
"Selamat pagi."sapa Luna saat melihat Adam berjalan kearahnya.
Adam melirik kearah Luna sejenak,akhirnya wanita itu tidak mengabaikannya lagi.
Adam segera menarik kusrsinya dan duduk disana,Luna dengan cepat menyodorkan segelas kopi dan roti untuknya.
Selama disana Luna belajar memasak dari para pembantu Adam,memang dia tidak mengatakan apa-apa tapi setiap hari dia berusaha membuat makanan untuk Adam.
Dia juga meminta pada kepala pelayan untuk tidak mengatakan apapun kepada Adam,dia takut jika Adam tahu maka pria itu tidak mau memakan masakannya.
Adam memperhatikannya dan Luna segera menyembunyikan tangannya,dia tidak mau Adam melihat tangannya yang dipenuhi luka karena malu.
Luna hanya tersenyum manis saat Adam melihat kearahnya.
"Kenapa kau tidak makan?"tanya Adam.
"Tidak,aku sudah makan tadi.ini semua untuk mu."
Luna hanya duduk didepannya dan mencuri-curi pandang kearahnya.
"Apa yang kau lakukan selama dirumah?"
"Tidak ada,aku tidak melakukan apapun."
"Bukan kah kau sedang liburan?"
"Itu,aku tidak tahu tempat wisata disini.lagi pula uangku sudah habis."jawab Luna
Adam melihat kearah Luna dan meletakkan gelas kopi yang sedang dipegangnya.
"Kalau begitu,bagaimana jika hari ini kita pergi bersama?"ajaknya
Luna terbelalak kaget.
"Maksud mu?"tanya nya tidak mengerti.
"Kau bilang liburan mu tinggal beberapa hari lagi bukan?"
"Aku bukan pria yang terlalu jahat.maka hari ini aku akan mengajak mu melihat kota inggris sebelum kau kembali kekorea!"
Wajah Luna langsung berseri-seri.
"Benar kah?"tanyanya gembira
Adam hanya mengangguk.
"Kalau begitu aku akan bersiap-siap."kata Luna penuh dengan semangat.
Luna tersenyum gembira ,dia segera bangkit berdiri,melewati Adam dan naik keatas.
Adam melihat kearahnya dan tanpa dia sadari dia tersenyum senang melihat tingkah Luna.
Adam kembali menekuk wajahnya saat menyadari itu,dia segera memasang tampang dingin seperti biasanya.
Tidak berapa lama Luna sudah siap,dia begitu bersemangat dan segera menghampiri Adam.
"Adam,aku sudah siap."katanya
Adam melihat kearahnya dan terdiam,matanya terpana melihat penampilan Luna yang terlihat manis.
Rambutnya yang panjang di ikatnya keatas,Luna memakai dress mini dan tersenyum manis kearahnya.
"Adam?"panggil Luna menyadarkan nya
Adam berdehem pelan,dia segera bangkit berdiri dan meraih kunci mobilnya.hari ini dia akan menyetir sendiri dan membawa Luna melihat keindahan kota inggris.
Tujuan pertama mereka adalah Big Ben,mereka berjalan bersama melihat keindahan bangunan itu.
Luna begitu bersemangat,dia menggandengan tangan Adam dan berjalan disisinya.
Adam hanya diam saja,hari ini dia akan membiarkan Luna melakukan apapun yang dia mau.
Disepanjang perjalanan senyum Luna terus mengembang,dia sangat bahagia Adam mengajaknya jalan-jalan hari ini.
Adam bahkan tidak menepis gandengan tangannya,untuk sesaat Luna akan menikmati waktu yang ada diantara mereka berdua.
"Apa kau mau membelinya?"tanya Adam
Luna menggeleng dan tersenyum manis padanya.
"Tidak perlu,aku sudah bilang aku tidak punya uang."jawabnya
"Jika kau mau aku akan membelikannya untuk mu."
"Tidak,aku tidak mau menyusahkan mu.hari ini aku sudah sangat senang karena kau sudah mengajak ku jalan."tolak Luna.
Adam melihat sebuah kalung ditoko souvenir itu,saat Luna kembali melihat souvenir yang ada,diam-diam Adam membeli kalung itu untuk Luna.
Pria itu memasuk kan kalung yang dia beli kedalam saku celananya,dia berniat memberikan itu saat Luna akan kembali kekorea.
"Sekarang kau mau kemana lagi?"tanya Adam.
"Aku ingin pergi ke Tower Bridge dan One Eye."Jawab Luna penuh semangat.
Adam tersenyum dan mengandeng tangan Luna.
"Seperti yang kau inginkan."katanya.
Mereka pergi menuju Tower Bridge,tapi sebelum itu mereka makan siang sejenak direstoran yang ada didekat situ.
Hari ini tak henti-hentinya Adam melihat senyum Luna yang terus mengembang,dalam hatinya ada sedikit perasaan hangat melihat senyum wanita itu.
Saat mereka berjalan dijembatan penghubung,dari arah berlawanan tampak dua orang sedang berjalan kearah mereka.
Adam menghentikan langkahnya saat melihat kedua orang itu,Luna begitu heran dengan Adam.
Pria itu menatap wanita yang berjalan dengan seorang pria dengan lekat,kedua orang itu tidak melihat kearah mereka,mereka hanya berjalan lewat begitu saja.
"Adam,ada apa?"tanya Luna heran.
"Oh,tidak ada apa-apa."
Adam kembali melangkahkan kakinya dan berjalan bersama Luna.
Dalam hatinya berkecamuk,orang yang tadi dia lihat adalah mantan kekasihnya.wanita itu menghianatinya dan pergi dengan pria lain.
Adam mengira jika suatu saat dia bertemu lagi dengan wanita dia tidak akan sanggup,tapi ternyata sudah biasa saja,bahkan wanita itu tampak biasa saja dimatanya.sepertinya cintanya untuk wanita itu sudah hilang dengan berjalannya waktu.
"Adam,sedari tadi aku perhatikan kau hanya melamun,ada apa?"
"Jika kau sudah lelah lebih baik kita pulang saja."ajak Luna
"Tidak,tidak apa-apa.kau bilang ingin ke One Eye bukan?"
"Jika kau sedang tidak enak badan tidak apa-apa,lebih baik kita pulang saja."ajak Luna lagi
"Sudahlah,ayo.aku tidak apa-apa."
Sesuai dengan keinginan Luna,Adam mengajaknya ke One Eye.Luna dapat melihat keindahan kota inggris dari gondola yang dinaikinya
Hari ini dia benar-benar bahagia,dia tidak akan menyesali lagi tindakannya datang ke inggris untuk menemui Adam.
Lampu kota Inggris membuat pemandangan malam itu terlihat sangat indah dari gondola yang mereka naiki berdua.
Mata Luna berbinar senang,dia senang dalam menikmati pemandangan kota itu bersama Adam.
Luna memeluk tangan Adam dan bersandar padanya,malam ini dia ingin menikmati waktu mereka berdua sebelum dia kembali kekorea.
Adam melepaskan tangannya dari pelukan Luna dan melingkarkan tangannya dipinggang Luna.
Mereka tidak berbicara,Luna hanya tersenyum bahagia.
"Adam,terima kasih.hari ini aku sangat bahagia."
Luna berjinjit dan menciumi bibir Adam.
Adam hanya terdiam menerima ciuman Luna,tapi kemudia Adam memeluk tubuh Luna dan membalas ciumannya.mereka berciuman dengan mesra dan kerlap kerlip lampu kota London menjadi saksinya.