
Adam mengambil nafasnya saat hendak masuk kedalam rumahnya,dia akan melakukan seperti yang disarankan oleh Ben jika nanti berhadapan dengan Luna.
Memang bukan gayanya,tapi dia akan mencoba.mungkin dengan begitu Luna akan berhenti mengejarnya.
Adam masuk kedalam rumahnya tapi sudah sepi tidak ada siapa-siapa,yah memang seperti itu keadaan rumahnya setiap hari.sunyi dan hampa.
Pria itu segera menuju lantai atas,dia melewati kamar yang dulunya dipakai oleh adiknya.tapi sekarang kamar itu sedang ditempeti oleh Luna.
Samar-samar Adam mendengar suara isakan tangis,dia segera mendekati pintu kamar dan mencoba mendengar apa yang terjadi didalam.
Terdengar suara orang sedang berbicara dalam bahasa korea dan terdengar pula tangisan Luna didalam sana.
Adam mengetuk pintu itu pelan,dia ingin tahu dengan siapa Luna berbicara.
Luna segera membuka pintu kamarnya dan sangat kaget mendapati Adam berdiri disana.dia segera menyeka air matanya dan berusaha tersenyum pada Adam.
"Apa yang terjadi padamu?"tanya Adam.
"Tidak..tidak ada."
Adam segera menerobos masuk kedalam kamar,dia kira Luna sedang menyembunyikan orang lain ternyata suara itu hanya dari televisi yang sedang menyala.
Luna sangat heran.apa yang dicari Adam?
"Kau menangis gara-gara ini?"tanya Adam
Luna mengangguk,dia memang sedang menonton drama sedih.
Adam menarik nafasnya dan duduk disisi ranjang,dia sudah berprasangka buruk pada Luna.
Luna segera menghampirinya dan duduk disisinya.
"Apa kau sudah makan?"tanya nya
Adam hanya mengangguk.
Luna tersenyum dan kembali melihat layar televisi.
"Apa bagusnya drama seperti ini?"
Luna memalingkan wajahnya dan melihat kearah Adam.
"Kau tidak akan mengerti."jawabnya
"Adik ku saja tidak pernah menonton drama seperti ini!"
"Adik?Adam,aku perhatikan kau seperti sister complex."
"Apa kau bilang?"Adam mulai kesal.
Luna tertawa,dia hanya menggoda Adam dan tidak serius dengan ucapannya.
Adam melihat wanita cantik yang sedang tertawa itu,perkataan Ben kembali terngiang dikepalanya.
Luna begitu fokus dengan drama yang sedang dilihatnya,Adam memalingkan wajahnya dan melihat film apa yang sedang dilihat oleh Luna dengan serius.
Drama itu menunjukkan sepasang kekasih yang telah lama tidak bertemu,air mata Luna pun kembali menetes.
Adam memperhatikkan nya dan berdecak kesal.
"Drama seperti ini saja bisa membuat mu menangis?"katanya kesal
Adam menarik selembar tisu dan memberikannya pada Luna,Luna hendak mengambil tisu itu tapi tanpa sengaja tangannya menyentuh tangan Adam.
"Ma...maaf."Luna tersipu malu dan segera kembali memalingkan wajahnya ketelivisi.
Adam hanya cuek dan kembali melihat kelayar televisi.
Luna malu melihatnya,dia malu karena Adam ada disisinya dan menyaksikan adegan itu.
Luna memberanikan diri untuk melihat kearah Adam dan ternyata pria itu sedang melihat kearahnya dengan lekat.
Mereka mulai saling pandang untuk sesaat.
Luna menelan ludahnya dan mulai salah tingkah,Adam mendekatkan wajahnya dan Luna hanya bisa memejamkan matanya.
Adam melihat Luna dengan lekat,wanita itu memejamkan matanya bertanda sudah siap dicium olehnya.perkataan Ben kembali terngiang-ngiang ditelinga nya.
"Sialan Ben!"makinya dalam hati
Adam langsung menciumi bibir Luna,Luna terbelalak kaget,dia kira Adam tidak akan melakukan itu.
Luna mengalungkan tangannya keleher Adam,seperti adegan yang sedang diputar ditelevisi,mereka juga semakin memperdalam ciuman mereka.
Adam mengangkat tubuh Luna dan mendudukkan nya diatas pangkuannya,entah kenapa saran Ben terus berputar dikepalanya bagaikan menghipnotisnya.
Luna benar-benar salah tingkah dibuatnya,Adam memasukkan tangannya dan mulai membelai punggung Luna yang terasa halus.
Pria itu seperti kehilangan akal sehat dan terhipnotis oleh perkataan Ben.
Adam memasukkan lidahnya kemulut Luna dan wanita itu membalas permainan lidahnya.
Api gairah mulai terpercik diantara mereka,Adam yang sudah kehilangan akal sehat langsung mengangkat baju yang dikenakan oleh Luna dan melepaskannya.
Luna menutupi dadanya karena malu,Adam hanya melihatnya sekilas.mereka tidak berbicara satu sama lain dan kembali berciuman dengan liar.
Pelan tapi pasti Adam mulai melepaskan kait bra yang dipakai Luna sehingga penutup kedua bukitnya lepas dan memperlihatkan isinya yang menantang.
Wajah Luna merona,tangan Adam mulai meraba dadanya.Luna mendesah saat merasakan sentuhan tangan Adam yang besar,tangan pria itu terasa hangat dan terasa lembut di kulitnya.
Luna melengkungkan badannya,mengcengkram rambut Adam saat pria itu mulai bermain didadanya.
Dia tahu itu salah,tapi entah kenapa dia tidak mau menghentikan aksi Adam.
Luna mendesah dengan panjang saat lidah Adam mulai bermain di ujung dadanya.dia tahu Adam tidak mencintainya tapi dia bahagia bisa merasakan sentuhan Adam.
"A..dam..!"panggil Luna dengan nafas yang tersengal-sengal.
Adam tersadar saat mendengar panggilan Luna,dia segera melepaskan bibirnya dari dada Luna dan mendorong tubuh wanita itu diatas ranjang.
Dengan nafas yang memburu Adam melotot kearah Luna.
Bisa-bisa nya dia melakukan hal itu dengan Luna?
Luna melihat kearah Adam dengan heran,ada apa dengan pria itu?
Mereka saling pandang sesaat,Adam segera memungut baju Luna dan melemparkannya kearah wanita itu.
Tanpa berkata apa-apa pria itu langsung pergi meninggalkan Luna.
Adam mengumpat diluar sana dan Luna dapat mendengarnya.
Luna menyembunyikan wajahnya,dia sangat malu dengan apa yang barusan mereka lakukan.
"Oh Tuhan,semoga dia tidak membenci ku."doanya dalam hati.
Sedangkan Adam masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu kamarnya dengan kencang.
Adam mengusap wajahnya frustasi,dia segera melangkah menuju kamar mandi,melepaskan pakaiannya dan menyalakan air dingin.
Adam berdiri dibawah air dingin sambil mengutuki sahabat nya Ben.
"Ben,awas kau nanti. aku tidak akan mengampuni mu!"