I'm Not Barren

I'm Not Barren
Adam dan Mr Ronald.



Adam yang berjalan keruang tamu mendengar sedikit pembicaraan mereka.


"Siapa yang menggoda siapa?"tanya nya


Mendengar suara nya sontak saja para tamu dan adiknya langsung bangkit berdiri.


Mr Ronald membalikkan badan nya dan sangat kaget melihat pria yang berjalan kearah mereka dengan tampang dingin nya.


"Wah,Mr Adam,sangat beruntung bertemu anda disini."ujar nya


Pria itu segera mendekati Adam dan menggulurkan tangan nya.


Mr Ronald sudah beberapa kali bertemu dengan pria itu dan berbicara dengan nya diberbagai pesta yang dia hadiri.


"Aku tidak menyangka Mr Ronald bisa ada disini."


Adam menyambut tangan pria itu dengan tatapan yang begitu dingin.


"Selamat siang Mr Adam."


Mariana menghampiri kedua pria itu dan mengulurkan tangan nya yang langsung disambut oleh Adam.


"Jadi ini kedua orang tua mu?"


Adam bertanya kepada Kevin.


Kevin mengangguk.


"Jadi kau dan Claudia.?"


Mr Ronald menatap Clauida dan Adam secara bergantian.


"Dia adik ku!" Adam menjawab dengan cepat.


"Wah...aku tidak menyangka?"


"Kenapa anak tengik itu tidak bilang,kalau aku tahu Claudia punya kakak yang hebat ini tentu aku tidak akan melarang dia menikahi perempuan ini."pikir Mr Ronald dalam hati


"Jadi,kalau aku tidak salah dengar anda mengatakan bahwa adik saya menggoda anak anda?"


Adam menatap tajam ke arah Mr Ronald.


"Ah...ha...ha...ha..


anda salah dengar."


Mr Ronald berkata dengan canggung.


Adam hanya diam dan masih menatap pria itu.


"Kak,bukan seperti itu."sela Claudia.


"Kau diam lah!"


Adam menarik tangan Claudia yang berjalan kearah nya sehingga wanita itu berada disisi nya.


Kevin memijat pelipis nya,padahal dia sudah memperingati ayah nya tapi tetap saja ayah nya begitu menyebalkan.


Pria itu mendekati ayah nya.


"Seharus nya sebelum masuk aku menyumbat mulut dady"pikir nya kesal.


"Bisa kau jelas kan perkataan tadi Mr Ronald?"


Tanya Adam lagi.


"Anda salah dengar Mr Adam."kilah Mr Ronald.


Pria itu melirik Kevin sejenak,kemudian tangan nya merangkul leher anak nya sehingga tubuh Kevin sedikit membungkuk.


"Aku memperingati anak tengik ini untuk tidak menggoda Claudia karena waktu itu dia masih bersuami."kilah nya lagi.


"Benar kan Kevin?"


Kevin mengangguk.


Adam masih tetap diam


"Mereka kira aku tuli."pikir nya


Kemudian pria itu menarik nafas nya.beruntungnya suasana hati nya sedang baik jika tidak mungkin dia akan mengusir mereka dari rumah nya.


"Ya sudah lah,aku juga bersyukur adik ku menggoda anak mu bukan nya menggoda mu Mr Ronald."kata pria itu.


Suana hening sesaat.


"Haaa....ha...ha...ha...."Mr Ronald tertawa dengan canggung.


"Anda benar Mr Adam."kata pria itu.


"Dady stupid."maki Kevin dalam hati


Adam mempersilahkan mereka untuk kembali duduk dan memerintahkan para pelayan untuk menyiap kan minuman.


Kevin hendak menyusul tapi langsung ditahan oleh ayah nya.


"Kevin."Mr Ronald memanggil anak nya dengan pelan.


Kevin berbalik untuk melihat ayah nya.


"Good boy."Mr Ronald mengancungknan jari jempol nya.


"Dad,i will kill you."bisik Kevin dengan pelan.


Pria itu melirik kearah ibu,Mariana mengerti maksud anak nya dan segera meyubit perut suami nya.


"Jaga sikap dady."ancam Mariana.


Mr Ronald memgangguk sambil memegangi perut nya,setelah tahu siapa orang yang Kevin maksud berada dibelakang Claudia tentu dia sangat setuju dengan keputusan anak nya.


"Jadi,kapan kalian akan menikah?"


Adam membuka suara nya tanpa basa basi saat tamu-tamu nya sudah duduk kembali diatas sofa.


"Secepat nya,jika kak Adam ijin kan aku akan membawa Caludia untuk menyiap kan pernikahan kami."jawab Kevin


Adam melirik ke arah adik nya sejenak.


"Pernikahan seperti apa yang kau ingin kan?"tanya nya.


"Kak,aku sudah pernah menikah,sudah pernah memakai gaun pengantin yang indah."


"Aku hanya ingin pernikahan yang sederhana saja yang disaksikan oleh keluarga dan sahabat,lagi pula aku hanya punya kakak."


"Tapi semua terserah Kevin,aku akan mengikuti keinginan nya."kata Claudia lagi.


"Apa kau tidak ingin pernikahan yang megah?"tanya Kevin


"Jika kau mau,aku akan menyiapkan semua nya untuk mu."


Claudia menggeleng.


"Tidak,aku sudah belajar dari kehidupan ku sebelum nya.pesta yang megah tidak bisa membuat pernikahan kita bahagia."


"Betul sekali."sela Mariana.


"Wah,aku sangat senang."


"Kevin,kau sangat beruntung mandapat kan wanita yang baik."


"Menantu seperti ini lah yang ibu ingin kan,benar kata nak Claudia,bukan pesta yang megah yang membuat pernikahan menjadi bahagia."


"Tapi bagaimana cara kalian menjalani kehidupan rumah tangga kalian dan saling mengisi kekurangan masing-masing."kata Mariana panjang lebar.


Claudia tersenyum senang,ibu Kevin benar-benar mengerti maksud nya.


"Jadi,kau hanya menginginkan pesta yang sederhana?"tanya Kevin


"Semua terserah pada mu,aku sudah pernah menikah dan kau....kau pantas mendapatkan pernikahan yang kau inginkan dan aku akan mengikuti mu."


"Tidak,cukup menjadi kan mu milik mu sudah membuat ku senang."ujar pria itu.


"Claudia,apa kau yakin dengan keinginan mu?"tanya Adam


"Iya kak."


"Bagaimana dengn Mr Ronald?sesuai perkataan adik ku,kalian bisa menyiap kan pernikahan yang kalian ingin kan."


"Kalian bisa menyiapkan pesta yang mewah jika ingin mengundang sahabat dan kolega kalian."ujarnya.


"Wah,Mr Adam.jika kau saja setuju dengan keputusan adik mu bagaimana aku bisa menolak."


"Mereka yang mau menikah,biarkan saja mereka yang memutus kan."jawab nya.


Dia harus berhati-hati dalam berbicara takut jika menyinggung perasaan pria itu.


"Bagus."


"Jadi,Claudia,Kevin.kalian bisa mengatur acara pernikahan kalian,kalau bisa jangan terlalu lama."saran nya


"Tentu kak Adam,secepat nya."jawaban Kevin dengan mantap.


Selagi mereka berbicara dengan serius tiba-tiba pria yang berjaga didepan pintu berlari menerobos masuk kedalam dan menghampiri mereka.


"Bos....bos...."teriak orang itu.


Adam bangkit berdiri,wajah nya langsung gelap menahan amarah.


"Apa kau buta tidak lihat aku sedang berbicara dengan tamu ku?"


Teriak pria itu,suara nya menggema diseluruh ruangan dan membuat para tamu nya saling pandang.


"Maaf bos,di luar ada..........?"