I'm Not Barren

I'm Not Barren
Malam pengantin



"hmmm......"


Claudia membuka matanya dan tampak Kevin sedang tertidur pulas disampingnya sambil memeluknya.


Claudia tersenyum dan menyentuh wajah suaminya.


Wajah nya langsung memerah mengingat perbuatan mereka semalam.


Semalam (21+)


Setelah acara pernikahan mereka selesai,Kevin segera membawa istrinya pulang kerumah.


Dia memang sengaja membawa Claudia pulang kerumahnya dan tidak menginap dihotel,karena dia ingin leluasa bermesraan dengan istrinya tanpa diganggu oleh siapa pun.


Dia juga sudah melarang kedua orang tua nya untuk datang esok pagi nya,Kevin benar-benar ingin menghabiskan waktu seharian dengan istrinya.


Bahkan saat pintu rumah nya telah ditutup Kevin langsung menggendong Claudia dan membawa istrinya kedalam kamar mereka.


"Kevin,jangan."


Tolak Claudia saat tubuhnya diturunkan diatas ranjang dan Kevin langsung menciumi bibirnya.


"Kenapa?kau sudah jadi istri ku sekarang."


"Tapi..."


Katanya dengan malu-malu.


"Hmmm...?"


Kevin bergumam disela-sela ciuman nya,pria itu menciumi lehernya dan menurunkan resleting dibelakang gaun pengantin yang dipakai nya.


"Akh....'


Claudia mendesah saat Kevin menghisap lehernya dan meninggalkan bekas disana.


"Jangan!aku...aku pengen mandi."kilahnya.


"Nanti kita mandi bersama."


Kevin menurunkan gaun pengantinnya sehingga memperlihatkan dadanya yang putih mulus.


Claudia sangat malu dan membuang wajah nya kesamping.


"Kevin,aku.."


Kevin mengangkat dagunya dan menatap matanya.


"Honey,kau tidak bisa lari lagi."bisiknya


Kevin kembali menciumi bibirnya dan membaringkan nya diatas ranjang,pria itu melepaskan gaun pengantin yang dipakai Claudia dan melemparkannya keatas lantai.


Dia juga membuka jas dan kemeja yang dipakai nya.


Claudia menelan ludahnya saat melihat tubuh suami nya,ditambah dirinya yang sudah setengah telanjang membuatnya tambah malu.


Setelah membuka pakaian nya Kevin kembali menciumi bibirnya,lidah pria itu masuk kedalam mulutnya dan mengabsen setiap rongga mulutnya.


Kevin melepaskan bibirnya dan menciumi wajah nya berkali-kali.


"I love you."bisiknya


Claudia tersenyum,dia segera mengalungkan tangannya dileher Kevin dan mereka kembali berciuman dengan liar.


Kevin membuka pengait bra yang masih dipakai istrinya dan membuangnya,tangan nya mulai sibuk membelai dada istrinya.


Tak diam saja,tangan Claudia pun sibuk membelai dada Kevin yang ditumbuhi bulu-bulu halus,dia terus membelai dada pria itu dan meraba otot-otot perut suami nya.


"Hmmm...honey,jangan mulai disana."keluh Kevin.


"Apa kau yakin?"tanya Claudia.


Tangannya sibuk membelai sesuatu yang ada dibalik celana suaminya.


Kevin menggeram menikmati nya,miliknya sudah menegang dibalik celana yang masih dipakainya karena sentuhan tangan Claudia.


"Kau nakal."bisiknya dengan terengah-engah.


Claudia tersenyum puas.


Pria itu dengan cepat membuka celananya dan melemparkannya.


"Kau,aku tak akan berhenti sampai kau memohon padaku."


Kevin kembali menerkam nya,lidahnya mulai menari dileher dan terus turun kedada istrinya.


Claudia memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan bibir suaminya.


Tangan Kevin menyusup kedalam celana dalam nya yang menjadi satu-satunya penghalang.


Jari pria itu bermain disana membuat Claudia mendesah dengan panjang.


Kevin menciumi perutnya yang sudah terlihat sedikit membuncit,dengan hati-hati pria itu mulai menurunkan celana dalam nya dan membuang nya.


Claudia menahan nafas nya saat suaminya membuka kedua kakinya.


Claudia mendesah dan memanggil nama suami nya berkali-kali.


Kevin tersenyum puas.


"Katakan kau menginginkan ku."bisiknya


Claudia menggeleng


"Tidak mau?"


"Akan ku buat kau mengatakan."


Kevin kembali melakukan aksi nya.


Claudia memegang kepala suami nya,desahan demi desahan lolos dari bibirnya .


"A...aku mau?".dia benar-benar sudah tidak tahan lagi.


Kevin kembali tersenyum puas,pria itu kembali menciumi bibir istrinya,mengangkat kaki nya dan mulai menyatukan tubuh mereka.


.


.


Clauida menutup wajah nya saat mengingat itu,padahal dia bukan perawan tapi dia sangat malu.


"Apa yang kau pikirkan?"tanya Kevin yang sudah terbangun dan menatap wajah istrinya yang memerah.


Claudia membalikkan tubuhnya untuk menyembunyikan wajah nya.


"Tidak ada."jawabnya


Kevin tersenyum dan membelai perutnya.


"Apa jagoan ku baik-baik saja hari ini?"tanya nya


"Jagoan?"


"Dari mana kau tahu?"tanya Claudia


"Aku sudah melihatnya semalam."


Claudia memanyunkan bibirnya.


"Aku tidak mau jagoan,yang aku inginkan anak perempuan."katanya


"Tidak...tidak...anak pertama ku harus jagoan."Kevin tidak mau kalah.


"Pokoknya aku mau perempuan"Claudia pun tidak mau kalah.


Kevin membalikkan tubuh istrinya.


"Ya sudah,kita bikin lagi."


Claudia tercengang mendengar nya,tapi kemudian dia memukul dada Kevin saat melihat pria itu tersenyum.


"Modus."


Katanya dengan sedikit merajuk yang dibuat-buatnya.


Kevin tersenyum dan menciumi bibirnya dengan mesra.


"Apa aku boleh melihat sekecil lagi?"bisiknya


"Tidak mau!"


Claudia kembali membalikkan badannya dan pura-pura merajuk.


"Honey,ayolah."


Claudia menutup kupingnya dengan bantal.


"Aku tidak dengar."katanya


Kevin tersenyum melihat tingkah istrinya.


"Benar?"tanya nya


Claudia tidak menjawab.


Kevin langsung menggelitik pinggang nya.


Claudia tertawa merasakan geli karena ulah suami nya.


"Stop..aku menyerah,aku menyerah."kata nya disela-sela tawanya.


Kevin menarik hidungnya dengan gemas.


"I love you honey."


Claudia tersenyum dan memeluk suaminya,kini hari-harinya akan dilalui bersama pria yang sangat dicintainya itu.