I'm Not Barren

I'm Not Barren
Kejujuran



"Bukan begitu kak.."


Claudia menahan tangan kakak nya supaya tidak pergi.


"Aku akan cerita tapi berjanjilah kakak jangan marah"


Pinta nya


Adam menarik nafas nya dengan berat,pria itu kembali duduk disisi adik nya.


"Aku berjanji asal kan kau ceritakan semua nya pada ku"


Adam mulai merasa frustasi.


Claudia memandang kakak nya sejenak,wanita itu kemudian menundukkan kepalanya.


Dia tidak akan lari lagi,lagi pula jika dia tidak mengatakan semua nya Adam pasti akan mencari tahu dengan siapa dia berhubungan selama ini.


"Dia......."


Kata nya ragu-ragu hendak memulai cerita nya.


"Pria itu adalah pacar ku semenjak aku berpisah dengan Briant."


Kata nya memulai cerita nya.


Adam bernafas dengan lega,setidak nya Claudia tidak sedang mengandung anak Briant.


Tapi bukan berarti dia akan memaafkan orang yang telah berani meniduri adik nya tanpa suatu ikatan.


"Dia pria yang baik kak,dia telah banyak membantu ku saat aku hendak berpisah dengan Briant."


Kata Claudia lagi.


"Semula aku hanya menganggap nya seorang teman,tapi lama kelamaan rasa cinta ku untuk nya muncul dihati ku."


"Kami menjalani hubungan seperti biasa,sampai pada hari itu......."


Claudia menghentikan perkataan nya.


"Jadi pria itu meniduri mu dan meninggal kan mu?"


Tanya Adam dengan emosi yang sudah dia tahan sedari tadi


Claudia menggeleng dan menatap nya dengan nanar.


"Tidak kak,bukan dia yang meninggalkan ku.tapi aku yang melarikan diri dari nya."


"Benar kata kakak,aku selalu melarikan diri dan tidak pernah mau mendengar penjelasan orang lain"


Claudia mulai menangis.


"Hari itu aku kabur dari nya dan mengikuti kakak,aku memutuskan kontak ku pada nya secara sepihak tanpa mau mendengar kan penjelasan nya."


"Aku......"


Claudia mengusap air mata nya,dia tidak sanggup lagi meneruskan perkataan nya.


Adam langsung memeluk tubuh adik nya,rasa amarah yang dia tahan langsung hilang seketika.


"Katakan pada ku,siapa pria ini?"


"Jika kau mau aku akan membantu mu untuk menemui nya,aku akan membuang semua ego ku dan membantu mu."


kata Adam lagi


Dia tidak sanggup melihat adiknya seperti itu,jika memang adik nya mau menemui pria brengsek yang telah membuat nya hamil maka akan dia turuti.


Adam akan lakukan apapun untuk adik semata wayang nya itu.


"Tidak perlu kak,aku rasa sudah terlambat."


Kata nya putus asa


Adam melepaskan pelukan nya dan memegang kedua bahu nya,pria itu menatap wajah Claudia dengan lekat.


"Apa maksud mu sudah terlambat?"


Tanya nya tidak mengerti


Claudia hanya diam.dia juga tidak mengerti maksud perkataan nya sendiri


Apa sudah terlambat untuk kembali pada Kevin karena pria itu sudah punya pengganti atau pria itu sudah tidak mau menerima nya lagi.


Tanya Adam kemudian.


Claudia tersenyum dengan getir.


"Aku tidak tahu kak,aku berencana kembali ke indonesia untuk mencari nya."


"Tapi aku terlalu penakut untuk menemui nya." jawab nya


"Dengar,sebenarnya aku ingin marah pada mu."


"Ingin rasa nya aku memaki mu saat ini,tapi kata dokter kau tidak boleh stress."


"Tidak baik untuk kandungan mu,kondisi mu juga sedang lemah."


"Dokter bilang kau tidak boleh banyak pikiran atau kau bisa keguguran."


Jelas Adam.


"Tapi apa kau mau membiarkan permasalahan ini terus berlarut-larut sampai anak mu lahir?" tanya pria itu lagi


Wajah Claudia langsung pucat,tangan nya yang masih tertancap jarum infus membelai perut nya dengan lembut.


"Sekarang aku bahagia kak,dulu aku sangat ingin hamil.tapi ternyata aku tidak bisa memiliki anak dengan Briant."kata nya sambil mengelus perutnya


"Tanpa dia pun aku akan baik-baik saja,aku sudah punya anak ini dan aku bahagia."katanya


"Jangan menipu dirimu sendiri"


Adam berkata dengan kesal,emosi kembali menguasai hati nya.


Dia kesal melihat adiknya yang seperti itu.


"Sedari tadi aku tanya siapa pria ini tapi kau tidak mau mengatakan nya,Kau hanya bilang dia...dia...dan dia tanpa menyebut kan nama nya.


"Sangat jelas kau takut aku mencari nya dan aku tahu kau melindungi nya."


"Kau bilang baik-baik saja tanpa nya tapi sangat jelas kau masih mencintai nya."


"Apa kau pikir dengan diam seperti ini semua permasalahan akan selesai?"


Tanya Adam dengan kesal nya.


"Jika aku tahu siapa pria ini pasti sudah aku bu....!"


"Kak..."teriak Claudia.


"Tidak aku ijin kan kakak menyentuh nya walaupun seujung jari nya."


"Begitu juga dengan Briant,aku tidak ingin kakak menyakiti siapa pun"


"Aku tahu kakak sayang pada ku,tapi ku mohon kakak membatalkan rencana kakak untuk membalas perbuatan Briant "pinta nya


Adam mengusap wajah nya dengan kasar,dia benar-benar frustasi menghadapi adik nya.


"Tenang saja,aku sudah meminta Ben menghentikan rencana ku."


"Tapi tentang identitas ayah dari anak mu itu aku akan menunggu kau mengatakan nya."


"Jika tidak,kau benar-benar akan melihat aku menyeret orang nya dan akan aku hajar didepan mata mu sampai mati!"


Setelah berkata demikian Adam segera bangkit berdiri hendak meninggalkan Claudia.


"Kak....."


Panggil Claudia menghentikan langkah nya


"Beri aku waktu,aku akan mengatakan siapa pria ini tapi beri aku waktu."


Adam menarik nafas nya dengan berat.


"Baiklah,aku beri kau satu minggu,jika dalam satu minggu kau masih diam dan tidak mengabari pria ini tentang kehamilan mu maka aku akan mencari tau sendiri."


"Terima kasih kak,aku akan mencoba menghubungi nya dan mengatakan semua nya."


Kata wanita itu sambil tersenyum getir.


Adam keluar dari ruangan itu dengan kesal,untuk melampiaskan amarah nya pria itu menendang sebuah guci tinggi yang terletak dipinggir pintu kamar itu.


Benda itu jatuh dan pecah berantakan,dia juga memandang serpihan nya hingga terpental kebawah tangga.


Walaupun dia membeli benda itu dengan harga yang mahal tapi dia tidak perduli,ingin rasa nya dia menghajar orang saat itu juga untuk meredakan amarah nya.