
Dibandara,Claudia sedang berdiri dipintu kedatangan.pesawat yang kakaknya tumpangi sudah mendarat dua puluh menit yang lalu.
Claudia berdesak-desakkan diantara orang-orang yang menyambut kedatangan keluarga mereka seperti dirinya.
Dia benar-benar sudah tidak sabar untuk bertemu kakak nya itu.tidak berapa lama para penumpang sudah mulai keluar satu persatu dan para penyambut mulai terlihat bahagia melihat anggota keluarga mereka.
Sedangkan dari arah pintu keluar,tampak seorang pria tampan dengan kaki jenjang nya sedang melangkah keluar.pria itu memakai setelan jas lengkap,memakai kaca mata hitam dan sedang menenteng sebuah koper kecil ditangan nya.
Pria itu adalah Adam wijaya kakaknya,Adam mengikuti nama belakang ayahnya sedangkan Claudia mengikuti nama ibu nya.
Claudia tersenyum saat melihat kakak nya yang berjalan keluar,pria itu tidak berubah sama sekali.
"Kakak"panggil nya sambil melambaikan tangan nya
Adam melihat datang nya suara dan segera melangkah dengan cepat saat melihat adik nya melambai pada nya.
"Hei..kau.kenapa makin cantik saja?"tanya kakak nya
Claudia tersenyum dan segera memeluk pria itu untuk melepas kan rindunya.
"Aku kangen kakak."kata Claudia dengan manja dan memeluk kakaknya dengan erat.
"Kamu sudah besar,apa tidak malu dilihat orang."kata Adam
Pasalnya semua orang yang disana melihat mereka dan menyangka mereka adalah sepasang kekasih.
"Biarin."kata Claudia sambil cemberut.
Adam terkekeh pelan,dia sangat senang adik nya masih manja padanya.walaupun Claudia sudah besar tapi bagi Adam wanita itu tetap akan menjadi adik kecil nya.
"Sudah,kakak lapar nih.yuk makan dulu."ajak pria itu
Claudia mengangguk dan melepaskan pelukan kakak nya itu,mereka segera berjalan bersama untuk mencari restoran yang ada di dalam bandara.
"Apa kabar suami mu?"tanya Adam.
Dia tidak tahu jika Claudia sudah bercerai karena wanita itu tidak pernah mengatakannya.
"Hmm...baik"jawab Claudia ragu-ragu
"Tumben Briant tidak menemani mu,apa dia sedang sibuk?"Tanya kakak nya lagi
Claudia menundukkan kepalanya,apa yang harus dia katakan pada kakak nya?tapi dia juga tidak bisa menyembunyikan hal itu dari kakaknya.dengan ragu-ragu akhirnya dia berkata:
"Kak..aku...aku dan Briant sudah bercerai."katanya dengan pelan
Adam segera menghentikan langkah nya,dia begitu kaget mendengar perkataan adik nya itu.
"Apa kamu bilang?"tanya Adam tidak percaya.
Claudia tersenyum dengan pahit,tersirat kesedihan dari mata nya.rasanya permasalahan yang selama ini dia alami kembali berputar dikepalanya.
"Aku sudah bercerai dengan Briant beberapa bulan yang lalu."kata nya
Adam menggertakkan gigi nya,pria itu segera menarik tangan Claudia dan membawanya menuju kesebuah taxi yang sedang kosong.
Niat nya untuk mencari restoran dia batalkan karena dia sangat ingin mendengar apa yang telah dialami adiknya selama ini.
"Kak...katanya lapar."tanya Claudia heran saat Adam mendorong tubuh nya dengan pelan untuk masuk kedalam taxi.
"Makan dihotel saja."kata Adam sambil masuk kedalam taxi.
Mereka tiba disebuah hotel yang tidak jauh dari bandara dan segera memesan kamar hotel disana.
Setelah mendapat kamar yang dia inginkan dan memesan beberapa makanan,Adam segera membawa Claudia menuju kamar nya.
"Ceritakan pada ku apa yang telah terjadi dengan kalian berdua?"tanya Adam saat mereka sudah berada didalam kamar hotel.
Claudia menatap kakaknya yang sedang melepaskan jas nya dengan nanar,sebenar nya dia enggan mengungkit permasalahan rumah tangga nya lagi.
"Briant menghianati ku dan mantan ibu mertua ku mengatakan aku mandul sehingga dia meminta Briant untuk menikah lagi."kata nya
Mata Adam melotot tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh adik nya.
Claudia menerus kan cerita nya,tidak ada yang dia lewat kan kecuali hubungan nya dengan kevin.
Dia tidak berani menceritakan perlakuan Kevin pada nya karena dia takut kakaknya akan marah dan menghajar pria itu.
Dia sangat tahu sifat kakaknya yang sangat kejam,jika ada yang berani mengusik nya maka akan dia habisi tanpa ampun.
Adam mengepalkan tangan nya menahan emosi yang siap meledak kapan saja,dia tidak tahu selama ini Claudia dihina oleh mantan ibu mertua nya dan dihianti oleh Briant.
Dulu dia mau membawa Claudia untuk tinggal dengan nya di inggris,tapi adiknya menolak karena waktu itu Claudia berpacaran dengan Briant.
Dia menyangka Briant dapat menjaga adik nya sehingga dia sangat percaya akan pria itu.
Apalagi saat Briant melamar Claudia didepan nya dan berjanji akan menjaga adik nya dengan baik,Adam semakin mempercayakan Claudia dengan Briant karena menurut nya Briant dan keluarga nya sangat sayang dengan adik nya.
Tapi dia benar-benar tidak menyangka pria itu sungguh berani memperlakukan adik nya seperti itu.
Ditambah penghinaan yang harus adik nya terima dari mantan ibu mertua nya.Adam benar-benar marah,ingin rasa nya dia menghajar Briant saat itu juga.
"Dimana mantan suami mu itu?"tanya nya dengan marah
Claudia mengangkat kedua bahu nya."ngak tau,emang kakak mau ngapain mencari nya?"tanya nya
"Akan ku habisi dia."kata Adam dengan nada marah.
Pria itu segera meraih jas yang dia letakan di atas ranjang,dengan mata yang berapi-api dan amarah yang tertahan pria itu melangkah dengan cepat ingin keluar dari kamar hotel itu.
"Jangan kak."kata Claudia sambil memeluk pria itu dari belakang.
"Jangan menahan ku,dulu aku sangat percaya pada nya tapi berani nya mereka menghina mu."
"Kak,jangan,ku mohon!"pinta Claudia lagi
"Kenapa?"tanya Adam
"Kak,bagaimana pun aku pernah menghabis kan waktu dengan Briant.lagi pula hubungan kami sudah usai,biarkan saja."kata nya
"Tapi mereka menghina mu dan mengatai mu mandul."
Claudia menggeleng pelan."biarkan saja,aku tidak terlalu pusing dengan penghinaan mereka."katanya
Adam menarik nafas nya dengan panjang untuk menahan emosi nya,kemudian dia membalikkan badan nya dan memeluk adik perempuan nya itu dengan erat,di sentuhnya ujung kepala Claudia dan dibelai nya dengan sayang.
"Baik lah,kakak mengerti."kata nya
Claudia tersenyum dan memandangi wajah tampan kakaknya itu dan berkata:
"Terima kasih kak"
Adam tersenyum,dia tahu adik nya itu tidak akan tega menyakiti Briant.
"Ngomong-ngomong,aku sudah lapar tapi makanan belum juga datang.bisa kau turun kebawah sebentar untuk menanyakan makanan yang kakak pesan pada resepsionis?"
"Kan bisa lewat telephone"jawab Claudia cepat
"Tidak,lebih baik kau langsung bertanya biar cepat datang makanan nya."kata pria lagi
Claudia memanyunkan bibirnya kedepan dan segera melepaskan pelukan nya.
"Iya deh."kata nya sambil berjalan kearah pintu kamar itu.
Setelah Claudia keluar dari kamar itu,Adam segera mengambil ponsel nya yang berada didalam saku celanya.dengan cepat pria itu menekan beberapa nomor dan menghubungi seseorang.
"Aku ingin meminta bantuan mu untuk menghancur kan seseorang."kata nya