
Arga pun kembali kekantor dengan keadaan yang marah.
"Bisa - bisa nya dia membuat ku menunggu dan membatalkan nya seenaknya begini! Sial! Aku harus cari tau Perusahaan tersebut!" omel Arga di sepanjang jalan menuju ruangannya.
Arga pun langsung menelfon Sekretarisnya dan bagian gudang yaitu Jasson.
Tak lama kemudian mereka berdua pun datang ke ruangan bossnya tersebut.
"Jasson! Kenapan kamu tidak mengecek soal bagian Gudang! Apa yang kamu kerjakan selama ini! Kau tau perusahaan kita sudah kehilangan pemasok Tepung terbesar disini!" ungkap Arga, "dan kamu! Amelia! Kenapa kamu sebagai sekretaris saya! Kamu tidak melaporkan apapun juga kesaya!" ungkap Arga kembali
"Kemarin saya belom mendapatkan info bagian pengiriman Pak, karena saya ngecek sesuai dengan apa yang ada di gudang, saya tak mungkin melewatkannya. Karena saya selalu cek berkali - kali sebelum melakukan akhir kegiatan kerja saya." jelas Jasson.
"Sudahlah! Percuama saya marah dengan kalian! Aku ingin kamu! Amel. Untuk cari tau soal pemasok kembali. Saya ingin yang perusahaan yang menawarkan produknya ke perusahaan ini untuk di terima dan dilakukan ketentuan sesuai dengan perusahaan yang ada di sini. Saya tidak! Mau lagi kejadian seperti ini! Membatalkan seenak nya sendiri! Seperti ini." Bentak si Arga.
"Kembali kerja! Kalian." bentak Arga kembali.
Arga pun kemudian memijat kedua alis nya dan tertunduk merasakan perusahaan nya dalam kesusahan.
***
"Kamu sudah melaksanakan sesuai perintah saya kan?" ucap san Papa orang tua Ailee.
"Semua sudah saya lakukan sesuai perintah bapak," ungkap salah satu anak buahnya.
Ailee yang mendengar itu pun merasakan bahagia.
"Apa Papa sudah membereskannya?" tanya si Ailee kembali.
Sang Papa pun hanya mengangguk tersenyum menatap sang anak.
"Aku yakin kalau nanti Arga akan memohon kepada kita dan Papa harus mempersatukan aku dengan Arga," ungkap Ailee.
"Apapun demi kamu anak ku, Papa gak ingin kamu bersedih. Papa ingin melihat kamu bahagia." ujar sang Papa.
"Aku ingin menemui Arga kalau begitu." ungkap Ailee.
Ailee pun menelfon Arga saat itu juga,untuk mengajak nya makan siang bersama.
"Arga, aku akan ke kantor mu sekarang untuk makan siang bersama!" ucap Ailee dan langsung mematikan ponselnya.
"Apa - apaan ini! Kenapa main tutup begini!" amuk Arga kembali.
"Kenapa kamu! Slalu seperti ini Ailee! Semua sudah jelas! Tapi kenapa kamu tak bisa melupakan aku!" teriak Arga.
Arga pun kemudian melihat meja Celine yang ada di seberang nya.
Arga pun berjalan ke meja tersebut terlihat sebuag foto berada di meja dengan bingkai kecil dia pun langsung mengambil sebuah bungkai tersebut.
Namun, saat dia mengambil bingkai foto tersebut. Sebuah kalung dengan liontin berbentuk C tersebut jatuh di balik bingkai itu.
Arga pun mengambil bingkai dan kalung tersebut lalu berjalan ke meja kerja nya.
"Kalung ini, ternyata kau masih menyimpannya." ungkap Arga.
"Aku tak menyangka kalau kau masih menyimoan kalung ini, kalung yang sudah lama aku berikan kepadamu," ungkap Arga kembali.
Arga pun memegang kalung tersebut beserta liontin yang berbentuk C memandang nya dan memegang nya.
"Aku sungguh tak menyangka."
Arga pun langsung menaruh kalung tersebut dan beraling pandangan ke sebuah bingkai foto yang berisikan foto balita yang masig kecil.
"Apa ini Dirga semasa kecil?" ungkap Arga kembali.
"Kalau ini memang kamu Dirga, aku minta maaf, aku sungguh tak mengetahui kau ada di perut Celine."
"Maafin Papa mu ini nak," ucap Dirga.
"Bapak Arga ini informasi yang bapak butuhkan." ucap Sang Sekretaris tersebut.
"Oke makasih, kembali kerja lagi kamu," ungkap Arga.
"Baik," ucap sang sekretaris lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Arga pun langsung menyuruh temannya bagian IT untuk mencari tau data perusahaan yang tersembunyi dari PT yang Arga cari ini.
"Aku akan membayar mu, Clay!" ucap Arga dalam telefon tersebut.
"Tak usah membayarku Arga! Kau ini
Sementara itu
Celine yang sedari tadi membantu orang tua nya baru sadar kalau dia harus menjemput sang anak jam yang sudah menunjukkan pukul dua siang.
"Dirga belum pulang kan buk, kalau jam segini," tanya si Celine.
"Belom kok kamu buruan mandi saja dulu dari tadi kan bantuin ibuk masak. Takut nya nanti badan kamu bau masakan lagi." kekeh sang Ibu.
"Ada - ada aja ibuk, " ungkap Celine sambil tersenyum juga.
lalu bersiap menjemput sang anak.
Sementara itu Ailee pun langsung membelikan berbagai makan siang untuk dimakannya bersama Arga.
"Aku yakin, Arga pasti suka makanan Jepang." ungkap Ailee.
kemudian setelah membeli makanan tersebut ia pun langsung membawanya dan menuju ke perusahaan Arga.
Sesampainya disana.
Ailee pun membuka pintu Kerja Arga.
"Kenapa gak ada sih!" omel Ailee.
Aile pun langsung menaruh makanan di meja secara kasar.
"Arga! Nyebelin kamu! Udah aku bilang kan aku mau dateng ! Kenapa kamu malah pergi! Ngeselin!" ungkap Ailee.
Ailee pun langsung duduk menunggu di ruangan Arga tersebut. Karena lelah dan bosan menunggu akhirnya dia pun berjalan ke meja Celine.
"Aku tak menyangka! Arga bisa menyukai mu! Wanita hina!" ungkap Ailee sambil melipatkan tangannya di dadanya sendiri.
"Apa yang sepecial dari mu! Kau itu udah gadis miskin hina! Lagi. Gak pantes buat dapetin Arga! Kalau dia memilih mu Arga sudah pasti akan hidup menderita karena mu!" ungkap Ailee lagi yang masih berada di meja Celine.
Ailee pun kemudian mencoba duduk di bangku Celine dimana dia bekerja.
"Sungguh Arga buta! Jika dia melihat gadis ini! Selera Arga memang kampungan!" ucap Ailee sambil berdiri dari duduk nya dan menendang kursi tersebut dengan menggunakan sepatu tingginya dengan tangan yang masih di lipat di dadanya.
"Sungguh bodoh jika Arga memilih gadis hina ini! Aku akan membuat hidup mu sengsara juga gadis miskin dan hina!" ungkap Ailee kembali.
Ailee pun kemudian duduk di bangku kerja Arga. dengan tangan yang masih ia lipat di dadanya.
"Kalau kau masih memilih wanita miskin ini! Aku jamin hidupmu menderita Arga! kalau aku gak bisa dapetin kamu, wanita lain juga gak bisa dapetin kamu, semakin kamu menolak ku! Semakin kamu tertindas olehku!" umpat Ailee juga saat itu.
Ailee pun masih melihat sekitaran meja Arga tersebut dan kemudian mengambil ponselnya di dalam tas yang ada di depannya tersebut.
Ailee pun langsung menggunakan Chat untuk menghubungi Arga.
"Aku sudah ada di ruangan mu, kau sengaja menghindar dari ku karena aku memberimu kabar bahwa aku akan datang?" ungkap Ailee dalam chat tersebut.
Namun Arga masih belum membalas chat Ailee tersebut. Hingga Ailee masih setia menunggu balasan Arga.
Bersambung