I'm Not Barren

I'm Not Barren
Last Chapter.



Disebuah kamar hotel,sepasang suami istri aneh yang baru saja melangsungkan pernikahannya dengan aneh pula sedang memadu kasih.


Dikamar yang mulai terasa panas terdengar suara desahan yang keluar dari bibir mereka berdua.


Adam membelai tubuh Luna dan menciumi pengantinnya dengan liar.


Luna pun membalas sentuhan Adam,tangannya juga tidak tinggal diam dan terus membelai tubuh Adam.


Mereka menikmati saat itu,saat paling membahagiakan dalam hidup mereka.


Malam itu cinta mereka menjadi nyata,Luna sangat bahagia,cinta yang dia kejar akhirnya dia dapatkan juga.


Adam menyatukan tubuh mereka dan Luna mengcengkram bahunya kuat-kuat.mereka melepaskan hasrat mereka dalam lautan cinta yang terjalin diantara mereka berdua.


Adam terus mengerakkan tubuhnya dan membisikkan cinta ditelinga Luna berkali-kali.


Luna sangat bahagia dan memeluk tubuhnya dengan erat.siapa sangka pria dingin seperti Adam dapat mengatakan cinta berkali-kali malam itu.


Mereka saling ******* bibir satu sama lain hingga melepaskan puncak kenikmatan diantara mereka.


Mereka tertidur kelelahan karena telah menyelesaikan olahraga panas mereka.


Adam memeluk tubuh Luna dengan erat,memeluk wanita yang akan menemaninya seumur hidup.


Dia akan membawa Luna pulang ke inggris,menjadikannya nyonya rumah yang akan menemaninya tidur setiap malam,membangungkan nya dengan senyuman setiap pagi,yang akan menyiapkan kopi untuknya.


Dan tentu saja yang akan menemaninya melewati banyak hal dan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.


.


.


Setelah seminggu berada dikorea,Adam membawa Luna kembali ke inggris.dirumahnya,adik kesayangannya telah menunggu dengan senyum mengembang menyambut kedatangan mereka.


Sekarang Adam merasa bahagia,tidak saja bisa menjaga adiknya tapi dia juga bisa mendapatkan pendamping hidup yang akan selalu menemaninya.


Dan saat nanti,dia akan memiliki banyak anak dirumahnya.


.


.


.


.


Beberapa tahun pun telah berlalu,Luna telah melahirkan seorang putra untuk Adam dan sedang mengandung anak kedua nya.


Adam begitu bahagia,dia berencana memiliki banyak anak supaya tidak seperti dirinya yang hanya memiliki satu adik saja.


Hari itu,Adam harus melepaskan adiknya kembali ke indonesia.


Kevin dan Claudia harus pulang ke indonesia karena Mr.Ronald yang sedang sakit.mereka kembali untuk melihat keadaan orang tua itu.


Chris sudah berumur lima tahun saat ini,pada saat Chris berumur tiga tahun,Claudia hamil anak keduanya dan mendapatkan seorang anak perempuan.


Saat ini mereka sedang jalan-jalan disebuah mall yang ada di ibukota,setelah melihat keadaan Mr Ronald mereka memutuskan membawa anak-anak mereka pergi bermain di mall.


Chris begitu bersemangat saat melihat sebuah pajangan robot yang terpajang disebuah toko mainan.


Pria kecil itu berlari dengan gembira,Kevin sedang menggendong anak perempuannya dan Claudia pun berlari mengejar Chris.


Dia takut Chris akan hilang karena pengunjung di mall itu sangatlah ramai.


"Chris,jangan berlari seperti itu!"


Chris berlari dengan lincah melewati para pengunjung,Claudia kewalahan karena Chris berlari dengan cepatnya.


"Momy,cepat!"teriak pria kecil itu.


"Sayang,jangan buru-buru.nanti kau bisa terjatuh."


Chris berlari tanpa memperdulikan peringatan ibunya,dia berlari sampai menabrak seseorang yang berdiri didepannya.


"Ouch"pria kecil itu terjatuh diatas lantai.


Pria yang ditabrak oleh Chris melihat kearahnya,mengangkat Chris dan membawa pria kecil itu dalam gendongannya.


"Sorry,uncle."kata Chris.


"Chris,apa momy bilang."Claudia mengatur nafasnya yang mulai terengah-engah.


"Claudia!"


Claudia melihat pria yang sedang menggendong Chris dan tertegun,pria itu pun juga sama tertegun melihatnya.


"Mas Briant."


Pria yang ditabrak oleh Chris adalah Briant,sudah sekian lama tidak melihat mantan istrinya dan dia tidak menyangka akan bertemu disana.


"Apa ini anak mu?"tanya nya


Claudia tersenyum dan mengangguk.


"Apa kabar mu mas?"


"Aku,seperti biasa."jawab Briant.


"Apa kabar ibu mu?"tanya nya lagi


"Ibu ku,sudah meninggal dua tahun lalu karena penyakitnya."


"Maaf mas,aku turut berduka cita."Claudia merasa tidak enak hati mendengar nya.


"Tidak apa-apa.apa kau hanya berdua saja?"tanya Briant.


"Tidak,Kevin dan putri ku sedang melihat sesuatu disana."jawabnya.


"Jadi kau sudah memiliki dua anak?"


Claudia kembali mengangguk.


"Momy,ayo cepat.aku ingin membeli robot itu."rengek Chris yang berada digendongan Briant.


"Baik sayang."


Claudia segera mengambil Chris dari gendongan Briant.


"Maaf ya mas,jaga dirimu baik-baik."


Claudia segera membawa Chris menghampiri toko mainan yang tidak jauh lagi dari mereka.


Briant tersenyum dan melihat kepergian mereka,ada sebuah kelegaan dalam hatinya.sekarang dia sudah biasa saja melihat wanita yang pernah dicintainya dulu.


"Sayang,apa yang kau lihat?"Jane yang habis dari kamar mandi menghampirinya.


"Oh,tidak ada.aku hanya melihat anak kecil itu begitu lucu."jawabnya.


Briant melihat kearah Claudia yang tampak bahagia bersama putra nya,dia melihat Kevin yang sedang menggendong gadis cantik dan berjalan menghampiri Claudia.


Dia juga melihat Kevin mengecup pipi claudia dengan mesra dan terpancar kebahagiaan dari wajah wanita itu.


"Anak?sayang bagaimana jika kita mengadopsi anak?"tanya Jane


"Boleh,bagaimana jika kita mengadopsi anak laki-laki dan perempuan."


"Benar kah?"tanya Jane bersemangat.


Briant mengangguk dan memeluk pinggang Jane,dia melangkah meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang ringan.


Claudia sudah bahagia dengan Kevin,dan dia pun bahagia bersama dengan Jane.


END


#Terima kasih telah membaca.


#Terima kasih kritik dan sarannya.


#Terima kasih jempolnya.


#Terima kasih juga telah bersabar menunggu story ini.


#Semoga ceritanya menghibur dan endingnya memuaskan.