Hourglass

Hourglass
Bersama tapi tak saling kenal



Keesokan pagi nya.


"Udah bangun Arga ?" tanya sang Ibu.


"Udag Bu, lagian Arga juga mau berangkat kerja juga." jelas Arga.


"Celine udah bangun buk?" tanya Arga.


"Celine udah bangun dia baru aja mandi kok," ungkap sang Ibu kembali dengan menata makanan diatas meja makan tersebut.


"Dirga nanti berangkat sama Oma ya," ucap sang Oma.


"Aku ingin bersama Daddy dan Mommy."


Celine pun kemudian keluar dari kamar mandi tersebut.


"Daddy sama Mommy akan betangkat ke kantor Dirga. Jadi sama Oma saja. Lagian kan Dirga sudah lama gak bareng Oma."


"Dirga. Kamu nurut sama Oma. Jangan nakal. Inget pesen Mommy," ungkap Celine.


Celine pun langsung berjalan begitu saja melewati Arga.


"Celine! Kau beneran maraha nih!" ungkap Arga.


Sang Ibu pun hanya mengelengkan kepalanya saja.


"Belom apa - apa sudah begitu saja kalian." ungkap sang oma.


"Mommy jangan marah sama Daddy!" teriak Dirga.


Dirga oun langsung masuk ke kamar sang Mommy.


"Jangan marah sama Daddy, Mommy?" ungkap Dirga.


"Akhirnya aku ada yang membela juga," ungkap Arga.


"memang keren anak Daddy!" ungkap Arfa lagi.


"Memangnya kenapa?" tanya sang Oma.


"Jadi Ibu, Celine marag semalem aku godain begitu saja makanya aku tidur sama Dirga semalem," jelas Arga.


"Sudah - Sudah! Hentikan lah tingkah kalian disini ada Dirga. Ada - ada aja, seperti anak kecil aja kalian. Kamu juga buruan mandi Arga! Kerja!" ungkap sang oma.


"Iya itu bener!" teriak Celine.


"Kamu juga Celine ! Jangan kayak anak kecil juga. Dasar kalian! Aku seperti mengurusi banyak anak." jelas sang Oma.


"Buran kamu mandi Arga nanti gantian Dirga. Biar Dirga kesekolah bersama oma. Iya kan Dirga" ungkap sang Oma.


Namun Dirga pun hanya pasrag mengangguk saja.


"Dirga inget kan pesen Mommy." ungkap Celine.


"Dirga inget Mommy."


"Ya sudah aku mandi dulu," ungkap Arga.


"Sana!" teriak Celine.


Namun Arga pun hanya tersenyem dan menggelengkan kepalanya sambil tertunduk juga.


Celine pun menyiapkan pakaian seragam sekolahnya.


"Oiya hampir saja aku lupa," ungkap Arga.


Arga pun langsung mengenakan pakaiannya secara cepat lalu menuju ke sebuah lemari.


Arga pun langsung mengambil sebuah kotak kevil berwarna merah dan ia buka. Dua cincin berwarna silver ada dia dalam kotak tersebut.


Arga pun langsung keluar dari kamar tersebut dan menuju di sebuah meja makan yang terdapat Celine sedang duduk di sana sendiri.


"Ibuk kemana?" tanya si Arga sambil menarik kursi makan itu dan duduk.


"Lagi mandiin Dirga." ketus Celine.


Ketika Arga ingin mengeluarkan sebuah kotak cincin tersebut. Sang Ibu pun datang dan duduk keruang makan bersamaan dengan Dirga.


'Saat yang tepat, karena aku memang lupa memberikannya waktu itu' batin Arga.


Arga pun lngsung mengeluarkan kotak kecil berawarna merah tersebut di atas meja makan.


"Ini untuk mu Celine. Maaf kan aku yang lupa memberikan ini," ungkap Arga sambil membuka kotak cincin berwarna merah itu.


Celine pun terkejuy hingga ia menutup mulut nya sendiri dengan mengunakan kedua tangan nya.


Ternyata Arga telah menyiapkan sepasang cincin nikah yang sudah dia siapkan. Sepasang cincin yang cantik simpel tapi elegan, kini Arga mengambil salah satu cincin nikah itu dan meraih tanga Celine dan menyematkan cincin cantik itu dijari manis Celine.


Setelah Arga menyematkan cincin di jari manis Celine Arga berdiri dan menghampiri Celine lalu mencium kening Celine.


Kini giliran Celine yang mengambil cincin cantik dan juga disematkan dijari manis Arga lalu setelah cincin itu terpasang Celine langsung meraih tangan Arga dan mencium tangan Arga dengan takzim.


"Maafkan aku, aku lupa memberikan ini, seharusnya kan acara kemaren tapi aku lupa. Kita malah asik foto." jelas Arga.


Celine dan berserta sang Ibu pun tersenyum. Dia bahagia melihat anak nya bahagia.


Sedangkan Dirga ikut tertawa bersama menikmati sarapan pagi dengan ada kejutan di dalam nya pada pagi itu.


Mereka pun kemudian melakukan aktivitasnya seperti biasahya.


"Dirga biar bersama ku, dari kemaren aku tak bersama dirga soalnya." jelas sang Ibu.


"Ya sudah kapau gitu kita berangkat dulu. Dirga inget pesan Mommy jangan nakal!" ucap Celine sembari menasehati anaknya.


"Daddy dan Mommy berangkat kerja kalau begitu, Dirga sekolah yang pinter," ungkap Arga.


Dirga pun langsung mengangguk dengan cepat dan mengikuti nasehat kedua orang tuanya.


Sesampai nya di kantor.


Arga dan Celine pun berjalan seperti biasanya. Karena Faktanya orang kantor tidak ada yang tau kalau mereka sudah menikah walaupun masih secara siri.


Banyak pekerja yang berbisik saling membicarakan Celine akibat kejadian orang tua Arga yang membentak dirinya.


Sengaja Arga ber jalan lebih dulu barulah Celine menyusulnya di belakang Arga.


Celine pun merasa risih dengan ucapan orang - orang di kantor nya itu.


Celine pun langsung ingin masuk ke dalam ruangan nya secara cepat.


Tak lama kemudian.


"Celine!" teriak salah satu orang pekerja sehingga membuat Celine terkejut.


Bersambung