenapa kau tidak pulang saja?"


Luna hanya diam saja,memang dia bisa memilih pulang dari pada bertahan disana.


"Ijinkan aku berada disini beberapa hari lagi."pinta nya


"Untuk apa?membiarkan mu mengacaukan hari ku?"tanya Adam dengan kesal.


"Maaf Adam,bukan begitu maksud ku."


"Jadi apa maksud mu?"


Adam melotot kearah Luna dengan tajam.


Luna tidak menjawab,dia hanya menunduk tidak berani menatap kearah Adam.


"Kau pikir aku mau menikah dengan perempuan gila seperti mu?"tanya Adam kemudian.


Wajah Luna langsung terlihat sedih,dia hanya ingin tinggal disana untuk beberapa saat lagi dan melakukan apa yang perlu,tapi Adam menganggapnya perempuan gila yang menghancurkan harinya.


"Adam aku..."Luna mulai menangis.


Adam berdecak kesal melihat air matanya.


"Jangan menangis,kau kira dengan menangis aku akan kasihan padamu?"teriaknya


Luna hanya bisa menghapus air matanya.dia tidak tahu Adam akan begitu membencinya.


"Maaf Adam...maaf."


Dia mulai terisak,seharusnya dia tidak datang ke inggris dan membuat orang yang dia cintai malah membencinya.seharusnya dia cukup mencintai Adam secara diam-diam dan cukup mengagumi pria itu dalam hatinya.


"Dengarkan perkataan ku baik-baik."


"Jangan kau anggap serius kejadian kemarin,aku tidak suka melihat mu yang terus bersembunyi."


"Apa kau tahu?dengan sikap mu itu kau menganggap ku seperti ada dan tidak!"katanya lagi


Luna tercengang,apa Adam marah padanya karena dia mengabaikan nya?


"Maaf,aku tidak tahu jika sikap ku membuat mu marah."


"Tapi bukankah seharusnya kau senang aku mengabaikan mu?"tanya Luna sedikit memancing.


Wajah Adam lansung menegang.apa Luna tahu maksudnya?


Memang dia tidak suka Luna berada dirumahnya.tapi dia lebih tidak suka jika diabaikan seolah-olah dia tidak ada disana.


"Pokoknya jangan lakukan lagi dan lupakan kejadian kemarin."pinta nya


Adam segera bangkit berdiri hendak meninggalkan Luna tapi wanita itu segera meraih tangannya.


"Apa kau sudah makan?"


Adam hanya melihat kearahnya dan menggeleng.


"Kalau begitu mari makan bersama."


Luna menarik tangannya dan tersenyum dengan manis,tidak terlihat lagi kesedihan diwajahnya.


Walaupun dia tahu tidak akan pernah bisa membuat Adam mencintainya tapi dia bahagia bisa tinggal bersama Adam.


Adam menarik nafasnya dan mengikuti Luna.


Beberapa hari lagi,dia akan membiarkan Luna disana dan setelah itu wanita itu akan pergi dan tidak akan mengganggu dirinya lagi untuk selamanya.