
Setelah kepergian bos mereka,Nana segera menarik tangan Claudia saat wanita itu sedang menutup pintu rumah nya.
Dia sudah penasaran setengah mati saat mendengar pembicaraan Claudia dan bos meraka tadi.jujur saja Nana sudah lama ingin bertanya kepada sahabat nya itu apa yang telah terjadi dengan rumah tangga nya.
Gadis itu selalu mengurungkan kan niat nya karena takut membuat Claudia sedih.tapi saat ini dia sudah tidak bisa menahan rasa penasaran nya lagi.
Nana menarik tangan Claudia untuk menuju ke arah dapur dan mendorong tubuh teman nya itu hingga terduduk di atas kursi.
"Ada apa sih Na?"tanya Claudia heran
"Jujur ya sama aku,udah lama aku ingin nanya ini sama kamu"kata Nana dengan wajah serius
Claudia memperhatikan sahabat nya itu dan mengangguk pelan."Emang kamu mau tanya apa?"
"Kamu lagi ada masalah ya sama suami mu?"
Claudia mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Nana.
"Trus kenapa si bos mau bantuin kamu buat pisah sama suami mu sampai mau masukin dia kepenjara?"tanya Nana lagi
Claudia menarik nafas nya panjang dan menghembus kan nya dengan pelan."Begini Na..."kata nya dan mulai menceritakan semua masalah rumah tangga nya kepada sahabat nya itu.
Claudia mengatakan kepada Nana jika dia dituduh mandul oleh ibu mertua nya dan kemudian meminta Briant untuk menikah lagi dengan Adelia.
Tidak ada yang dia lewat kan sampai Briant ingin memperkosa nya ketika menyangka dia berselingkuh dengan bos nya.
Claudia bercerita sambil memakan makanan yang Nana bawa tadi.sesekali dia berhenti berbicara untuk mengunyah makanan nya dan kemudian bercerita lagi.
Nana juga ikut makan bersama dengan nya untuk mendengar kan semua kejadian yang di alami teman nya.
Mendengar cerita sahabat nya itu membuat Nana emosi.gadis itu mencengkram sendok yang dia pegang dengan kencang saat Claudia mengatakan Briant ingin memperkosa nya.
"Bajingan suami mu!aku ngak nyangka loh."maki nya kesal
Claudia tersenyum pahit."Ya..aku juga ngak nyangka.ternyata mas Briant seperti itu"kata nya
"Ibu mertua mu jahat banget sih,ih..gemes aku jadi nya."ujar Nana lagi dengan kesal
Claudia terdiam dan hanya mengaduk makanan yang ada didepan mata nya.mengingat penghianatan Briant membuat selera makan nya langsung hilang.
"Orang bisa berubah Na.mas Briant terhasut oleh ibu nya dan menuruti kemauan ibu nya."Kata nya dengan nada sedih
Nana bangkit berdiri dan duduk disebelah Claudia,tangan nya mengelus punggung sahabat nya itu dengan lembut.
"Jadi gimana?jadi kamu ikutin rencana bos?"tanya nya
Claudia menghela nafas nya berat."Aku hanya takut tidak tega melukai Briant.bagaimana pun Mas Briant cinta pertama ku,lelaki pertama dalam hidup ku.walaupun aku bertekad untuk bercerai dari nya tapi jauh didalam lubuk hati ku masih ada tersisa cinta untuk nya."
"Tapi Briant sudah kelewatan menyakiti perasaan mu,bukan kah kita sebagai perempuan tidak boleh lemah didepan laki-laki."
Claudia mengangguk pelan."Ya..sebab itu aku harus percaya dengan bos.lagi pula aku harus siap menghadapi mas Briant dan ibu nya cepat atau lambat."
"Bagus.aku pasti dukung kamu.kalau ibu mertua mu berani macam-macam akan ku tendang bokong nya"ujar gadis itu
Claudia tertawa mendengar perkataan Nana.setelah menceritakan semua nya pada sahabat baik nya itu,beban di hati Claudia mulai terasa ringan.
Mulai sekarang atau besok dia hanya perlu memfokus kan diri untuk berpisah dengan Briant.bagaimana pun sudah hampir sebulan dia tidak bersama dengan Briant lagi.sedikit demi sedikit Claudia sudah terbiasa dengan tidak ada nya pria itu di sisi nya.
Hari itu Nana memutus kan untuk menginap dirumah nya.sesekali gadis itu menggoda nya karena Nana sedikit curiga dengan atasan nya.
Bagi Nana tidak mungkin seorang pria mau membantu seorang wanita jika tidak punya tujuan.Tapi Claudia membantah sahabat nya itu,bagi nya Kevin mau menolong nya hanya karena kasihan pada nya.
Hari itu Pagi-pagi sekali Kevin sudah datang kekantor nya dan segera menuju keruangan Claudia.
Kevin mendorong pintu ruangan itu kemudian melangkah menghampiri Claudia yang tampak sedang membereskan meja nya.
"Kemarin Aku sudah meminta pengacara ku membawa berkas yang sudah kau tanda tangani ke kantor polisis untuk melaporkan suami mu"kata Kevin dengan suara khas nya.
Claudia memandang ke arah bos nya dan menghentikan tangan nya."Ngak terlalu buru-buru pak?"tanya nya
"Tidak,kau lihat saja.sebentar lagi kita akan dapat tontonan bagus."ujar nya sambil menyeringgai.
Claudia menelan ludah nya.entah apa maksud dari bos nya itu.
Pagi ini dikediaman keluarga Pranata.Briant sedang sarapan dengan ibu nya dan Adelia juga ada disana karena dia sudah tinggal dirumah itu.mereka bagaikan keluarga bahagia seperti biasa nya.
Pagi ini tanpa mereka ketahui beberapa polisi datang ke rumah itu membawa surat penangkapan.setelah menerima laporan dari pengacara Kevin dan sudah mengecek kelengkapan isi laporan yang ditanda tangani oleh Claudia selaku korban.
Polisi tidak lagi membuang waktu,pagi ini para petugas itu segera menuju ke kediaman kelaurga Pranata.
Saat polisi datang tentu saja mereka kaget setengah mati,tapi saat Briant membaca surat penangkapan itu dia tidak bisa berbuat apa-apa.dia hanya bisa mengikuti para polisi itu.
Ibu nya tentu saja tidak terima anak nya di tangkap begitu saja.wanita paruh baya itu menahan para petugas untuk tidak membawa Briant.
"Pak,siapa yang berani melaporkan anak saya?"teriak nya marah
"Maaf bu,kami menjalan kan tugas dan tolong jangan menghalangi kami"kata salah seorang polisi itu.
"Kalau kalian tidak mengatakan kepada ku siapa yang berani melapor kan anak ku,maka kalian tidak akan bisa pergi membawa nya tanpa melangkahi ku"teriak nya lagi.
Briant segera menenangkan ibu nya yang terlihat emosi."Bu tenang lah,jangan terlalu emosi.itu tidak baik untuk kesehatan ibu.lebih baik ibu panggil pengacara untuk ku"
"Tapi Briant,ibu kan harus tau siapa yang melaporkan mu.apa rekan bisnis mu."kata wanita itu khawatir.
Briant menghela nafas nya berat."Bukan rekan bisnis ku bu,tapi Claudia."
Mata ibu nya melotot saat mendengar nama orang yang melaporkan anaknya.
"Ibu segera panggil pengacara ku,nanti aku akan berbicara dengan Claudia."kata nya
Ibu nya menetes kan air mata nya saat melihat anak nya di bawa oleh para polisi.tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Adelia memeluk wanita paruh baya itu untuk menenangkan nya.sesungguhnya didalam hati Adelia ada sedikit kecemasan,takut jika pernikahan nya dengan Briant menjadi batal.
"Menantu brengsek."maki ibu Briant.
Wanita itu segera melangkah masuk kedalam rumah dan segera keluar lagi sambil membawa tas nya.dia segera memanggil supir pribadi anak nya.
"Antar aku ketempat Claudia."perintah nya kepada supir itu
Adelia mengikuti calon mertua nya itu dan masuk ke dalam mobil.
"Untuk apa tante kita menemui wanita itu"tanya Adelia.
"Diam!"bentak ibu Briant
Adelia mengumpat dalam hati saat ibu Briant membentak nya."Cih..jika bukan karena kalian kaya aku tidak sudi terlibat hal seperti ini."
Ibu Briant menggenggam tas nya dengan kencang,rasa nya dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Claudia untuk menghancur kan menantu nya itu.mata nya berkilat menahan emosi yang siap meledak kapan saja.
"Menantu sial,akan ku hancur kan wajah nya nanti.berani nya melaporkan anak ku,kita lihat saja siapa yang akan berakhir dengan tragis."maki nya dalam hati.