
Siang itu,Claudia sudah berdandan dengan rapi,rambut nya yang sebahu sudah mulai panjang.cuaca yang begitu panas membuat nya mengikat rambut nya ke atas.
Dengan kemeja garis-garis berwarna biru muda dipadukan dengan rok selutut yang berwarna biru tua membuat penampilan nya semakin segar di pandang mata.
Saat itu Claudia bersiap-siap untuk berangkat kerumah bos nya.Sebenar nya dia enggan hari libur nya digunakan untuk lembur,Tapi dia juga sedang tidak ada kerjaan dan bos nya menjanjikan akan menaikan gaji nya dan tentu saja pria itu selalu memberikan syarat.ya syarat nya mudah,Claudia harus memasak untuk pria itu.
Claudia mengambil sendal hak tinggi nya dan menggerutu dalam hati,tadi nya dia mau berlama-lama dirumah dan belum mau berangkat,tapi pria menyebalkan itu tiba-tiba meminta nya untuk datang.
Claudia segera buru-buru mengganti pakaian nya untuk pergi kerumah bos nya.setelah memakai sendal nya,Claudia segera membuka pintu rumah nya.
Saat pintu terbuka dia begitu kaget karena Nana dan Mary kedua sahabat nya itu berdiri didepan pintu dan berteriak mengejutkan dirinya,Claudia juga berteriak kaget dan memegangi dadanya untuk menenangkan jantungnya yang berdetak dengan kencang.
"Duh,kalian kok berteriak sih.aku kan jadi kaget."katanya
Nana dan Mary cekikian melihat sahabat nya itu,mereka datang menemui Claudia untuk mengajak sahabat nya itu pergi.
"Hei,kau sudah rapi mau pergi kemana?"tanya Mary
"Eh..aku mau pergi belanja."katanya bohong.Claudia tidak ingin kedua sahabat nya itu tahu jika dia sudah beberapa hari harus lembur dirumah bos nya.
"Kalau begitu ikut kami yuk."ajak kedua sahabatnya itu
"Tapi aku...."kata-kata nya terhenti saat Nana menarik tangan nya.
"Ngak ada tapi-tapian."kata Nana
Claudia tersenyum,jika dia menolak maka kedua sahabat nya itu akan tahu kemana dia akan pergi.dengan terpaksa Claudia mengangguk dan mengikuti kedua sahabat nya itu.
Mereka menaiki taxi menuju kesebuah Cafe yang ada di mall ditengah-tengah kota.Claudia mengikuti kedua sahabat nya itu memasuki Cafe tanpa bertanya apa pun.
Dia pikir palingan mereka akan nongkrong di cafe itu,setelah menemani kedua sahabat nya baru lah dia akan pergi kerumah bos nya.
Disebuah meja tampak beberapa orang pria melambai ke arah mereka,Nana dengan cepat membalas lambaian mereka dan segera menarik tangan Mary dan Claudia menuju meja itu.
Claudia melihat ke arah Nana dan Mary dengan bingung,dia menyangka mereka hanya akan minum kopi dan ngobrol di sana.
"Hei...ada apa sih?"tanya nya heran saat mereka sudah duduk didepan para pria yang sedang tersenyum manis ke arah mereka.
Mary berbisik ditelinga nya dan berkata."Kencan."katanya singkat
Claudia memijit pelipis nya sejenak."Duh..aku ngak ikutan deh,ada urusan nih."tolak nya
Dia duduk ditengah-tengah kedua sahabat nya itu dan Nana mencubit lengan nya membuat Claudia menjerit kecil.
"Udah ikut aja,biar kamu cepat move on."kata Nana
Claudia menghela nafas nya."dua gadis ini benar-benar deh."pikir nya
"Halo..kita bertemu lagi."tiba-tiba seorang pria yang sedang duduk didepan mereka mulai menyapa.
Mereka bertiga sontak melihat ke arah pria itu yang menjulur kan tangan nya ke arah Claudia.
"Oh...ha...halo."sapa Claudia ragu-ragu dan menyambut tangan pria itu,sebenar nya dia tidak tahu pria itu siapa
"Masih ingat dengan ku?"tanya pria itu
Claudia tersenyum kecil dan menggeleng pelan."Mana aku bisa ingat semua pria yang aku temui"pikir nya
"Wah..sayang sekali.ini aku,ingat daging sapi?"tanya nya
Claudia terdiam sejenak kemudian berkata."Oh..si daging sapi.''
Pria itu menggangguk dan tertawa."yah...si daging sapi."katanya
Melihat itu Nana dan Mary langsung menarik tangan Claudia dan melotot ke sahabat nya itu."Hei..kok kalian udah saling kenal aja?"tanya mereka dengan penuh selidik.
"Cuma kebetulan aja kok."jawab Claudia.
Saat itu tiba-tiba ponsel nya berdering didalam tas nya,Claudia segera mengambil ponsel nya dan melihat orang yang menghubungi nya.
"Waduh,celaka."kata nya pelan
"Ada apa?"tanya Nana dan Mary bersamaan.
"Si bos"kata Claudia keceplosan.kemudian dia tersadar dan menutup mulut nya
"Nana Dan Mary segera bangkit berdiri dan membawa Claudia menjauh dari para pria itu."bentar ya guys"kata mereka sambil membawa Claudia menjauh dari sana
Claudia yang ingin menjawab panggilan bos nya malah lupa karena ditarik paksa oleh kedua teman nya.
"Kok si bos bisa nelphone kamu,ini kan hari libur?"tanya Nana memecah ketegangan di antara mereka
Claudia menghela nafas nya sejenak."Sebenar nya aku mau kerumah bos tadi."kata nya.
"Kamu punya hubungan ya sama si bos?"tanya Mary
Claudia menggeleng."Ngak kok,aku mau kesana ada urusan."jawabnya
"Benar?"tanya kedua sahabat nya itu bersamaan
Claudia menatap heran kedua sahabat nya itu yang berekspresi aneh."iya benar,aku mau kesana untuk memeriksa laporan tahunan."katanya
Nana dan Mary bernafas dengan lega,dia mengira sahabat nya itu punya hubungan khusus dengan bos nya.mereka sudah mendengar gosip jika bos mereka sudah punya tunangan yang sebentar lagi akan datang.
"Kalau begitu bagus deh,soalnya si bos udah punya......"kata Nana terhenti karena tiba-tiba Mary Menutup mulut nya
"Punya apaan?"tanya claudia heran
"Ngak ada."kata Mary dengan cepat
"Oh..ya udah.balik yuk nanti teman kencan kalian kabur loh."kata Claudia sambil melangkah pergi
Kedua sahabat nya itu mengangguk dan mengikuti langkah Claudia,mereka berbisik-bisik dibelakang Claudia.
"Hei..kok kau menutup mulut ku."bisik Nana kesal
"Maaf..refleks.aku juga ngak tau kenapa tiba-tiba tidak ingin kau mengatakan pada Claudia jika si bos udah punya tunangan."balas Mary dengan suara yang pelan agar tidak didengar oleh Claudia.
"Duh...kamu ini ya.dia harus tahu lah,nanti beneran Claudia suka sama si bos gimana?kan kasian."kata Nana lagi
"Udah..dia pasti udah tahu,kita aja bisa tahu apalagi dia yang setiap hari sama bos terus.lagian ngak mungkin Claudia bisa suka sama si bos."jawab Mary
Claudia berbalik dan melihat kedua sahabat nya yang sedang berbisik."buruan dong,kan ini kencan kalian."kata nya kesal.
Nana dan Mary tersenyum dan segera mempercepat langkah mereka,mereka kembali ketempat para pria yang sedang menunggu mereka.
Selagi kedua sahabat nya itu berbicara dengan teman kencan mereka,Claudia sedang sibuk dengan ponsel nya.
"Maaf pak,saya gak jadi lembur."tulis nya dalam pesan whatsapp yang dia kirim kan ke bos nya.
Kevin yang membaca pesan itu menggeram marah."dimana kamu?"tanya nya.
Sebenar nya pria itu sudah berada dirumah Claudia,karena wanita itu belum juga datang membuat nya Khawatir dan memutus kan untuk menjemput nya.
Ya...sebenar nya lembur itu hanya alasan,Kevin hanya ingin berduaan dengan Claudia,tapi siapa sangka ternyata hanya di imingi akan dinaikan gajinya wanita itu langsung setuju.
Dia sih tidak masalah,yang penting dia bisa berduaan dengan Claudia.
"Maaf pak,aku dirumah."tulis nya bohong.
"Aku sedang dirumah mu!"balas Kevin
Claudia kaget saat membaca pesan dari bos nya,hampir saja ponsel nya jatuh kelantai."Waduh,celaka."pikiran nya dalam hati.
"Aduh maaf pak,aku sedang di cafe dengan teman-teman ku."balas nya lagi
"Dimana?"tanya Kevin
Dengan berat hati akhirnya Claudia mengirimkan alamat Cafe dimana dia berada sekarang,sedang kan Kevin langsung meluncur ke tempat itu.
Claudia tidak berpikir jauh,dia mengira Kevin akan menjemput nya.setelah membalas pesan whatsapp Kevin dia segera menyimpan ponsel nya dan melihat kedua sahabat nya yang sedang berbincang dengan gembira dengan para pria yang didepan mereka.
Dia benar-benar tidak berminat sama sekali dan tidak mendengar kan pembicaraan mereka,setengah jam telah berlalu dan Claudia hanya mengaduk-aduk makanan yang sedari tadi sudah tersedia didepan nya.
"Hei..."bisik Nana sambil menyikut lengan nya
"Eh.ya..ada apa?"tanya Claudia setelah sadar dari lamunan nya.
"Kita mau nonton,mau ikut ngak?"tanya Nana
"Aku ngak ikut deh."tolak nya
"Kenapa?"tanya si pria daging sapi
"Karena dia mau pergi dengan ku!"terdengar suara Kevin yang tiba-tiba sudah berdiri disamping Claudia.