I'm Not Barren

I'm Not Barren
Berdebar-debar



Sementara itu Claudia sedang menenang kan jantung nya yang sedang berdetak dengan tidak karuan karena ulah bos nya.


Saat ini Claudia sedang berada dalam pelukan Kevin.tadi nya dia ingin memberikan laporan kepada bos nya itu,tapi Kevin tiba-tiba menarik tangan nya dan melingkar kan tangan nya ke pinggang Claudia yang ramping.


"Bagaimana?apa kau sudah berdebar-debar?"tanya Kevin.


Claudia menatap mata pria itu dengan lekat,terasa nafas Kevin yang hangat menerpa wajah nya


Kevin menempel kan ujung hidung nya ke ujung hidung Claudia sehingga membuat nya sulit untuk bernafas.


Jantung nya berdegup tidak karuan merasakan sentuhan nafas Kevin ke wajah nya,ini semua karena perkataan bodoh nya waktu mereka kembali dari rumah sakit.


"Flash back"


Setelah kembali dari rumah sakit Kevin tak henti-henti nya tersenyum bahagia di seperjalanan mereka.


Claudia merasa gusar dengan sikap pria itu,dia tidak mengerti kenapa Kevin tampak bahagia.


"Pak,apa ada yang lucu?"tanya nya dengan sebal saat mereka sudah tiba dirumah nya.


"Hei,mana panggilan "sayang" mu tadi?"tanya pria itu sambil tersenyum dengan manis nya


Claudia menundukkan kepala nya,tadi dia memanggil bos nya dengan sebutan "sayang" tanpa pikir panjang.


"Maaf pak,tadi aku cuma mengada-ada."katanya


Kevin melangkah mendekati nya dan mengangkat dagu nya."Tidak apa-apa.aku sama sekali tidak keberatan."katanya


Claudia menatap pria itu dengan heran."Maksud bapak?"tanya nya


Kevin menjentik kan jari nya ke dahi Claudia dan berkata."Kamu ini wanita tidak peka."kemudian dia melangkah ke arah sofa dan duduk disana.


Claudia menghampiri pria itu dan bertanya."maksud bapak apa sih?"


Kevin menghembus kan nafas nya dan menatap Claudia dengan kesal."Aku ini suka pada mu.apa kau tidak tahu?"katanya


Claudia sangat kaget mendengar pengakuan bos nya itu."Bapak jangan bercanda deh"ujar nya sambil menduduk kan diri nya ke sofa.


Kevin menatap tajam ke arah nya."Apa aku terlihat bercanda?"tanya nya


Ditatap seperti itu tubuh Claudia merasa sedikit merinding.dia menunduk kan kepala nya tidak berani memandang bos nya itu.


"Apa kau pikir aku membantu mu tanpa tujuan?"tanya Kevin lagi


Claudia menggeleng pelan,dia tidak yakin dengan perkataan bos nya dan bingung menghadapi situasi itu.


Kevin bangkit berdiri dan melangkah menghampiri nya dan duduk disebelah Claudia.


Dia meraih kedua tangan Claudia dan menggenggam nya dengan erat."Claudia,lihat aku dan dengar kan aku baik-baik.apa kau pikir aku sedang bercanda?aku ini menyukai mu"kata pria itu lagi.


Claudia melihat wajah Kevin yang terlihat serius,tapi kemudian dia menundukkan kepalanya kembali."sejak kapan?"tanya nya


Kevin melepas kan pegang tangan nya dan menyandar kan tubuh nya ."Sejak aku melihat mu untuk pertama kali nya."


Claudia masih tetap menunduk dan *** tangan nya.."Tapi..tapi aku bukan lah wanita yang pantas hmm...untuk mu."kata nya ragu-ragu


Kevin mengangkat dagu Claudia dan menatap mata wanita itu dengan lekat."Siapa yang mengatakan kau pantas atau tidak?"


Claudia membuang wajah nya kesamping sehingga tangan Kevin terlepas dari dagu nya."Tapi aku pernah menikah.dan status kita berbeda."katanya


"Lalu kenapa?aku tidak mempermasalah kan itu.waktu aku pertama kali melihat mu dan jatuh cinta pada mu aku juga tidak bertanya apakah kau sudah punya suami atau tidak?"


"Aku juga tidak mempermasalah kan status mu,apa dengan status mu itu kau pikir kau tidak pantas untuk dicintai?."tanya pria itu lagi.


"Tapi,aku belum lama bercerai."


"Lalu?"tanya Kevin heran


"Dengar!sejak aku tahu kau sudah menikah aku sangat kesal.tapi melihat perlakukan si brengsek itu membuat ku bertekad untuk merebut mu."


"Karena itu lah aku membantu mu,sekarang kau sudah berpisah dengan suami mu.menurut mu apa aku akan diam saja sampai kau dibawa oleh pria lain?"tanya nya lagi


Claudia hanya mampu menatap mata pria itu,tidak ada terpancar kebohongan disana dan dia merasa pria itu tidak sedang menggoda nya.


"Kenapa aku?"tanya nya


Kevin menarik Claudia dan memeluk nya."Cinta itu datang tiba-tiba.apa kau tidak tahu?"


Claudia terdiam dalam pelukan Kevin,dia tidak tahu jika pria itu menyimpan rasa pada nya.dia juga tidak curiga sama sekali dengan sikap Kevin yang begitu baik dan perhatian.


"Tapi aku tidak menyukai mu"kata nya pelan.


"Kenapa?"tanya Kevin lagi.sudah sejauh ini dia tidak akan membiarkan wanita itu lepas begitu saja.


Claudia berpikir sejenak,dia harus memikir kan cara untuk menolak bosnya itu dan memberikan alasan yang masuk akal supaya pria itu tidak tersinggung.


"Karena kau belum bisa membuat ku berdebar-debar."jawab nya asal karena dia tidak mendapatkan cara yang baik untuk menolak Kevin.


Wanita mana yang sanggup menolak Kevin.sudah tampan,kaya,baik dan perhatian pula.tidak ada alasan untuk nya menolak pria itu.tapi bagi Claudia masih terlalu cepat untuk nya memulai hubungan baru.


Kevin menatap wanita itu dan menyungging kan bibir nya."Hanya itu?"tanya nya


Claudia mengangguk dengan ragu-ragu,cuma itu yang terpikir oleh nya.dia pikir Kevin akan mengerti dengan perkataan nya.


Tapi pria itu malah makin tersenyum."Kalau itu ke inginkan mu,maka bersiap-siap lah."kata nya.


#Flash back off#


Sekarang Claudia menyesali perkataan nya,seharus nya dia memberikan alasan yang lebih masuk akal lagi,bukan nya malah membuatnya menghadapi situasi seperti ini.


Tangan nya menahan Dada Kevin agar ada jarak diantara mereka berdua.tapi pria itu makin mengencangkan pelukan nya sehingga tubuh mereka semakin menempel satu sama lain.


Kevin tersenyum usil melihat Clauida mulai salah tingkah,selama ini dia tidak tertarik dengan wanita mana pun.bahkan dia tidak tertarik dengan tunangan nya Anabel.


"Pak...jangan seperti ini"kata Claudia sambil membuang wajah nya yang memerah ke samping.


"Apa kau sudah berdebar-debar?"tanya Kevin lagi.


"Pak,bukan nya berdebar-debar tapi aku bisa mati berdiri disini"kata Claudia lagi


Kevin terkekeh pelan,tangan nya mengangkat dagu Claudia sehingga mereka saling bertatapan satu sama lain.


Jari pria itu mengelus bibir nya sehingga membuat Claudai menahan nafas nya sejenak.


Kevin semakin mendekat kan wajah nya dan secara spontan Claudia menutup mata nya,dia tidak bisa berfikir apa-apa lagi karena pria itu semakin mendekat kan wajah nya.


"Kau sangat manis,apa kau berharap aku mencium mu?"bisik Kevin ditelinga nya.


Mata Claudia langsung terbuka,wajah nya semakin memerah.memangnya apa yang dia harap kan?


Kenapa dia menutup matanya seolah-olah berharap pria itu mau mencium nya?


Claudia segera mendorong tubuh Kevin dengan kencang dan menyembunyikan wajah nya yang merona karena malu.


"A..aku mau ke kamar kecil."katanya beralasan supaya dia bisa kabur dari hadapan pria itu.Claudia segera berlari kecil meninggal kan Kevin yang terkekeh melihat kepergian nya.



#Kevin nya kayak gini kira-kira.ganteng banget ya,duh jiwa emak-emak autor merontaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…#


#foto boleh ambil di google,autor gak tau dah nih siapa.mudah-mudahan yang punya foto gak ngamuk.πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†#