
"Kenapa kau berteriak seperti itu?"
Tanya Adam yang berjalan dari pintu depan.
Pria itu baru saja mengantar kepergian Ben setelah memberikan sebuah map untuk nya.
Claudia menatap kakaknya dengan perasaan marah.
"Kak,apa ini?"
Tanya nya sambil menyodorkan map yang dipegang nya.
"Sialan,kenapa map itu bisa berada ditangan Claudia."pikirannya
Map itu berisi informasi dan foto-foto tentang Briant.
"Bukan apa-apa."jawab Adam
"Jangan bohong kak,jawab dengan jujur apa yang mau kakak lakukan pada Briant?"
"Tidak ada,aku tidak melakukan apa pun."
Bohong Adam.
"Kak,aku tahu sifat kakak.jangan berbohong pada ku."
Claudia mulai menangis.
"Aku mohon kak,jangan sakiti Briant dan ibu nya."
"Kenapa?"
"Kenapa tidak boleh?"
"Mereka boleh menyakiti mu tapi kenapa aku tidak boleh membalas perbuatan mereka?"
"Apa kau masih mencintai Briant?"
Tanya pria itu.
"Kak,aku tidak mencintai nya lagi.tapi please kak,jangan sakiti mereka."mohon Claudia.
"Tidak,aku tidak akan melepaskan mereka"teriak Adam
Asisten pribadi nya yang berada dibelakang langsung keluar untuk melihat dua bersaudara itu saat mendengar teriakan Adam.
"Kak,please jangan kak."
Mohon Claudia lagi.
"Kak,dalam rumah tangga tidak selalu harus berakhir bahagia.kami hanya tidak berjodoh."
"Untuk apa kakak membalas perbuatan mereka,nanti dengan sendirinya mereka akan menerima akibat nya"
"Lagi pula aku sudah melihat Briant begitu menyesal kehilangan ku."
"Aku sudah melupakan itu semua dan aku sangat bahagia menjalani kehidupan ku sekarang dengan kakak."
"Tidak ada rasa benci sedikit pun dalam hati ku pada mereka"
"Aku mohon kak,lepaskan mereka.jangan menyakiti siapa pun."
Mohon nya lagi
Adam hanya diam mendengar perkataan adik nya itu,dia sangat merasa menyesal kenapa adik nya itu harus tahu apa yang dia rencana kan.
Adam melotot pada asisten pribadi nya yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Mata nya seolah-olah berkata"akan ku bunuh kau!"
Asisten pribadi nya langsung ketakutan dan mengundur kan diri,dia juga tidak menyangka jika bos nya sedang tidak berada didalam ruangan itu.
"Kak" panggil Claudia
"Please,lepaskan mereka.anggap ini permintaan ku untuk seumur hidup ku." katanya lagi
Adam menarik nafas nya dengan berat.
Claudia menggeleng.
"Tidak,ini bukan untuk ku."
"Ini semua untuk melampiaskan semua kekecewaan kakak pada Briant."
"Jika kakak masih ingin menyakiti nya maka aku akan kembali ke indonesia." kata wanita itu.
"Claudia,berhenti!"teriak Adam saat adik nya hendak meninggalkan nya.
Claudia menghentikan langkah nya,dia tidak ingin melihat kakak nya saat itu
"Aku sangat kecewa pada kakak"
"Jika kakak mau membalas perbuatan Briant maka aku akan kembali pada nya"
"Maka kami akan hancur bersama-sama"
Kata nya sambil terisak.
Toh dia mau meminta ijin pada kakak nya untuk kembali keindonesia.dia tidak menyangka jika kakaknya benar-benar akan menghancurkan Briant.
Adam melangkah mendekati nya dan memegang tangan nya
"Dengar kan aku......"
Ucapan nya terpotong karena Claudia menepis tangan nya dan memotong perkataan nya.
"Tidak...kakak yang dengar kan aku."
"Batal kan rencana kakak.kalau tidak aku akan membenci kakak untuk seumur hidup ku,dan aku tidak akan mau menemui kakak lagi"kata nya
Adam menarik nafas nya dengan berat.
"Kebiasaan mu,dari dulu selalu begini tidak mau mendengar penjelasan orang lain"
"Kau selalu menghindar dan membuat permasalahan semakin besar."
Mendengar perkataan Adam serasa jantung Claudia ditikam oleh pisau.
Hari itu dia juga tidak mau mendengar penjelasan dari Kevin sehingga membuat mereka berlarut-larut dalam kesalah pahaman.
Seandainya dia mau mendengar penjelasan Kevin dan menunggu pria itu mungkin mereka tidak akan berpisah.
Kevin pasti punya alasan tersendiri dan kenapa dia tidak mau mendengar perkataan pria itu barang sedikit?
Air mata nya kembali mengalir,rasa penyesalan muncul dihati nya karena telah lari dari Kevin.
Seharusnya dia menunggu...menunggu pria itu datang dan menjelas kan semua nya.
Claudia mengusap air mata nya,pikiran berkecamuk,perasaan nya kacau balau.
Entah apa yang harus dia lakukan sekarang.jika kembali pada Kevin apakah pria itu mau menerima nya kembali?
"Claudia,jangan menangis.aku akan.."
Perkataan Adam kembali terhenti karena tiba-tiba tubuh Claudia oleng kesamping.
Untung Adam langsung menangkap tubuh adik nya sehingga tidak terjatuh ke atas lantai.
"Claudia...."teriak nya dengan panik
Asisten pribadi yang sudah mengundur kan diri tadi kembali berlari mendengar teriakan bos nya yang begitu panik.
"Ada apa bos?"..tanya nya
"Panggil dokter,cepat!"
Teriak Adam.
Pria itu segera menggendong tubuh Claudia yang pingsan dan membawa nya kedalam kamar nya.
Dia sangat cemas,entah apa yang sedang terjadi dengan adik nya.