Hourglass

Hourglass
Konfrensi Pers



Tak lama kemudian Ailee pun datang di tempat kejadian. Karena dia memang sudah sedari awal merasakan hal tak mengenakan.


Ailee pun kemudian melihat apa yang terjadi di sana.


"Sudah ku bilang kan. Jangan di sini, akhirnya Arga mengetahui nya juga," keluh Ailee.


Ailee pun kemudian masuk ke dalam gedung itu.


"Kalian periksa satu persatu gedung ini. Saya akan mencari Papa saya, nanti kalau ketemu kabarin saya!" perintah si Ailee sambil berjalan memasuki gedung tersebut.


Sesuai perintah Ailee mereka pun kemudian mencari keseluruh tempat.


Ailee pun kemudian melihat sang Papa disana yang sudah tergeletak tak sadar kan diri.


"Sepertinya Jantung Papa Kumat lagi," keluh Ailee.


Ailee pun kemudian mengambil sebuah glock dan menembakkan nya ke sang Papa.


Ailee pun kemudian di bawa oleh seorang polisi yang memang sedang mengecek kondisi di lokasi tersebut.


Karena ter dengar sebuah ledakan sang polisi pun langsung menuju ke sumber suara dan mendapati Ailee yang masih memegang pistol tersebut.


"Turunkan Senjata!" teriak sang Polisi


Ailee pun langsung membuang ke sembarang arah pisyol tersebut.


Briyan pun langsung berlari dan berkata, "Apa yang kamu lakukan Ailee!" teriak si Briyan .


"Gil* kamu! Bunuh Papa."


Ailee pun hanya tersenyum puas melihat dia bisa membunuhnya.


"Kau tau, aku sudah lama menunggu hal ini! Dia terlalu sayang sama kamu! Ketimbang aku! kamu puas kan melihat kasih sayang dia turun ke kamu! aku yang anak kandungnya tidak mendapatkan hal seperti itu! Tapi kamu! Kamu cuman anak pungut! Memiliki hal semuanya! Ketimbang aku!" bentak Ailee.


Sang Polisi pun langsung membawa Ailee pergi, Briyan hanya bisa menangis sejadi - jadi nya. Ia merangkul sang Papa yang sudah merawatnya semenjak dia kecil.


***


Malamnya...


Keluarga Arga pun langsung melakulan konfrensi pers yang di hadiri banyak wartawan. Arga pun langsung menelfon sang Istri untuk mengabarinya.


Celine pun langsung mengangkat ponsel nya.


"Kamu yakin akan melakukan Konfrensi Pers sekarang?" Celine pun bertanya akan keputusan suaminya.


"Aku ingin membersihkan nama perusahaan kita. Supaya perusahaan kita makin maju dan banyak investor yang mau menanamkan saham nya ke perusahaan kita," Jelas si Arga dalam telefon tersebut.


"Lagian ya, aku sudah mengumpulkan cukup bukti. Dari Melly sampai bukti rekaman tersebut."


"Benarkah? Melly sudah kau temukan?" Celine pun bertanya ke sang suami keheranan.


"Aku kan sudah bilang, aku akan melakukan demi Keluarga kita, dan membersihkan nama perusahaan. Walaupun aku sudah memberikan CEO terbaru dan dia berhasil menaikkan saham sekitar sepuluh persen tetap saja, aku ingin membersihkan nama perusahaan di hadapan para pemasok dan pelanggan kita. Karena perusahaan kita tak melakukan korupsi atau memutuskan para pemasok. Makanya aku mencari Melly."


"Iya deh percaya."


"Aku sudah menyuruh Dewa tadi dalam perjalan. Sebentar lagi aku dan para pengawal yang lain beserta Jasson dan Kak Leonard akan langsung menuju ke gedung Konfrensi Pers."


"Langsung! Kalian dalam lokasi itu langsung ke konfrensi pers?" Celine pun berteriak dan membelalakkan matanya.


Sontak orang yang berada di samping Celine pun terkejut dan langsung menatap Celine. Untuk segera bertanya apa yang terjadi.


'Jasson! Bagaimana keadaan dia!' batin Karin.


Karin pun juga sama hal nya mengambil ponsel nya dari dalam saku dirinya. Begitu pula dengan Pricil ia melakukan hal yang sama.


Sebuah chat tertera di ponsel Pricil. Brisikan,


Sedangkan Karin belom mendapat kan kabar dari Jasson. Ia pun khawatir, namun melihat ekspresi Pricil dan Celine sepertinya sudah berakhir, pikir si Karin.


'Semoga kamu baik - baik saja aku akan menunggu mu,' batin Karin kembali. Sambil menatap ponsel nya sendu.


Dia pun langsung memasukkan kembali ponsel nya di dalam sakunya lagi.


Celine pun langsung menutup ponsel nya dan langsung di tanya oleh sang Mertua.


"Bagaimana Arga!" bentak sang Mama.


"Apa anak saya baik - baik saja! Kenapa dia menelfon kamu dan bukannya Mama!" teriak si Mama.


"Mama sudahlah," ucap sang Papa.


"Ma, jangan mulai deh. Kita semua tuh lagi cemas hadapin suami kita di lapangan! Mama jangan nambahin beban donk!" bentak Si pricil.


"Kamu ingat ya Pricil! Mama juga gak setuju dengan suami kamu! Mama gak akan meresmikan pernikahan kalian! Paham kan!" bentak sang Mama.


Pricil pun langsung tertunduk dan menahan airmata nya untuk keluar. Untung saja saat itu sang Ibu sedang menidurkan Dirga di dalam kamarnya. Jadi sang Ibu tak mendengar anak nya di salahkan lagi.


Sedangkan Karin masih dalam keadaan kalut, karena Jasson tak kunjung memberinya kabar.


"Jadi gimana keadaan Arga! Kenapa kamu diam saja!" teriak sang Mama kembali.


"Semua baik - baik saja, Mama. Arga, kak Leonard, serta Jasson," ucap Celine terhenti ketika mengatakan Jasson dan melihat ke arah Karin.


"Mereka semua baik Ma," ucap Celine.


"Tapi mereka akan langsung ke gedung putih untuk konfrensi Pars disana."


"Kalau gitu kita langsung menyalakan Televisi saja."


Pricil pun bangkit dari duduk nya dan menyalakan televisinya.


Namun masih belom terjadi apa- apa dan masih kosong dalam televisi tersebut. Masih memyiarkan para Wartawan yang sedang ribut dan ramai ini dan itu.


Hingga beberapa jam berlalu.


"Semua kesini deh! Ini udah tayang!" teriak Pricil.


Pricil pun langsung mengencangkan Volume televisinya.


Mereka semua sungguh mendengar kan baik - baik. Bahkan semua terkejut melihat Melly yang penuh luka seperti ini.


Arga pun langsung menyampaikan beberapa rekaman suara dalam telefon tersebut.


Bahwa perusahaan Pt. Serafood. Telah dituduh melakukan korupsi yang jelas - jelas ini adalah ulah PT. YJ Group. Kemudian ada suara yang menunjukkan kalau mereka telah memerintah Melly untuk mengambil barang di gudang yang akan di kirim.


Tak hanya itu Melly pun mau bersaksi atas perbuatannya yang mau menerima suap dari PT. YJ Group.


Arga kuga menjelaskan bahwa Melly pun di sekap oleh anak buah merekan dan menyiksanya.


Sekarang semua jelas akan kabar buruk perusahaan yang selama ini terjadi.


Mereka semua pun langsung undur diri dari hadapan para Wartawan.


"Akhirnya kamu kembali lagi Melly? Hemm.. Seperti tak asing," ucap salah satu pengawal yang menjaga Melly dalam sekapan dan siksaan Ailee.


"Kini semua akan baik normal kembali," ucap Leonard.


"Semoga saja kak. Aku sudah lelah meladeni ini semua."


"Tetaplah semangat Arga ingat anak dan Istri mu, aku akan berusaha mendampingi mu," ucap sang Kakak Ipar.