I'm Not Barren

I'm Not Barren
Anabels



Ponsel yang diletakkan didekat nya kembali berbunyi,Claudia tersadar mendengar bunyi ponsel nya dan segera menghentikan tangan nya.


Di buka nya mata nya dan dilemparkan nya pisau yang berada ditangan nya,dipandangi nya benda tajam itu dengan tubuh bergetar.


"Ya Tuhan..apa yang mau aku lakukan."Kata nya


Dengan tangan yang bergetar Claudia segera meraih ponsel nya dan segera berlari dari tempat itu.


Dia tidak berani membayangkan apa yang akan dia lakukan tadi,jika saja ponsel nya tidak berbunyi mungkin dia sudah melakukan perbuatan bodoh itu.


Claudia segera melihat ponsel nya yang tidak henti-henti nya berbunyi,dia kira Kevin atau Briant yang menghubungi nya tapi ternyata dia salah.


Wanita itu langsung tersenyum senang,untungnya suara ponsel itu menyelamatkan nya.


"Kakak."jawab nya saat dia menjawab panggilan itu.


Terdengar kakak nya bernafas lega saat mendengar suara adik semata wayang nya itu.


"Akhir nya,kenapa tidak menjawab telephone dari ku.kakak sudah menghubungi mu berkali-kali dan kakak sangat khawatir"kata kakaknya diseberang sana.


"Ma....maaf kak,aku sedang sibuk."bohong nya


"Ya sudah,aku kira terjadi sesuatu pada mu"kata pria itu.


"Maaf."jawab Claudia singkat.


"Dengar,kakak sedang ada disingapura untuk rapat.setelah selesai kakak akan mengunjungi mu sebentar."


"Benar kah?"tanya nya senang.


"Tentu saja,aku sangat rindu pada mu.rapat kakak cuma satu jam,setelah itu aku akan langsung terbang ke indonesia."kata pria itu lagi


"Kalau begitu aku akan bersiap-siap untuk menjemput mu,kakak kirim kan nomor penerbangan nya."kata nya penuh semangat.


"Tidak perlu,kau bilang sedang sibuk."tolak kakak nya


"Tidak apa-apa kak,aku akan menjemput kakak."


"Ya sudah,rapat ku sudah mau dimulai.sampai jumpa nanti."


Setelah sambungan itu terputus Claudia segera masuk kedalam kamar nya untuk mandi dan bersiap-siap.


Sudah lama dia tidak bertemu dengan kakaknya itu,dia tidak menyangka jika kakak nya menghubungi nya diwaktu yang sangat tepat


Wanita itu melihat penampilan nya dicermin saat sudah selesai mandi dan mengganti pakaian nya,wajah nya sedikit pucat dan lingkaran hitam dibawah mata nya sangat terlihat jelas.


Claudia menghembus kan nafas nya berat,dengan cepat dia menutupi lingkaran mata nya dengan foundation agar kakak nya nanti tidak curiga.


Setelah selesai wanita itu segera keluar dari kamar nya dan masuk kedalam dapur,dengan cepat Claudia meraih sepotong roti yang berada diatas meja dan dimakan nya roti itu untuk mengisi perut nya yang terus berbunyi.


Tanpa sengaja ujung mata nya menangkap pisau yang tadi dilempar kan nya,Claudia mulai bergidik ngeri mengingat apa yang mau dilakukan tadi.


"Bodoh nya aku,buat apa aku mati untuk dua orang pria.kenapa aku jadi lemah seperti ini?"


"Aku masih punya kakak,seandainya aku mati pasti kakak ku akan sangat sedih."katanya dalam hati.


Wanita itu segera menghabis kan roti nya dan meneguk air dingin yang diambil nya didalam kulkas.


Setelah merasa perut nya sudah terisi dan tidak berbunyi lagi wanita itu segera meraih tas nya dan berjalan keluar meninggalkan rumah nya.


Memang masih terlalu cepat,tapi dia ingin sampai terlebih dahulu dari pada kakaknya,setidak nya dia bisa jalan-jalan dibandara untuk melupakan kejadian itu.


Baru saja Claudia meninggalkan rumah nya dua puluh menit yang lalu sebuah mobil berwarna hitam berhenti didepan rumah nya.


Tampak Kevin turun dari mobil nya dengan soerang wanita yang bersama dengan nya ditoko perhiasan kemarin.


Kedatangannya untuk membatal kan pertunangan mereka karena dia sendiri telah memiliki seorang kekasih di inggris yang telah melamar nya dan mereka akan segera melangsungkan pernikahan.


Baginya Kevin hanya lah seorang teman yang baik untuk nya,karena memang tidak ada cinta diantara mereka.


Beberapa hari yang lalu Kevin menjemput wanita itu dan mengajaknya untuk menemui orang tua nya.


Saat Kevin mengatakan kepada ayah nya bahwa wanita yang selama ini dia cintai adalah Claudia,ayahnya langsung marah besar.


Pria itu mengira bahwa Kevin memaksa Anabels untuk membatalkan pertunangan mereka,tapi Anabels menjelas kan pada orang tua itu bahwa dia juga tidak mau melanjutkan pertunangan mereka.


Itulah sebab nya dia tidak bisa menemui Claudia,dia juga sengaja tidak mengabari wanita itu karena dia ingin memberikan kejutan untuk nya.


Hari itu,dihari ulang tahun Claudia dia sengaja mengajak Anabels pergi membeli sebuah cincin,dia tidak terlalu paham cincin seperti apa yang disukai seorang wanita.


Karena itu lah dia meminta Anabels menemaninya untuk memilihkan cincin untuk Claudia.


Hari itu dia sudah bertekad untuk melamar Claudia dan membawa wanita itu untuk menemui orang tua nya.


Tapi siapa sangka wanita itu ada disana dan salah paham melihat nya bersama Anabels.


"Apa benar kekasih mu itu tinggal disini?"tanya Anabels


Kevin mengangguk kan kepalanya dan berkata:


"Kau harus membantu ku menjelaskan nya."


Wanita itu tersenyum kecil"ingat janji mu untuk hadir di pernikahan ku nanti."kata nya


"Iya,aku janji.tapi kau harus bisa meyakinkannya."kata Kevin lagi


Mereka melangkah bersama menuju rumah Claudia,Kevin memang sengaja mengajak Anabels agar Claudia mau mendengar kan penjelasannya dan percaya pada nya.


Jika dia menjelas kan sendiri maka dipastikan wanita itu tidak akan percaya pada nya.


Ditambah dengan perbuatan nya semalam sangat dipastikan jika Claudia sangat marah dan kecewa pada nya.


Wanita itu pasti tidak mau menemui nya dan mendengar perkataan nya.


Tapi dia berharap saat mendengar penjelasan dari Anabels,Claudia mau memaaf kan kesalahan nya dan mau bersama nya kembali.


Dia juga sudah membawa cincin yang dipilihkan Anabels kemarin,pria itu ingin melamar Claudia saat itu juga untuk mempertanggung jawab kan perbuatan nya.


Sudah lebih dari lima belas menit mereka berdiri disana dan mengetuk pintu rumah itu,tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Claudia.


"Apa kau yakin pacar mu itu tidak kabur?"goda Anabels sambil terkekeh.


"Entah lah,aku yakin dia tidak akan kemana-mana hari ini"kata Kevin


Mengingat perbuatan nya semalam sudah dipastikan wanita itu hanya akan mengurung dirinya dirumah.


"Apa mau ditunggu?"tanya Anabels


"Tapi kau harus segera mengejar penerbangan mu.".


"Yah..seperti nya begitu,maaf aku tidak bisa berlama-lama disini untuk membantu mu."kata wanita itu lagi


Kevin menarik nafas nya dengan berat,digenggam nya kotak cincin yang tersimpan disaku celananya dengan erat.dalam hati nya penuh tanda tanya kemana Claudia pergi?


"Tidak apa-apa.ayo,aku akan mengantar kan mu.seperti nya aku harus berusaha sendiri."kata nya


Anabels tersenyum manis,dia tahu Kevin tidak akan menyerah untuk mendapatkan apa yang di inginkan nya.


Dengan berat hati Kevin meninggalkan tempat itu karena dia harus mengantar Anabels mengejar penerbangan nya untuk kembali ke inggris.