
Kevin menggenggam ponsel nya dengan kencang hingga benda itu retak ditanya nya.
Dia sangat marah dan kesal saat mendengar teriakan seorang pria dari ponsel nya,suara itu dia sangat tahu siapa.
Dia tidak menutup panggilan nya dan entah kenapa Claudia juga tidak menutup panggilan itu,mungkin saja wanita itu lupa mematikan ponsel nya.
Dengan begitu dia bisa mendengar semua yang terjadi pada Clauida,sebenar nya Kevin sangat ingin langsung menuju kesana.tapi karena mobil nya yang rusak dan sedang dibawa bengkel membuat nya tidak berdaya.
Semalam dia ingin memutar balik mobil nya dan kembali kerumah Caludia,dia sangat menyesal telah bersikap kekanak-kanakan dan meninggal kan wanita itu.
Tapi karena ada insiden kecil membuat nya tidak bisa kembali,ditambah ponsel nya yang ketinggalan dirumah membuat nya tambah tidak bisa melakukan apa pun.
Setelah menunggu selama hampir satu jam akhirnya Claudia muncul dari balik pintu ruangan nya,dengan cepat Kevin memutar kursi nya untuk membelakangi wanita itu.
Dia ingin tahu apakah Claudia mau berbicara jujur pada nya atau malah membohongi nya.
"Maaf pak,saya telat."kata Claudia sambil mengatur nafas nya.
Begitu tiba dia segera berlari dan masuk kedalam ruangan nya untuk menyimpan tas dan mengambil map diatas meja nya.
Setelah merapikan dirinya Claudia segera membuka pintu ruangan itu tanpa mengetuk lagi dan melihat Kevin yang membelakangi nya.
Dia segera meminta maaf karena sudah terlambat tapi pria itu tidak menjawab dan juga tidak membalikkan kursi nya.
"Pak.."Panggil Claudia.
"Kunci pintu nya dan kemari."kata Kevin
Dengan ragu Claudia mengunci pintu itu dan melangkah mendekati Kevin,dia sudah tahu Kevin pasti marah mendengar teriakan Briant tadi.tapi dia tidak tahu jika Kevin mendengar semua pembicaraan nya dengan Briant.
Kevin memutar kursi nya dan menatap tajam wanita itu,Claudia mendekati nya dan meletakkan map yang dipegangnya diatas meja.
"Ada yang mau kau katakan?"tanya Kevin
Claudia tidak ingin berbohong,dengan cepat dia berkata."Ya..maaf aku terlambat."katanya
"Yang lain?"tanya pria itu lagi
"Maaf,tadi mantan suami ku datang kerumah ku."katanya lagi.
Kevin menarik nafas nya sejenak,dia segera menarik tangan Claudia dan berkata"duduk disini."kata nya sambil menepuk paha nya.
"Tapi...."kata Claudia ragu-ragu.itu dikantor bagaimana jika sampai ada orang tahu dengan hubungan mereka.
"Tidak mau?"tanya Kevin
Claudia segera menduduk kan diri nya dipangkuan pria itu,Kevin dengan cepat memeluk nya dengan erat.dia benar-benar pusing memikir kan Claudia sedari tadi.
"Maaf.."bisik Claudia.dia tahu apa yang sedang dipikir kan pria itu.
"Aku benar-benar tidak tahu jika dia akan datang kerumah ku pagi ini."kata Claudia lagi.
Kevin hanya diam dan membenam kan wajah nya didada Claudia.
Claudia menyentuh kepala pria itu dan berkata."hei..apa kau mendengar ku?"tanya nya
Kevin mengangkat kepalanya dan mengelus wajah Claudia dengan lembut.
"Tidak,aku lah yang seharus nya minta maaf pada mu."kata nya
Claudia menatap pria itu dengan heran."minta maaf pada ku?untuk apa?"tanya nya
"Dengar,seharus nya aku bersama mu semalam.maaf sudah bersikap kekanak-kanakan."
"Maaf telah meninggal kan mu,aku ingin memutar mobil ku kembali ketempat mu tapi terjadi sebuah kecelakaan beruntun"
"Sialnya ponsel ku pun tertinggal dirumah,aku benar-benar tidak berdaya semalam.tadi aku pun ingin langsung ketempat mu saat mendengar suara pria itu tapi mobilku sedang dibawa kebengkel."jelas nya
"Apa kau baik-baik saja?"tanya Claudia dengan khawatir.
Dia segera mengecek keadaan pria itu dan melihat tubuh Kevin dengan teliti.
"Yah,aku baik-baik saja.beruntung nya hanya mobil ku yang rusak."kata nya
Claudia bernafas dengan lega dan mengalungkan tangan nya keleher pria itu,kemudian dia memeluk pria itu dengan erat dan memejam kan mata nya sejenak.
"Yah...seperti biasa.selalu meminta ku untuk kembali."jawab nya
"Apa kau akan kembali?"tanya nya lagi
Claudia menggeleng kan kepala nya."Kan sudah aku bilang,tidak ada tempat untuk nya lagi dihati ku."
Kevin membelai punggung wanita itu dengan lembut,untuk beberapa saat mereka terdiam dan tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing.
"Claudia,mau kah kau menemui kedua orang tua ku?"tanya Kevin memecah keheningan diantara mereka.
Tubuh Claudia langsung menegang."untuk apa?"tanya nya
"Kau sudah tahu kan kedua orang tua ku?aku ingin mengenalkan mu pada mereka."kata Kevin
Claudia tidak berani menjawab,bagaimana nanti dia bisa menghadapi Mr Ronald,padahal dia sudah diperingat kan oleh pria itu sebelum nya.
"Apa kau tidak mau?"tanya Kevin
Claudia semakin mengencangkan pelukan nya."bukan begitu,aku rasa ini terlalu cepat.kita baru saja jadian."kata nya beralasan.
"Aku tahu,tapi aku sudah tidak sabar ingin menjadi kan mu milik ku.kau tahu?aku sangat takut kau kembali lagi dengan mantan mu"
Claudia hanya tersenyum,dia mengerti dengan ke khawatiran Kevin.tapi dia belum siap untuk menemui kedua orang tua pria itu.
"Bukan kah sebaik nya kau menceritakan hubungan kita dulu."kata Claudia.
Kevin mendorong tubuh Claudia dengan lembut dan menatap wajah nya"Apa perlu?aku tidak suka bertele-tele.lebih baik aku langsung membawa mu pada mereka."katanya
Claudia diam sejenak,padahal dia ingin menikmati dan menjalani hubungan mereka dengan santai.tapi seperti nya Kevin sudah tidak sabar,bukan nya dia takut untuk menemui orang tua Kevin,dia hanya ragu apakah Mr Ronald mau menerima dirinya menjadi kekasih anak nya.
"Akan aku pikir kan."kata nya.
Kevin tersenyum dan menempelkan dahi nya kedahi Claudia.
"Apa kau lupa kesalahan mu hari ini?"tanya nya
Terasa hembusan nafas Kevin yang hangat menerpa wajah nya,Claudia memutar otak nya mengingat apa lagi yang belum dia katakan pada pria itu.
"APa ada lagi?"tanya nya bingung.seingat nya dia telah mengatakan semua nya tadi.
"Kau benar-benar harus dihukum."kata Kevin sambil membelai wajah nya
Claudia masih tidak mengerti dengan perkataan pria itu,dia hanya diam menatap mata Kevin dengan lekat.
"Cium aku."pinta Kevin
Mata Claudia membulat penuh,ingin dia menyembunyikan wajah nya tapi Kevin memegang belakang kepalanya dan menahan diri nya.
"Tidak mau?"tanya Kevin lagi
Claudia benar-benar malu,padahal ini bukan yang pertama kali nya mereka berciuman.tapi dia belum pernah berinisiatif terlebih dahulu,bahkan dengan Briant pun tidak.
"Kalau tidak mau tidak apa-ap...."kata Kevin tertahan Karena Claudia sudah menutup bibir nya.
Claudia memejam kan mata dan memberani kan diri mencium pria itu,dia hanya ingin mengecup bibir Kevin sebenar.tapi pria itu menekan kepalanya membuat ciuman mereka semakin erat.
Claudia tidak bisa mengelak lagi,dia segera memeluk Kevin dengan erat dan membalas ciuman pria itu yang semakin membara.
Setelah hampir kehabisan nafas mereka melepas kan ciuman mereka dengan nafas yang tersengal-sengal.
Kevin menyelip kan anak rambut Claudia dibelakang telinga nya dan tersenyum manis menatap wajah wanita itu yang tampak memerah.
"I Love you."kata nya
Claudia sangat malu dan menyembunyikan wajah nya dibelakang tengkuk Kevin,pria itu benar-benar bisa membuat nya gila.
"Aku..aku juga mencintai mu"bisik nya.untuk pertama kali nya dia mengakui perasaannya pada pria itu.
Mata Kevin berbinar senang."benar kah?"tanya nya dengan tidak percaya.
Claudia masih menyembunyikan wajah nya dan mengangguk pelan.tidak ada alasan lagi untuk nya menolak pria itu,dan kini Kevin benar-benar sudah memenuhi seluruh hati nya.
Kevin tersenyum senang dan membelai punggung wanita itu dengan lembut,didalam otak nya mulai memikir kan cara untuk membawa Claudia menemui kedua orang tuanya dan menolak tunangan nya Anabel yang sebenar lagi akan datang.