I'm Not Barren

I'm Not Barren
Mencari



Kevin melempar kertas yang sedang dipegangnya hingga berserakan diatas lantai.


Itu adalah surat pengunduran diri dari Claudia yang diterima nya begitu kembali dari jepang,setelah kembali pria itu langsung pergi untuk menemui Claudia.


Tapi lagi-lagi wanita itu tidak ada,rumah nya benar-benar kosong.bukan hanya rumah nya yang kosong tapi Claudia juga sudah tidak pernah masuk kerja sejak kejadian itu.


Dia sangat frustasi mencari keberadaan wanita itu,nomor ponsel nya pun sudah tidak bisa dihubungi lagi.


Bahkan sudah sebulan lebih Kevin masih belum menemukan keberadaan Claudia,dengan pengetahuan yang minim tentang wanita itu membaut nya kesulitan mencari keberadaan nya.


Kevin benar-benar tidak mengerti kenapa Claudia pergi begitu saja sebelum mendengarkan penjelasan nya.


Seharus nya dia tidak meninggalkan Claudia malam itu dan menjelaskan semua nya,jika saja dia tahu Claudia akan menghilang tentu dia akan memaksa wanita itu untuk mendengarkan penjelasan nya.


Kevin mengusap wajah nya dengn kasar,dia sudah seperti orang gila mencari wanita itu kemana-mana.


Dia benar-benar pusing memikirkan kekasihnya itu,tapi selagi dia tenggelam dalam pikiran nya tiba-tiba pintu ruangan nya diketuk seseorang dari luar.


"Pak.."panggil seorang wanita didepan pintu ruangan nya.


"Masuk!"perintahnya


Wanita itu adalah Nana sahabat baik Claudia,Kevin sengaja memanggilnya karena dia ingin menanyakan keberadaan Claudia kepada Nana.mungkin saja wanita itu mengetahui sesuatu.


"Bapak cari saja?"tanya Nana ragu-ragu


"Ya,masuk!"perintah pria itu dengan dingin.dia hanya melihat Nana sekilas dengan tampang tanpa eksperi nya.


Nana masuk kedalam ruangan bos nya dan melihat kertas yang berserakan dia atas lantai.dia mulai sedikit takut,entah kenapa bos nya itu memanggil dirinya.


"Duduk."perintah Kevin lagi


Nana segera duduk didepan pria yang terlihat dingin itu,bos nya itu bahkan hanya melirik nya sejenak.


Suasana terasa hening karena tidak ada yang memulai pembicaraan karena Kevin sibuk dengan ponsel nya.Nana menelan ludahnya untuk membasahi tenggorokan nya yang terasa kering.


"A..ada apa ya pak?"Tanya nya ragu-ragu


Kevin meletakkan ponsel nya di atas meja dan menatap wanita yang sedang duduk didepan nya itu dengan tajam.


"Apa kau tahu dimana Claudia berada?"tanya nya memulai pembicaraan diantara mereka.


"Memangnya Claudia kemana pak?"tanya Nana dengan heran


"Kalau aku tahu aku tidak akan bertanya pada mu!"kata Kevin dengan sedikit membentak.


Nyali Nana langsung ciut"kenapa Claudia bisa tahan menghadapi pria itu setiap hari?"pikirnya


"Ma...maaf pak."jawabnya takut-takut


"Apa Caludai tidak memberitahu mu kemana dia pergi?"tanya Kevin lagi


Nana hanya menggeleng,dia sudah lama tidak bersama sahabatnya itu karena Claudia selalu sibuk.


Dia juga tidak tahu kenapa bos nya tiba-tiba mencari Claudia,sebenarnya apa yang telah terjadi dengan sahabat nya itu.


"Apa dia tidak punya kerabat disini?"tanya Kevin lagi


"Setahu saya tidak ada pak,kedua orang tua nya sudah meninggal."jawab Nana dengan cepat


"Apa dia tidak punya paman atau bibi?"


Nana kembali menggeleng,walaupun dia sudah lama bersahabat dengan Claudia tapi wanita itu tidak pernah bercerita apakah dia memiliki paman atau bibi.


Kevin menarik nafas nya dengan berat,jika Claudia tidak ada kerabat,bagaimana dia bisa menemukan keberadaan wanita itu.


Claudia benar-benar bisa membuat nya gila.jika saja dia tidak pergi kejepang mungkin akan dia tunggu wanita itu sampai kembali kerumahnya.


"Pak.."kata Nana kemudian


"Saya ingat,Claudia pernah bercerita tentang kakaknya."


"Dimana?"tanya Kevin dengan cepat.


"Seingat saya Claudia pernah bercerita jika dia memiliki seorang kakak lelaki"


Kevin langsung bangkit berdiri."Kau yakin?"tanya pria itu dengan cepat.


Nana mengangguk kan kepalanya."Ya,saya sangat ingat jika Claudia pernah menceritakan kakaknya yang tinggal di inggris."kata wanita itu lagi


"Siapa?siapa nama nya?"tanya Kevin dengan tidak sabar.


Nana melihat bos nya itu dengan heran,kenapa pria itu sangat ingin mengetahui keberadaan Claudia.


"Apa Claudia dan bos memiliki hubungan?"pikirnya


Nana menggeleng pelan"tidak mungkin.bos sudah memiliki tunangan dan tidak mungkin Claudia mau merusak hubungan bos dengan tunangan nya?"


"Apa karena hal itulah yang membuat Claudia pergi?"pikir Nana lagi.


Semenjak kejadian beberapa bulan lalu,waktu pria itu membawa Claudia pergi dari kencan buta yang di ikuti oleh Claudia,Nana mulai sedikit curiga dengan sahabat nya itu.


Tapi dia tidak berani menanyakan masalah itu pada Claudia karena dia pikir Claudia sudah tahu jika bos mereka memiliki tunangan dan sudah dipastikan Claudia tidak akan mau merusak hubungan pria itu dengan tunangan nya.


"Nana....!"


Bentak Kevin sambil menggebrak meja nya sehinggga membuat Nana kaget dan tersadar dari lamunan nya


"Ma..maaf pak,seingat saya kakaknya bernama Adam Wijaya."jawab nya dengan ketakutan.


Kevin melotot pada nya,tatapan mata pria itu sangat tajam membuat Nana sedikit merinding.


"Apa kau tahu alamat kakaknya di inggris?"


"Maaf pak,saya tidak tahu.yang saya tahu cuma itu."jawab Nana


"Ya sudah,kau boleh keluar."kata Kevin dengan dinginnya.


Nana segera mengundurkan diri dan keluar dari ruangan itu,dia merasa sulit bernafas berhadapan dengan bos nya itu.


"Claudia,kau benar-benar hebat bisa berhadapan dengan bos gila itu setiap hari."omelnya saat wanita itu sudah berada diluar ruangan bos nya.


Sementara itu Kevin melangkah kearah jendela dan melihat keluar gedung itu.


"Adam,rasanya aku pernah mendengar nama itu."kata nya pelan sambil memasukkan kedua tangan nya kedalam saku celananya.


Kevin menarik nafas nya sejenak,dia sudah dapat petunjuk,walau sekecil apapun petunjuknya akan dia coba sampai menemukan wanita itu.


Dia pasti akan kembali ke inggris untuk mencari Claudia,tetapi mencari seseorang dinegara sebesar itu bukan lah yang mudah.


Pria itu kembali menarik nafa nya dengan berat,dia benar-benar tidak menyangka jika Claudia memiliki seorang kakak yang tinggal di inggris.


"Adam Wijaya?"pikirnya


"Benar-benar nama yang tidak asing."pikirnya lagi dalam hati.