
"Tolong Arga! Sa... Sakit banget! Sakit banget kepala ku! Arga!" teriak Celine tak karuan.
Arga pun sampai di tempat yang di maksud Celine. Arga langsung turun dan membuka pintu tersebut membukakan sabuk pengaman dan mengendongnya langsung masuk ke dalam.
Celine yang masi di gotongnya oleh Arga pun langsung masuk menuju ruangan Dokter Debby. Dokter yang sering menangani Celine.
Arga pun langsung mempertemukan Celine ke Dokter Debby.
"Celine!" ujar Dokter tersebut kaget karena Celine yang lama sudah tidak ke Psikiater lagi kini dia kembali dalam keadaan yang kesakitan, membuat Dokter Deby terkejut saat itu juga.
Arga pun tak bisa berkata lagi, dia sudah tak tau kemana pikirannya melihat Celine yang kesakitan seperti itu.
Celine pun di rawat oleh dokter tersebut dan di berikan sejenis obat dan membuat diri Celine tenang dan tertidur
"Kenapa ini Dokter?" tanya si Arga yang langsung menghampiri Dokter tersebut.
"Sebenernya Celine sudah lama tidak berobat kembali ke saya jadi saya pun kaget, melihat kondisinya yang seperti ini," ucap sang Dokter
"Saya hanya bisa memberikan obat yang baru kepada saudari Celine," ucap sang Dokter.
Dokter pun menjelaskan beberapa obat yang akan di konsumsi Celine.
"Saya mohon ke Bapak, untuk Celine jangan terlau berfikiran terlalu keras. Jika dia berfikir terlalu keras maka akan kambuh seperti ini penyakitnya. Saya hanya bisa memberikan obat yang membuat nya dia merasa tenang dan nyaman," Jelas sang Dokter.
"Baiklah kalau begitu terimakasih Dokter, sudah menjelaskan kepada saya."
Sang Dokter pun hanya tersenyum dan mengangguk, sedangkan Arga keluar dari ruangan tersebut.
"Semua salah ku!! seandainya aku tau!! Seandainya aku tau dia anak ku dari awal sudah pasti aku tak akan meninggalkan mu Celine!! Aku memang tak berguna!! Kau pantas jika marah kepadaku!" ungkap Arga terduduk di depan ruangan Celine di rawat sambil memegang kepalanya dengan menggunakan kedua tangan.
Ponsel Arga pun berbunyi disaat yang bersamaan.
"Kamu dimana Arga?" ungkap Dewa.
"Aku di rumah Sakit."
"Kamu sakit!" seru Dewa.
Ya, yang menelfon adalah Dewa teman dekat Arga.
"Kalau kamu ada waktu nanti kita ketemu ada hal yang mau aku sampein biar aku merasa tak berdosa dengan mu Arga."
"Ada apa lagi ini? Kau jangan bikin aku tambah pusing ya Dewa! Katakan sekarang saja!" teriak Arga.
"Gak, kita ketemuan aja, udah aku tunggu kamu dateng Arga kalau kamu gak bisa hari ini kamu kabarin aku," pungkas Dewa.
Dewa pun langsung menutup panggilan Arga saat itu juga.
"Seharusnya aku jujur ke Kamu Arga jadi gak bikin beban seperti ini."
"Maafin aku Arga, aku temen yang gak baik."
Dewa pun langsung melajukan mobil nya dan pergi dari pantai di mana Celine tadi ada di sana bersama dengan dirinya.
sementara itu Arga yang masih terduduk di depan ruangan Celine makin kalut akan pikirannya sendiri.
"Apa-apan sih Dewa ini!! Lagi banyak fikiran juga dia nambah- nambahin!! Kan jadi bikin penasaran," grutu Arga kalut dengan pikirannya sendiri karena merasa bersalah bertahun-tahun meninggalkan Celine, bahkan menyalahkan Celine atas kesalahan yang seperti itu tanpa Arga tau pasti.
Arga pun bangkit dari duduk nya dan masuk menemani Celine yang masih tertidur akibat suntikan Dokter Deby dan ia langsung melihat pujaan hati nya yang masih menutupkan mata.
Arga pun langsung berjalan dan membelai lembut Celine yang tertidur.
Ia Ciumi kening Celine dan membelai lembut Celine.
"Mafin aku Celine," ucap Arga
"Aku tau, aku orang tak berguna, orang tak bisa kau maafkan begitu saja. Aku tau aku paham tapi dengan tak tahu nya diri ini aku masih berharap cinta itu Celine. Walaupun mungkin memang sulit tapi aku masih mengharapakan cinta itu, aku akan menebus dosa ku selama ini Celine dan akan membuat mu bahagia beserta dengan anak kita," ungkap Arga mencium kening Celine kembali.
Arga pun terduduk di samping Celine yang masih tertidur yang masih menunggu nya hingga sadar.
...****************...
"Mungkin saja, aku juga tak ingin anak gadis semata wayang Ayah di sakiti. Jadi biar mereka tau."
Ailee pun tersadar dengan keputusannya bahwa mau bagaimana pun itu semua tak akan merubah keputusan Arga.
Selain Ailee berbuat nekat untuk mendapat kan Arga kembali.
Ailee pun langsung berteriak sejadi - jadinya dengan sangat keras.
sang Ayah pun langsung menuju ke Ailee.
"Ailee kenapa kamu!" teriak sang Ayah
"Ailee!" ungkap sang Ayah yang panik melihat sang anak yang menyakiti badan nya sendiri.
"Kamu jangan seperti ini Ailee Ayah akan membuat Arga kembali kepadamu," janji sang Ayah.
Ailee pun langsung di peluk okeh Ayahnya. Yang kini sekarang sudah menangis tersedu - sedu.
"Ayah aku gak mau kehilangan Arga ayah!" rengek Ailee kepada sang Ayah.
"Aku ingin Arga kembali kepada ku Ayah bagaimana pun Caranya. Ailee mohon Ayah," Pinta sang anak.
"Ayah akan slalu usahakan untuk putri Ayah tercinta, apapun itu Ailee."
Sang Ayah pun kemudian menelfon orang kepercayaannya untuk menghancurkan perusahaan Arga. Sehingga Arga bisa kembali dalam genggammannya kembali.
Ia melakukan ini untuk sang anak yang di cintainya. Sang Ayah tak ingin jika Anak nya menangis karena cinta. Karena Ailee slalu bisa mendapat kan sesuatu yang ia inginkan apapun itu.
Sang Ayah akan tetap slalu mewujudkan keinginan sang anak yang seperti itu.
Sang Ayah pun menelfon orang kepercayaannya yang sudah memberikan titahnya kepada orang suruhannya.
"Hancurkan perusahaan itu buat para pemasok tak memasuki perusahaan nya supaya dia kesusahan memberikan konsumennya." jelas sang Ayah.
"Tapi, Pak it-"
"Sudah! Cukup! Lakukan saja!" bentak sang Ayah sambil memutuskan omongan orang surugannya.
"Baik akan saya lakukan Pak," ujar orang tersebut.
sang Ayah pun memeluk anak nya kembali dalam dekapannya.
"Ayah akan slalu berusaha untuk mu Ailee berusaha untuk membuat mu bahagia."
Namun, Ailee masih saja menangis dan semakin kencang menangis ketika mendengar sang Ayah berkata seperti itu.
...****************...
Sementara itu Arga pun masih menunggu Celine untuk tersadar dia duduk tepat di samping sang Wanita yang ia sukai nya.
"Aku sangat tak menyangka aku bisa bertemu dengan mu kembali dan di samping mu seperti ini." gumam Arga.
"Aku sungguh sangat masih mencintai mu Celine. Kau tau hadiah yang kau berikan itu hadiah yang berisikan Hourglas tepat aku berulang tahun kau memberikan itu, aku sungguh tak menyangka kau memberikan hadiah itu di saat kau akan meninggalkan ku."
"Dengan santai nya kau berkata bahwa hubungan kita seperti Hourglass yang akan cepat habis di saat itu kau mengatakan kata yang menyakitkan untuk ku, hingga saat itu aku berfikir kau jahat kepada ku Celine, kau tau aku hidup menderita di Amerika Celine, aku slalu terfikirkan oleh mu bayang mu, bahkan kesukaan mu semua tentangmu. Bagaimana pun kamu dengan ucapan mu yang menyakitkan untuk ku menjadi kan aku seperti orang bodoh yang masih mencintai dirimu Celine."
"Kau tau pertama kali kita bertemu di toko itu betapa syok dan bahagia dalam diriku Celine. Namun aku menutupi itu semua dengan bentakan ku kepada mu Celine. Hingga saat itu membuat ku yakin untuk aku kembali kepada mu. Hingga aku seperti penguntit yang mengikuti mu sampai ke rumah."
"Namun, saat sampai ke kediaman kamu, aku melihat anak kecil, waktu itu aku berfikir kau telah menikah betapa sakit yang aku alami saat itu Celine, sehingga aku sering marah- marah kepada mu aku hanya berharapa anak itu adalah anak kita Celine." ungkap Arga sambil memegang tangan Celine dan menciuminya.
"Aku sungguh sangat penasaran dengan mu Celine. Apapun soal dirimu sangat membuat ku candu untuk aku ingin mengetahuinya. Asal kau tau itu Celine. Hingga aku melakukan Tes DNA itu tanpa sepengetahuan mu," ungkap Arga yang masih memegang tangan Celine sambil menyeka Air mata nya sendiri.
"Tapi entah mengapa ketika aku bermain dengan Dirga tanpa kusadari aku telah menyukai anak itu sebelum aku melakukam Tes DNA itu."
Arga pun terdiam dan keluar keluar ruangan kembali. Untuk menenangkan diri nya dan menghapus Air mata nya juga.
Bersambung