
Malam itu Claudia sedang makan malam bersama kakak nya di sebuah restoran,setelah mereka berjalan-jalan Adam mengajak nya kesebuah restoran untuk makan malam.
Tapi saat Claudia memasukkan makanan kedalam mulut nya wanita itu segera bangkit berdiri dan berlari kecil ke kamar mandi.
Dia merasa kembali mual,Claudia benar-benar bingung.semenjak tiba di london,sudah berkali-kali dia mengalami hal seperti itu.
Sudah satu minggu dia berada disana,dan selama satu minggu itu hampir setiap makanan yang masuk kedalam perutnya keluar lagi.
Adam ingin membawa nya kerumah sakit tapi dia menolak,dia pikir hanya kurang cocok saja dengan makanan disana.
"Claudia,apa kau baik-baik saja?"tanya Adam dengan kawatir saat adiknya itu sudah kembali kemeja mereka.
Adam sangat kaget saat melihat Claudia tiba-tiba bangkit berdiri dan berlari kekamar kecil.
Tapi selama seminggu adik nya disana dia sudah melihat hal itu berkali-kali.
Claudia mengangguk dengan lemah,selera nya untuk makan hilang seketika.
Adam meletakkan pisau yang sedang dipegang nya,pria itu pun bahkan belum menyentuh daging yang tersaji dipiring nya.
"Ayo,kita kerumah sakit."ajak nya
"Tidak perlu kak,aku sudah baik-baik saja."tolak nya
"Kau selalu menolak,sedangkan kau selalu muntah saat makan.kamu harus tahu ada apa dengan mu?"kata Adam lagi
"Kak,Selama di indonesia aku baik-baik saja.aku rasa,aku cuma tidak cocok dengan makanan di sini."katanya
Adam menarik nafas nya dengan berat,dia sudah kehabisan kata-kata untuk mengajak adik nya itu untuk memeriksakan dirinya dirumah sakit.
Dia juga tidak tahu kenapa adiknya selalu muntah saat makan,mungkin perkataan adiknya benar.dia hanya tidak cocok dengan makanan disana.
"Ya sudah,ayo pulang."ajak nya
"Tapi kak,kau bahkan belum makan."
"Sudah tidak selera."jawab Adam dengan ketus
Setelah meminta bil dan membayar makanan yang baru dipotong sedikit oleh Claudia,mereka langsung keluar dari restoran itu.Claudia sangat merasa bersalah karena ulah nya kakak nya itu tidak jadi makan.
"Maaf kak."kata nya saat mereka sudah berada didalam mobil yang akan membawa mereka pulang.
"Tidak apa-apa.tapi lain kali jika terjadi lagi kau tidak boleh menolak untuk memeriksakan diri kerumah sakit "
Claudia mengangguk."Aku janji "kata nya
"Ya sudah,kita makan malam di rumah saja."kata Adam lagi
Saat mobil yang membawa mereka telah tiba,Claudia mengambil barang yang dibeli nya tadi dan segera turun.
Dia mengikuti Adam masuk kedalam rumah besar itu.
"Kak,aku mau istirahat saja.aku tidak berselera makan."kata nya
Adam menatap nya sejenak dan mengelus kepalanya "ya sudah."kata pria itu
Claudia tersenyum dan segera berjalan menuju anak tangga,seharian ini dia sangat lelah karena berjalan-jalan dikota itu.
Adam mengajak nya pergi ke Natural history museum dan ke Madame Tussauds yang ada dikota london.
Tentu saja dia sangat senang dapat melihat banyak hal ditempat-tempat yang mereka kunjungin.
Bahkan Adam berjanji pada nya akan mengajak nya pergi ketempat wisata-wisata yang ada dikota itu jika ada waktu senggang.
Wanita itu segera menuju kamar mandi dan segera membuka pakaian nya untuk mandi.badan nya terasa lengket karena seharian berjalan-jalan dikedua tempat itu.
Setelah selesai mandi Claudia segera mengambil ponsel nya yang berada didalam tas dan segera duduk disisi ranjang.
Sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk Wanita itu tersenyum melihat foto-foto yang diambil nya tadi.
Claudia memanyunkan bibirnya saat melihat ekspresi Adam yang begitu kaku saat mereka berfoto bersama.
Claudia segera membaringkan diri nya diatas ranjang,tiba-tiba dia teringat dengan Kevin.apa yang sedang dilakukan pria itu sekarang?
Claudia memutar tubuh nya dan memeluk bantal guling,dia rindu,sangat rindu dengan pria itu.
Selama ini dia berpura-pura tersenyum agar kakaknya tidak curiga,tapi didalam hati nya selalu menahan kerinduan pada pria itu.
Tanpa terasa air mata nya mengalir membasahi kedua pipi nya.apa tindakan nya sudah benar?
Apa dengan pergi dari sisi pria itu sudah benar tanpa mendengar kan penjelasan nya?
Siapa wanita yang bersama dengan nya waktu itu?seharus nya dia bertanya pada Kevin
Claudia mengusap air mata nya dan mulai menerka-nerka dalam hati.bisa saja wanita itu teman nya?
Jika wanita itu kekasihnya tidak mungkin Kevin akan melakukan perbuatan itu pada nya?
Claudia kembali teringat perbuatan Kevin saat itu.
Tiba-tiba wajah nya langsung pucat."ti....tidak mungkin."kata nya sambil bangkit dan duduk diatas ranjang.
Dengan cepat dia melihat tanggal diponsel nya,Claudia mulai menghitung dan tiba-tiba ponsel yang dipegang nya jatuh dari tangan nya.
"Oh...tidak..tidak mungkin."bisik nya pelan sambil memegangi perut nya
"Aku..aku tidak mungkin hamil."kata nya dengan suara yang bergetar.
"i....itu hanya sekali,bagaimana mungkin?"
"Tapi memang sejak kejadian itu aku sudah berhenti datang bulan."katanya lagi
Claudia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.tapi memang dia merasa aneh,sejak kedatangannya ke london dia sering merasa pusing dan mual.
Jika dibilang tidak cocok dengan makanan disana itu rasa nya mustahil sekali,beruntungnya tadi Adam percaya dengan alasan nya dan tidak memaksanya untuk kerumah sakit.
Walaupun dia belum pernah merasa kan hal itu tapi dia tahu gejala itu dari artikel yang dibaca nya di internet saat masih menjadi istri Briant.
Claudia mulai memeluk tubuh nya,bagaimana sekarang?
Jika dia hamil apa dia harus memberi tahukan hal ini pada Kevin?
Tapi apa pria itu akan percaya padannya setelah dia pergi meninggal kan nya?
Yang paling dia takut kan bagaimana jika sampai kakak nya tahu permasalahan ini?
Claudia menggeleng pelan,belum tentu dia hamil.setidak nya dia harus memastikan hal itu terlebih dahulu.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar nya,wanita itu segera bangkit dari atas ranjang dan melangkah menuju pintu itu.
Saat pintu itu terbuka tampak Adam sedang membawa sesuatu ditangan nya.
"Ini,makan bubur ini.perut mu tidak boleh kosong,nanti sakit magh."kata kakaknya sambil menyodorkan semangkuk bubur yang dipegang nya.
"Hmm...terima kasih."kata nya
"Ya sudah,makan sampai habis baru lah istirahat."kata pria itu lagi
Setelah memberikan bubur itu Adam segera berlalu pergi,Claudia menatap punggung kakaknya itu dengan pikiran yang kacau.
"Bagaimana jika dia benar-benar hamil?apa yang akan dia katakan pada kakaknya?lalu,dia harus bagamana?apa yang harus dia lakukan ?"
Claudia sungguh bingung,tapi sebelum itu dia harus memastikan hal itu terlebih dahulu.
Sementara itu Kevin sedang menuju kebandara untuk mengejar penerbangan nya.dia telah memutuskan untuk kembali ke inggris dan mencari kakak Claudia.
Dia juga kembali karena sudah berjanji akan menghadiri pernikahan Anabels,pria itu berharap Claudia sedang berada di inggris dengan kakaknya saat ini.
Jika tidak,dia tidak tahu harus mencari kemana lagi karena cuma itu petunjuk satu-satu nya yang dia punya.