
"Pa, benarkah Arga mengalami kenaikan saham?" tanya si Briyan.
"Terus kenapa? Kita kan sudah menjatuh kan bahan pokok dia. Toh dia juga gak akan bisa pergi jauh dari perusahaannya."
"Dia telah melakukan pemilihan CEO baru," ucap Singkat Briyan.
"Apa!" sang Papa pun langsung terkejut dan sempat terjingkat dari duduk nya.
"Sejak kapan dia melakukannya?" tanya sang Papa lagi.
"Kata satria sudah beberapa minggu lalu."
"Kita kacaukan saja permainan keuntungan perusahaan dia," ucap sang Papa.
"Oiya tambahan kamu suruh anak buah kamu untuk mencari Arga kemana dia sekarang. Karena Papa yakin kalau dia pasti akan mencari Melly. Melly adalah kunci dari semua masalah ini. Makanya adik mu sedang mengawasi pergerakan Melly."
"Baik Pa."
"Briyan!" ucap sang Papa terhenti. Dia bimbang akan melanjutkan ucapannya atau akan menahan nya kembali.
"Kenapa Pa?" tutur Briyan.
Ucapan Briyan pun membuat sang Papa terbuyarkan akam pikiran kalut nya sendiri.
"Gak, gak ada Papa cuman bilang kali ini kamu jangan gegabah lagi."
Briyan pun mengangguk dan keluar dari ruang kerja sang Papa dan mengunci pintu ruang kerja Papa.
"Kira - kira Papa tadi mau bicara apa ya? Kok sepertinya, ucapan Papa tertahan begitu?" ungkap Briyan.
"Sudahlah," ungkap Briyan.
Briyan pun langsung meninggalkan ruang kerja sang Papa. Ia pun berjalan sambil merogoh ponsel yang ada di saku dia.
"Satria, suruh Alexis untuk mencari tau keberadaan Arga. Cari ke seluruh pelosok sekalipun," printah Briyan.
"Baik tuan Briyan. Saya akan memberitahukan ke Alex untuk mencari nya," jawab si Satria.
Briyan pun langsung menutup ponsel tersebut.
"Sekarang kita tinggal tunggu hasil nya kali ini."
Briyan pun kemudian masuk lagi ke dalam kamarnya. Ia pun kemudian teringat kembali peristiwa sang Ibu restaurant.
"Kalau di pikir lagi dia kasihan. Sampai harus kehilangan sang anak, yang tak tau dia masih hidup atau sudah tiada."
"Seandainya aku tak di besarkan di dunia ini, tapi semua sudah terjadi aku pun juga sudah terlahir tanpa aku meminta nya pula untuk lahir di dunia ini," tutur Briyan.
Briyan pun langsung menghempaskan tubuh nya di atas kasur dengan sembarang arah.
Sementara itu Ailee pin di tempat penyekapan Melly.
"Hay! Gadis bod*h! Kau pasti bisa dengar suara ku kan! Bangun kamu!" bentak Ailee.
"Aku tau kau cuman pura - pura tidur. Aku yakin obat bius itu sudah habis efek nya. Bangun kamu!" teriak Ailee kembali.
Melly pun langsung membuka mata nya perlahan dan melihat dirinya yang di ikat di atas kursi dengan lampu kuning di atasnya.
Disana juga terdapat Ailee beserta anak buah yang lain.
Ailee pun langsung membuka mulut Melly saat itu juga.
"Dimana ini! Siapa kalian semua!" teriak Melly.
Ailee dan anak buah yang lain pun ikut tertawa dengan pertanyaan Melly.
"Kau bodo*! Ternyata. Kau yang sudah mengambil uang Papaku. Untuk kesembuhan Ibumu! Yang konyol itu!" bentak Ailee.
Melly pun langsung meronta - ronta mendengar Ibunya di kata seperti itu.
"Dasar Kalian ba*ing**!" teriak Melly.
"Terserah mau kau berkata apa. Yang penting kamu kunci dari masalah ini sudah ada di kita. Gak akan ada lagi yang akan bantu kamu! Paham kan sekarang! Bahkan boss di perusahaan mu saja mencampakkanmu karena kau! Sudah mengkhianatinya!" ungkap Ailee sambil tertawa kembali.
"Kalian harus jaga dia. Karena dia adalah kunci dari permasalahan kita. Kalau kalian biarkan dia kabur! Kalian gak akan segan- segan untuk di bunuh oleh Papa ku sendiri!" ancam Ailee ke anak buah nya.
"Heh! Gadis bod*h! kalau aku jadi kamu. Aku gak akan mengkhianati bossmu yang tampan itu. Dia terlalu tampan untuk di khianati. Tapi kamu malah mengkhianatinya!" tawa Ailee kembali.
"Bagaimana? Kau menyesal bukan?" ungkap Ailee kembali.
"Seharusnya kamu tau, kamu harus berpihak siapa. Tapi untunglah kamu berpihak kepada kami! Kalau tak rencana kita bisa gagal karena kamu!" bentak Ailee kembali.
"Mengapa kalian menahanku!" ucap Melly kembali.
"Aku harus kembali ke orang tua ku dan adik ku! Dia membutuhkan ku! Kalian orang - orang kejam! Mau apa dari ku!" bentak Melly kembali.
"Kamu masih belom tau juga! Kenapa kamu di sini?" ungkap Ailee kembali.
"Aku sudah selesai melaksanakan tugas dari kalian! Aku sudah melakukannya demi kalian! Jadi lepas kan aku!" ronta Melly kembali.
"Kamu memang telah melaksanakan tugas dari kami! tapi kamu gagal! Kau paham kan."
"Lalu apa hubungan ku kalau semua sudah berakhir!" bentak Melly kembali.
"Berakhir! Apa? Kau bilang berakhir!" tawa Ailee kembali.
"Kau benar - benar gadis Bo**h! Kau pikir aku tak tau kau mendengar kan semua rencana kita?" ungkap Ailee kembali.
"Rencana?" Melly pun terheran dengan perkataan Ailee kepadanya.
"Aku sungguh tak paham dengan apa yang kau maksudkan."
"Bren**ek!" umpat Ailee sebuah tamparan pun melesat ke mimik muka Melly. Ailee telah menamparnya dengan satu kali pukulan yang begitu keras sehingga terdengar suara tamparannya.
"Kau membuat ku marah! Sungguh wanita bren*s*k!" umpat Ailee.
Ailee pun menamparnya tanpa henti pipi Melly memerah semua baik di sisi kanan maupun di sisi kirinya.
Hingga terpampang nyata warna merah disana.
"Aku sungguh tak mengetahui nya! Ada apa ini! Aku tak paham dan gak mengerti!" isak Melly ia pun sudah mulai menangis dengan sebuah tamparan Ailee yang berkali - kali tadi.
Hingga akhirnya Ailee pun menampar dengan sekuat tenaganya, hingga kursi yang di duduki Melly pun terjatuh.
Melly pun ikut terjatuh dengan posisi tangan yang masih di ikat di belakang badannya.
Melly semakin menangis dan mengeluarkan air mata nya begitu banyak. Hingga Ailee pun menginjak kaki Melly dengan sekuat tenaga menggunakan sepatu hak tinggi nya.
Kaki Melly yang masih terikat dan terjatuh di tanah dengan injakan Ailee yang begitu kencang membuat nya mengerang kesakitan.
Sepati hak tinggi nya sungguh menancapkan kaki nya di sana. Hingga darah pun keluar dari kakinya.
Salah satu anak buah Ailee yang melihat pun merasa tak tega. Ia ingin menolongnya namun tak bisa. Dia tak bisa berbuat banyak selain menontonnya dengan penyiksaan gila seperti itu.
Ailee terkenal cantik dan manis di hadapan semua orang. Namun ketika dia berada di balik layar yang glamour itu memiliki sisi jahat yang nyata.
Seperti yang di lakukannya saat ini.
"Kalau kau ingin tau. Aku akan beri tau! Tapi hentikan tangis mu!" teriak Ailee kembali yang semakin menekan kaki Melly.
Melly pun berusaha tak menangis dan tak mengeluarkan suara tangissannya.
"Aku akan beri tau. Kau orang yang tau rencana kita akan membunuh Arga beserta keluarganya. Bahkan kau tau kita yang akan menghancurkan perusahaan nya. Intinya kau tau kalau kita akan menyiksa Arga secara perlahan. Bahkan orang tua Arga pun dalam target kita! Tapi semua rencana gagal semua! Bahkan kita pun gagal untuk menghancurkan perusahaanya. Itu karena apa? Kau! Memang kita tak tau? Apa yang kamu sampai kan ke Hendra! Anak buah si Arga!" jelas si Ailee sambil membentak Melly.
"Kau tau ponsel yang kau gunakan pun telah kami retas dan mereka! Mereka tau itu! Karena kamu! Hendra sudh mengotak atik ponsel kamu! Tanpa kamu sadari! Wanita bre**sek!" umpat Ailee kembali. Sambil semakin menekan kaki Melly.
"Kau lihat! Betapa mereka mencampakkan mu! Hanya karena uang kau mengkhianati mereka. Dasar bodoh! Sekarang kau liat! Dimana boss mu itu! Mereka tau kau mengkhianatinya jadi tak mencarimu. Kita sengaja menjebakmu! dengan menyakiti orang tua mu! Dan kau! Membutuhkan kita sebagai sumber keuangan mu! Tapi kau! Juga masuk sudah dalam perangkap kita! Paham kau sekarang!" tawa Ailee kembali. Sedangkan Melly hanya bisa menyesali dan menangis dengan apa yang di perbuatnya oleh bossnya sendiri yang sudah begitu baik kepadanya.
"Wanita Jal**g!" umpat Melly sambil berteriak.
Ailee pun tak terima dengan ucapan Melly saat itu ia pun menyuruh anak buah nya duduk kembali seperti awal. Ailee pun langsung menghantamkan muka Melly dengan pelipis Melly yang sudah mengeluarkan darah. Mata kanan nya pun lebam membiru dan membengkak.
"Tolong hentikan Miss nanti kalau dia meninggal saya yakin tuan besar memarahi anda," ucap anak buah Ailee yang sedari tadi tak tega melihat penyiksaan yang ia berikan kepada Melly.
Mendengar anak buah nya berkata seperti itu dan masuk akal dia pun langsung menghentikannya.
"Saya ingin kalian jaga dia! Jangan sampai dia kabur!" bentak Ailee kembali.
Ailee pun pergi meninggalkan markas dimana Melly di sekap.