
Luna melihat pantulan dirinya didepan cermin,para perias wajah profesional sedang merias wajahnya agar terlihat cantik maksimal.
Hari ini adalah hari pernikahannya dengan putra pak Han.
Setelah kembali dari inggris,kedua orang tuanya langsung mengatur pertemuannya dengan calon suaminya.
Luna tidak bisa menolak lagi,dia pun sudah bertekad akan menikah dengan calon tunangannya dan melupakan Adam untuk seumur hidupnya.
Sudah hampir dua minggu dia kembali,dia berusaha menerima Young Woon Han calon suaminya.
Dia berusaha mencintai pria itu,walaupun cinta nya hanya untuk Adam,tapi Luna berusaha.
Berusaha tersenyum didepan calon suaminya,berusaha bersikap manis didepan pria itu.
Dia juga menghabiskan waktu dengan calon suaminya untuk fitting pakaian pengantin,mencari tempat untuk acara pernikahannya dan berusaha terlihat bahagia didepan Young Woon Han.
Walaupun dalam hatinya sakit,dia tidak bisa begitu cepat memberikan cinta nya untuk Woon Han,tapi dia akan berusaha dan belajar untuk mencintai pria itu.
Woon Han pria yang baik,dia tidak mau mengecewakan nya dan membuat pria itu sakit hati.
Luna kembali melihat dirinya dicermin,para perias wajah itu keluar dari sana setelah selesai merias wajahnya.setelah hari ini maka dia akan menjadi istri Young Woon Han.
"Luna,apa kau sudah siap?"ibunya masuk kedalam untuk menemuinya.
"Ibu,apakah semua ini sudah benar?"tanya nya
"Luna,semuanya sudah benar."jawab ibunya.
"Tapi bu?"
Ibunya memeluk dirinya dan membelai punggungnya dengan lembut.
"Luna,Woon Han sangat mencintai mu.mungkin sekarang kau belum bisa mencintainya,tapi seiring berjalan nya waktu dan kau sudah tinggal bersamanya maka cinta mu untuk nya akan tumbuh dengan sendirinya."
"Lupakan cinta mu saat ini,belajarnya untuk mencintai suami mu nanti."nasehat ibunya.
Luna menarik nafasnya dengan berat,seminggu ini dia sudah berusaha belajar untuk mencintai Young Woon Han tapi tidak bisa.yang selalu ada dihatinya hanya Adam saja.
"Bu,aku?"
Luna mulai menangis,ini hari yang sangat tidak dia inginkan dan dia akan membenci hari ini untuk seumur hidupnya.
"Shhhttt...jangan banyak berpikir lagi.segeralah bersiap,ayahmu akan mengantarkan mu pada suami mu"
Ibunya mengusap air matanya,dan kembali memeluknya dengan erat.
"Luna,aku dan ayahmu juga berat melepaskan mu.tapi kami harus!"
"Putra pak Han sangat baik,tidak mudah mendapatkan pria seperti itu untuk menjadi suami.kebanyakan pria diluar sana kaya dan brengsek."
"Kami tidak ingin hidup mu berakhir dengan pria seperti itu,kami ingin kau bisa bahagia menikah dengan pria yang baik yang akan mencintai mu seumur hidupmu."
"Dan Young Woon Han adalah pria yang tepat untuk mu."kata ibunya panjang lebar.
Luna mengangguk,dia mengerti dengan kekawatiran ibunya dan apa yang dikatakan ibunya sangat benar adanya.
"Baiklah bu,aku akan mencoba mencintai Woon Han dan melupakan Adam."katanya dengan mantap.
"Baguslah!hapuslah air mata mu,tersenyumlah dengan manis dan temui lah Woon Han yang telah menunggu mu!"
Luna mengangguk dan segera keluar dari ruangan itu bersama dengan ibunya.
Ayahnya telah menunggunya didepan pintu,siap mengantarkan putrinya untuk menemui calon suaminya.
Saat pintu terbuka semua mata tertuju kearahnya,para tamu sudah menunggu mempelai wanita yang terlihat sangat cantik itu.
Young Woon Han berdiri didepan altar,tersenyum melihat calon istrinya yang sedang berdiri didepan pintu siap untuk menjadi istrinya.
Tapi saat dia mulai melangkahkan kaki nya dengan pelan,bayang-bayang Adam kembali melitas diingatannya.
Wajahnya,ciuman yang mereka lakukan,bahkan kejadian malam itu terlihat jelas dikepalanya.
Hal ini belum dia katakan pada siapapun,bahkan pada calon suaminya.apakah Woon Han akan menerima nya jika tahu dia sudah tidak perawan lagi?
Luna berjalan penuh kebimbangan,haruskah dia katakan saat itu juga sebelum dia benar-benar menjadi istri Woon Han?
Dia menghentikan langkahnya sejenak,mulai ragu untuk melanjutkan pernikahan itu.
Para tamu undangan menatap kearahnya dengan penuh tanda tanya,Woon Han yang berdiri didepan altarpun melihatnya dengan heran.
"Luna,kenapa kau berhenti."bisik ayahnya.
"Cepatlah,jangan membuat ku malu!"katanya lagi
Luna melihat ayahnya dengan perasaan bersalah,seharusnya dia mengatakan ini pada Woon Han sebelum hari pernikahannya.
Tapi jika dia mengatakan yang sebenarnya saat ini bukankah ayahnya akan sangat malu sekarang?
Dia tidak punya pilihan,Luna kembali melangkahkan kakinya,dalam hati berharap ada superhero yang datang menghentikan pernikahan yang tak diinginkannya itu.
Saat tiba didepan altar,Woon Han mengulurkan tangannya pada calon istrinya.
Luna menerima tangannya dengan ragu,apakah semua ini sudah benar?
Saat pendeta sudah mulai membacakan janji pernikahan didepan mereka dan meminta mereka untuk bersumpah janji setia,Woon Han mengucapkan janji setia itu dengan mantap didepan semu orang.
Saat pendeta menanyakan apakah Luna bersedia menjadi istri Woon Han dia hanya diam tidak menjawab pertanyaan pendeta itu.
Semua orang mulai berisik-bisik dan melihat kearah mereka.ada apa dengan pengantin wanitanya?
"Luna,kenapa kau tidak menjawab pertanyaan pendeta?"Woon Han mulai terlihat kesal.
"Han,sebelum aku mengucapkan janji ku.aku ingin bertanya sesuatu pada mu!"katanya
"Apa itu?"
"Apa kau akan tetap mencintaiku apapun yang akan terjadi nanti?"tanya nya
"Tentu saja bodoh,bukankah aku sudah bersumpah tadi."jawab Woon Han
"Apa kau tahu aku sedang mencintai orang lain saat ini?"tanyanya kembali.
Woon Han menarik nafasnya,dia tahu,dia tahu Luna pergi ke inggris untuk menemui pria yang dicintainya.
"Aku tahu!aku tahu kau tidak mencintai ku saat ini.tapi aku berharap setelah menikah kau mau mencintai ku."jawabnya.
Luna tersenyum mendengarnya.
"Baiklah,mari kita lanjutkan."katanya
Suasana kembali tenang,pendeta kembali melanjutkan pemberkatan itu dan bertanya padanya.
"Luna Kim,apa kau bersedia menjadi istri Young Woon Han dalam suka maupun duka?"
"Aku.....?"
"Aku keberatan!"
Terdengar suara seorang pria dari depan pintu.
Semua mata tertuju pada pria itu,dan Luna tidak percaya melihat pria yang sedang berdiri didepan pintu sambil menatap kearahnya