
Pagi nya Claudia bangun sendiri.tampak nya Briant benar-benar tidak tidur bersama nya malam tadi.Claudia menahan air mata nya,apa perkataan nya begitu fatal hingga Briant begitu marah pada nya.
Claudia tersenyum getir"apa Briant benar-benar marah sehingga dia tidak mau tidur dengan ku?"tanya nya dalam hati
Di lihat nya jam di atas meja baru menunjukkan pukul setengah enam pagi.dia segera membersihkan diri dan memakai pakaian kerja nya.pagi ini Claudia ingin pergi sendiri karena sepertinya Briant sangat marah pada nya dan Claudia tidak ingin melihat Briant pagi ini.
Dia turun ke bawah dengan pelan-pelan,di lihatnya ke adaan dibawah masih sepi.tampak nya Briant dan mertua nya belum bangun.hanya ada pembantu yang sedang membersihkan rumah.
Mereka menatap Claudia dengan wajah bingung,dan Claudia segera memberi kan isyarat untuk diam.
Dia segera keluar dari rumah,hari ini dia akan naik kereta ke kantor nya,Claudia segera memesan ojek online untuk membawa nya ke stasiun.sejak menikah dia sudah tidak pernah lagi naik kereta,rasa nya dia mulai rindu saat-saat dulu.
Claudia ingat waktu pertama kali bertemu dengan Briant,dulu dia mengira Briant adalah tukang ojek yang dia pesan.karena waktu kuliah Briant membawa motor sport untuk ke kampus.
Claudia segera naik ke motor Briant dan mengatakan tujuan nya,Briant dengan bingung menatap wanita yang sedang duduk di jok motor nya itu.tapi walau begitu dia juga mengantar kan Claudia karena tujuan mereka sama.
Setelah tiba dikampus Claudia langsung memberikan nya uang lima puluh ribu kepada Briant dan segera berlari ke dalam kampus.tapi siapa sangka ternyata Briant juga mahasiswa disana,bermula dari kesalah paham itu lah mereka saling mengenal satu sama lain.
Claudia tersenyum saat mengingat masa itu dan Kenangan nya tiba-tiba buyar saat tukang ojek memanggil nya."mbak yang pesan ojek"tanya nya
Claudia mengangguk dan segera naik ke atas motor.ojek itu segera mengantar nya ke stasiun.setiba nya distasiun Claudia langsung membeli tiket kereta.
Karena dia sudah lama tidak naik kereta jadi Claudia sedikit bingung,dia berdesak-desakkan dengan penumpang lain untuk masuk kedalam dan untung nya dia bisa menemukan tempat duduk yang kosong.
Claudia sampai ke kantor nya lebih pagi dari biasa nya,bahkan security menatap bingung ke arah nya.
"Tumben bu pagi-pagi udah datang?"tanya security itu.
Claudia hanya tersenyum dan masuk kedalam.dia melihat jam dikantor yang terpasang di dinding dan ternyata baru jam setengah tujuh.
Dia segera melangkah keluar lagi dan berjalan ke arah Cafe yang ada didekat kantor.sebelum masuk kerja setidak nya Claudia punya waktu setengah jam untuk menikmati kopi di cafe itu.
Dia memesan segelas capucino latte dan sepotong kue,karena dia belum sarapan pagi ini.Claudi duduk di pojok kan dan dia segera mengambil ponsel nya didalam tas.
Claudia menyalakan ponsel nya dan tampak Briant menghubungi nya beberapa kali.Briant juga menuliskan pesan melalui whatsapp untuk nya
"Sayang,kenapa pergi sendirian?"tanya nya
Claudia segera membalas pesan dari Briant"maaf mas,aku lagi pengen sendiri"kata nya.
Claudia mengusap wajah nya.sebenar nya dia sangat penasaran dengan pembicaraan ibu mertua nya dengan suami nya semalam.tapi karena dia terlalu takut untuk mendengar nya sehingga dia memilih melarikan diri.
ponsel nya kembali berbunyi dan Briant membalas whatsapp nya
"Nanti aku jemput ya"kata nya
Claudia meletakkan ponsel nya di atas meja dan mengabaikan pesan dari Briant.dia tahu yang dia lakukan salah,tapi Claudia kesal dengan Briant yang marah hanya karena perkataan nya.
Sebenar nya Claudib tidak merasa perkataan nya salah.apa salah nya jika mereka mencoba konsultasi kedokter berdua.tapi Briant malah menganggap Claudia menghina nya.
Kalau pun dia salah kenapa Briant tidak mau membicarakan pada nya secara baik-baik.bahkan Briant tidak mau tidur dengan nya malam tadi.
Claudia segera menyeruput kopi nya yang sudah datang sedari tadi.dia hanya duduk termenung di cafe itu.setelah kue nya habis dia segera membayar di kasir dan kembali ke kantor.
Setiba nya dikantor Claudia segera ke meja nya dan mulai melakukan pekerjaan ku.setidak nya dia tidak begitu memikir kan Briant karena dia mulai mengerjakan pekerjaan nya.
Saat makan siang kedua sahabat nya Nana dan Mary mengajak nya makan siang ke kantin tapi Claudia menolak.saat ini dia lagi malas untuk makan,dia hanya ingin duduk dan menenggelam kan diri nya dengan pekerjaan nya.
"Hei,waktu nya pulang"kata Mary
Claudia menatap kedua sahabat nya itu."Nanti deh,nih bentar lagi mau kelar"kata nya
"Lanjut besok aja"kata Nana
Claudia menggeleng pelan."tanggung ah,dikit lagi"kata nya sambil menatap layar komputer ku kembali.
Nana Dan Mary akhir nya pulang duluan meninggal kan Claudia.dia kembali menyelesai kan pekerjaan nya,setelah selesai Claudia segera merapikan barang-barang nya,dia melirik jam dipergelangan tangan nya dan waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.
"Celaka,udah sore ternyata"kata nya dalam hati.Claudia segera berlari ke arah lift,tangan nya mulai merogoh tas nya untuk mencari ponsel nya tapi tidak ditemukan nya
Claudia mengingat-ingat kapan terakhir dia mengeluarkan ponsel nya.lalu dia teringat dia meletakkan ponsel nya di cafe tadi pagi dan meninggal kan nya disana.
Akhir nya Claudia kembali ke cafe itu untuk menanyakan keberadaan ponsel nya.tapi kata pegawai cafe mereka tidak tahu.Claudia merasa kecewa karena semua nomor kontak teman nya ada diponsel itu.
Terpaksa dia menyetop taxi yang lewat karena dia tidak bisa memesan ojek online.setelah mengatakan alamat nya kepada supir,taxi yang ku tumpangi segera melesat menembus jalanan ibu kota.
Setiba nya dirumah Claudia segera membuka pintu rumah dan menutup nya dengan perlahan,Claudia berjalan masuk dan terdengar suara Briant dari dalam rumah.
"Dari mana kamu?"tanya Briant
Claudia memutar kepala nya dan dia melihat Briant sedang menatap tajam ke arah nya,seperti nya Briant menunggu nya pulang dari tadi."aku Dari kantor mas."kata Claudia
Briant melangkah ke arah nya dan memegang tangan Claudia dengan kencang,Briant menarik tangan nya dan menaiki anak tangga.Briant segera menarik tangan Claudia masuk kedalam kamar saat mereka sudah didepan kamar.
"Lepas mas,sakit"kata Claudia sambil menepis tangan Briant.
"Jawab yang jujur,dari mana kamu?"tanya nya lagi
Claudia melihat wajah Briant menegang menahan amarah.
"Jujur mas,Aku dari kantor"kata nya
Briant tidak percaya pada Claudia,Briant menggenggam bahu Claudia dengan kencang.rahangnya mengeras dan Briant mengertakkan gigi nya menahan amarah.
"Jawab dengan jujur sayang,kamu dari mana?"tanya nya
Claudia merasakan sakit dikedua bahu nya,dia melihat Briant dengan takut dan air mata mulai menetes."benar mas,aku tidak bohong"kata Claudia sambil terisak
"Tadi aku ke kantor mu tapi kata security semua sudah pulang,aku menghubungi mu berkali-kali tapi kamu tidak menjawab"jelas Briant
Claudia melihat Briant dengan ketakutan"benar mas aku tidak bohong,ponsel ku hilang jadi aku tidak tahu kamu menghubungi ku"jelas nya dengan bibir yang bergetar
Briant menatap lekat mata Claudia"kamu tahu aku sangat khawatir pada mu"kata nya
Claudia mengangguk pelan."Maaf mas,aku benar-benar tidak sengaja"kata nya lagi
Briant menarik nafasnya dengan frustasi.dia melepas kan tangan nya dari bahu ku dan melangkah keluar.sebelum dia benar-benar keluar dari kamar Claudia kembali meminta maaf pada suami nya tapi Briant membanting pintu dan meninggal kan nya sendiri.
Lutut Claudia lemas dan dia jatuh terduduk di atas lantai.dia memang salah,seharus nya dia segera pulang tadi.tapi Claudia benar-benar lupa jika Briant akan menjemput nya.
kenapa masalah datang bertubi-tubi.masalah tadi pagi belum selesai tapi sekarang timbul masalah baru lagi.Claudia mengusap air mata nya yang sedari tadi jatuh dikedua pipi nya.dia berharap Briant mau kembali kedalam kamar dan mau menyelesaikan masalah mereka secara baik-baik.