
"Sudahlah Celine, terimalah Arga kembali, kau bilang kau juga masih mencintainya?" ucap Dewa yang tiba - tiba langsung datang ke arah mereka berdua.
"Aku memberi kesaksian ini karena aku tau Arga masih mencintai mu Celine."
"Apa itu benar Celine kau masih, mencintaiku??" ungkap Arga.
"Kembalilah pada ku Celine."
"Dewa, antar aku kembali, aku ingin istirahat." ucap Celine.
"Aku yang akan mengantar mu gak ada lagi lelaki lain yang bisa menyentuhmu atau mendekati mu selain aku Celine," ungkap Arga sembari memegang pergelangan tangan Celine.
"Aku ingin pulang Arga," pinta Celine.
"Aku yang akan mengantar mu," ungkap Arga
Arga pun langsung menarik Celine dan masuk ke dalam mobilnya.
"Aku anter, jangan nolak lagi sekarang aku bakalan janji untuk slalu bahagiain kamu Celine, kini hidup ku sudah tertata kembali hidup ku hanya untuk kamu, aku ingin kita bersama dan hidup bersama bareng anak kita Celine." jelas A
"Aku yang akan melakukannya untuk mu Celine sekarang, bukan lagi lelaki lain hanya aku yang bisa bersama kamu hanya aku yang akan memperlakukan kamu dengan baik, aku ga ingin kamu dengan lelaki lainnya." ucap Arga sembari membuka kan pintu untuk Celine dan mempersilah kan Celine untuk masuk kedalam mobil tersebut.
Celine pun hanya menurut. Namun, kali ini tanpa sengaja mata Celine tertuju di sebuah tumpukan kertas yang ada di belakng kursi, tempat dia duduk.
Celine pun meraih tumpukan kertas tersebut dan melihat isi dari kertas itu, tak lama Arga pun masuk ke mobil nya dan duduk di kemudi mobil.
"Aku hanya penasaran Celine kamu selalu menghindari pertanyaan ku, apalagi soal Dirga kamu selalu enggan untuk tak menjawab nya, jadi aku berinisiatif untuk melakukan DNA maaf kan aku, karena aku slalu ingin tau tentang dirimu Celine." jelas Arga.
"Jadi karena ini kamu langsung percaya dia anak kamu??" ucap Celine.
"Setelah aku bermain dengan Dirga beberapa hari lalu, aku tiba- tiba merasa senang dan sayang kepadanya, namun kamu slalu tak memberi tahu apapun soal Dirga padaku, jadi itu yang membuatku penasaran juga siapa Dirga sebenernya."
"Buat apa juga aku memberi tahu mu Arga, itu gak penting."
"Itu sangat penting buat ku Celine. Semua tentang mu sangat berarti buat ku," Lirih Arga.
"Aku akan buktikan kalau aku memang bersungguh- sungguh tentang mu Celine."
Celine pun hanya terdiam dan menatap ke jalanan.
"Paling tidak hari aku mengantar mu pulang dan aku akan menjelaskan nya ke Ibu kamu kalau aku benar- benar ingin hidup bersama mu Celine, aku ingin membahagiakanmu dan menebus dosa ku di masalalu Celine dan aku benar- benar ingin hidup bersama mu. Aku ingin kita menikah secepatnya."
Celine pun teekejut dengan perkataan Arga yang terakhir dan menoleh kepadanya.
"Apa?? me?? Menikah?" ucap Celine mengulang perkataan Arga tadi.
"Iya, kita langsung menikah,"ucap Arga.
"Kau tau, menikah bukan hal mudah, bagaimana dengan Ailee??" ungkap Celine.
"Aku sudah bilang hubungan ku dengan Ailee akan selama nya bertunangan dan gak akan bisa sampai ke pelaminan Celine ." ungkap Arga.
Semua terjadi begitu singkat dari Celine di permalukan di kantor dan sekarang Arga membujuk Celine untuk kembali kepadanya lagi.
Celine pun memegang kepalanya dengan kedua tangan nya. Arga yang melihat itu pun langsung panik.
"Celine!! Celine !! Kamu kenapa aku antar kamu ke rumah sakit!!" teriak Arga
"Kepala ku, kepala ku pusing Arga." ucap lirih.
"Aku akan mengantar mu kerumah Sakit tunggu sebentar."
Arga pun langsung menancapkan pedal gas di mobilnya. Tanpa pikir panjang Arga langsung menaikkan kecepatan nya lebih cepat lagi.
"Arga!! Sa, sa, sakit!!" ungkap Celine kesakitan.
Arga pun semakin melajukan kecepatannya lebih cepat lagi dan khawatir jika terjadi hal buruk terhadapnya.
Sedangkan Celine makin meracau kesakitan, kesakitan yang memang teramat sangat di kepalanya.
"Tolong antar kan aku ke tampat Psikiater yang biasanya aku temui Arga, obat ku habis," ungkap Celine.
Celine pun langsung memberitahukan dimana tempat tersebut ke Arga.
Arga langsung menuju ke tempat yang di maksud Celine dan mengurungkan niat nya untuk ke rumay sakit.
...****************...
Karin pun kepikiran dengan Celine. Ia ingin menjenguk Celine tapi dia tak tau sama sekali soal keberadaan atau rumah Celine ada di mana.
Jasson yang melihat Karin gelisah pun ia langsung menghampiri sebelum ke ruangan Arga.
Karena dia tau boss nya lagi tidak ada di ruangan jadi dia lebih memilih untuk menyerahkan nya nanti setelah bertemu Karin.
"Kenapa?" tanya Jasson ke karin sembari berdiri di depan meja kerja Karin.
"Kita jahat gak sih gak tau apapun soal Celine aku ingin menjenguknya tapi aku sendiri tak tau dia ada di mana."
"Ikut gue ntar habis pulang kerja," ungkap Jasson.
Karin pun langsung mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat Jasson. Jasson pun tersenyum.
"Gimana?? mau gak?" tanya Jasson kembali
Karin pun langsung mengangguk tanpa butug waktu yang lama.
"Yaudah aku ke ruangan Pak Arga dahulu untuk kasih dokumen ini," ungkap Jasson sembari mengangkat dokumen yang sudah ia bawa sedari tadi
Karin pun tersenyum dengan girang didalam hatinya. Kini di dalam dirinya tumbuh rasa debaran yang kencang di tubuh Karin.
"Apa ini ?? Ini yang di namakan suka sama lawan jenis untuk yang pertama kali nya?" gumam Karin.
Karin pun semakin tersenyum sendiri dengan perlakuan Jasson tadi.
Bersambung