I'm Not Barren

I'm Not Barren
Sakit



Di suatu pagi cuaca begitu buruk,hujan begitu deras mengguyur ibu kota,dan pagi ini Claudia bangun dengan ke adaan buruk.


Hidungnya mampet dan badannya terasa panas,ditambah kepalanya yang terasa pusing membuat nya sulit untuk bangkit dari tempat tidur nya.


Dia hanya meringkuk di atas ranjang dan menyelimuti dirinya.semalam dia pulang dari kantor dengan kehujanan,karena hujan yang tiba-tiba mengguyur nya di atas Ojek yang dia tumpangi.


Karena jarak yang sudah dekat dia menolak saat ditawari jas hujan oleh tukang ojek,dia tidak menyangka akan bangun dengan kondisi yang tidak baik pagi ini.


Claudia memejamkan mata nya kembali,hati nya tiba-tiba merasa rindu.tapi dengan siapa?


Di saat sakit biasa nya membuat hati kita merindukan orang-orang terdekat kita.Claudia mengingat-ingat wajah satu persatu orang yang dekat dengan nya,tiba-tiba yang dia ingat malah wajah bos nya.


Claudia membuka mata nya dan memegang pipi nya yang terasa panas."Apa-apaan.kok bisa wajah si bos?"pikir nya dalam hati


Jujur saja sampai sekarang dia belum mengerti kenapa pria itu sangat baik pada nya,terkadang Kevin mengantar nya pulang dan mengajak nya makan malam bersama.


Walaupun bukan hal besar tapi terus terang saja dia merasa aneh.mana ada atasan yang meperlakukan sekretaris nya seperti itu?


Claudia kembali teringat perkataan Nana jika bos nya tidak mungkin mau membantu nya jika tidak memiliki motif tertentu.


Claudia menggeleng pelan,mana mungkin?bantah nya dalam hati."kakak,ya kakak.yang aku rindukan pasti kakak."sangkal nya


Dia tidak ingin mengakui rasa di hati nya,apalagi dia belum lama berpisah dari Briant.mana mungkin dia bisa menjalin suatu hubungan dengan pria lain begitu cepat.


Claudia kembali memejamkan mata nya,mungkin dengan tidur demam nya akan segera pulih.


Pagi ini Kevin uring-uringan diruang kerja nya,mana dia harus ada rapat jam sembilan pagi ini tapi Claudia belum juga tiba.


Walaupun dia menyukai wanita itu tapi tidak seharusnya Claudia tidak masuk kerja tanpa memberi tahu nya.


Berkas yang harus dia bawa keruang rapat ada bersama Claudia,dia sudah menghubungi sekretaris nya itu tapi tidak ada jawaban.


Kevin begitu kesal,seharusnya semalam dia meminta berkas itu pada Claudia.biasanya wanita itu meminta ijin padanya tapi entah kenapa hari ini tidak ada kabar darinya.


Kevin segera menghubungi manajer nya."Batal kan rapat hari ini"perintah nya.


Setelah membatal kan rapat nya Kevin segera melangkah dengan cepat menuju ke mobil nya dia sudah mulai hapal jalanan ibu kota,jadi dia bisa membawa mobil sendiri saat ingin menemui Claudia.


Dia segera menancap gas dan melaju menuju rumah Claudia,sebenar nya dia sangat khawatir dengan wanita itu.dia takut jika terjadi apa-apa terhadap wanita itu.


Akhir-akhir ini dia sungguh-sungguh menunjukkan perasaan nya,tapi karena dia tidak punya pengalaman untuk menyenangkan hati wanita membuat nya tidak mengerti apa yang wanita suka.


Saat mobil yang dibawa nya tiba didepan rumah Claudia,Kevin segera memarkir kan nya dengan disembarang tempat.


Kevin segera keluar dari dalam mobil nya dan melangkah dengan cepat menuju pintu rumah Claudia.dia mengetuk pelan rumah wanita itu,di ketuk nya beberapa kali tapi tidak ada jawaban.


Sedang kan didalam rumah Claudia bangun dengan susah payah,kepalanya masih terasa pusing dan dia melangkah keluar kamar sambil memegangi selimut yang melilit di badan nya.


Dia terbangun karena mendengar pintu rumah nya di gedor dari luar.saat membuka pintu rumah nya dia melihat bos nya dengan tampang khawatir di luar sana.


Hati Claudia langsung gembira melihat pria itu,tapi langsung ditepis nya.


"Pak,kok ada disini.bapak kan ada rapat?"tanya nya heran dengan suara yang serak


Kevin memandangi wanita itu yang tampak berantakan.mata nya sayu dan hidungnya memerah,ditambah selimut yang melilit ditubuh Claudia membuat nya kelihatan lucu.


"Apa aku bisa rapat sedang kan berkas nya ada pada mu?"tanya nya


"Aduh pak,maaf.berkas nya ada di laci meja saya.kenapa tidak telephone aja sih pak."tanya nya lagi


"Kamu kenapa kok tidak masuk kerja?"tanya pria itu lagi.


"Maaf pak,saya sedang tidak enak badan"jawab ya sambil sedikit bersin.


"Apa kau baik-baik saja?"tanya Kevin sambil memegang kedua bahu nya.


Claudia melihat pria itu yang terlihat panik"Ngak apa-apa kok pak,bentar lagi juga sembuh"ujar nya


Kevin segera menarik tangan nya."ayo kerumah sakit".


"Ngak pak,aku baik-baik aja.sungguh."


"Claudia,aku tidak suka dibantah.cepat ganti baju mu ikut aku kerumah sakit."kata Kevin.tadi nya dia ingin memarahi wanita itu karena tidak memberi kabar dan membuat rapat nya jadi tertunda.tapi begitu melihat ke adaan Claudia hati nya langsung tidak tega.


Claudia mengangguk pelan dan segera masuk kedalam untuk mengganti pakaian nya."kenapa sih jadi orang kok gak boleh dibantah!"gerutunya dalam hati


Setelah mengganti pakaian nya dia segera menemui Kevin dan mengikuti pria itu menuju kerumah sakit terdekat.selama didalam mobil Claudia bersin berkali-kali membuat ingus nya mengalir dari hidungnya.


"Pak,kok baik banget sama saya?"tanya nya


Tapi Kevin tidak menjawab,dia hanya fokus membawa mobilnya sampai mereka tiba dirumah sakit.


"Kau tunggu disini,aku akan mengambil nomor antrian nya."kata Kevin saat mereka sudah tiba dirumah sakit.


Claudia mengangguk dan menunggu Kevin diruang tunggu.baru saja dia mau menjatuhkan bokongnya di atas kursi tiba-tiba tangan nya ditarik seseorang dari belakang.


Claudia tersentak kaget dan menoleh kebelakang.dia tersenyum sinis saat melihat orang yang menarik nya itu.


"Nona Adelia"kata nya.