
"Gimana hasilnya?" tanya sibJasson pada orang suruhannya.
kemudian orang suruhan Jasson pun langsung memeberikan sebuah Vidio.
"Semua sudah saya bereskan dan saya simpulkan di Vidio tersebut."
"Apa kalian menyadap telefon mereka?" tanya jasson kembali.
"tidak hanya menyadap, tapi kita berhasil melihat kegiatan mereka melalui basis data kita," jelas si pesuruh Jasson.
"oiya aku lupa kau ini hacker thankyou buat kalian, kalian sudah bekerja keras." ungkap Jasson.
"ini buat kalian!" ungkap Jasson sambil memberikan amplop coklat panjang.
"ini beneran buat kita?" tanya mereka.
"tentu saja karena kalian sudah bekerja dengan ku dan kalian tak berkhianat kepadaku," jelas Jasson.
"untuk saat ini pekerjaan kalian selesai sampai disini, nanti kalau aku butuh kalian, aku akan hubungi kalian lagi." jelas Jasson.
"Baik terimakasih." ungkap mereka, dan mereka pun pergi saat itu juga dari kediaman Jasson.
"Bagus! Akhirnya aku bisa dapatkan kunci ini dan sebuah basis data kecil ini!" ungkap Jasson sambil menyeringai.
"Aku pasti akan temukan siapa pengkhianat di kantor pak Arga." ungkap Jasson kembali.
"Aku tak ingin perusahaan Pak Arga Hancur begitu saja." jelas Jasson kembali.
***
"Momy! Daddy! " teriak Dirga.
"hay sayang! Dirga udah mandi?" tanya sang Mommy dan Dirga pun mengangguk.
"udah makan juga?" tanya Celine kembali dan Dirga pun lagi - lagi menangguk.
"Dirga baik - baikkan di sekolah! Gak nakal kan?" ungkap Arga sambil mengendong Dirga.
"Dirga gak nakal ko Daddy, cuman tadi ada anak baru Dady!" Cerita si Dirga.
"Siapa itu??" tanya si Arga.
"emang siapa ibuk? Dirga udah cerita ke Ibuk?" tanya si Celine.
sang Ibu pun mengangguk. Arga pun mengetahui juga berkat Ibu yang sudah menganggukkan kepalanya.
"Dia seorang perempuan Daddy cantik dan putih rambutnya bagus banget! Andai saja Dirga bersaudara dengan dia Pasti Dirga seneng banget!" ungkap Dirga.
"Sampai segitu nya anak Daddy! Dasar kamu! Masih kecil jangan suka dulu dengan perempuan! Nanti kalau Dirga udah sukses seperti Daddy baru, Dirga boleh kenal seorang Cewek dan Dirga harus bertanggung jawab dengan wanita yang Dirga suka! Paham!" jelas Si Arga menasehati si anak.
"Aku Paham Daddy," singkat Dirga.
"Kamu ya! Masih anak kecil udah di nasehati seperti itu!" bentak Celine.
"Sudah - sudah, kalian buruan mandi, habis itu makan Ibu sudah sediakan untuk kalian." jelas sang Ibu.
"Iya deh," ungkap Celine.
"Biar, Dirga main sama Oma di dalam kamar," ucap Sang Ibu.
"Iya Ibuk," ungkap Arga.
Celine dan Arga pun kemudian masuk ke dalam kamar untuk membersihkan badanya.
"Kamu yakin di kantor gak ada masalah?" tanya Celine.
Arga yang masih terduduk di atas kasur dan meletakkan tas nya pun langsung menatap Celine dan tersenyum.
Celine pun berbalik badan dan melihat suami nya yang tersenyum padanya.
"Kenapa?" tanya Celine kembali.
Arga pun kemudian bangkit dari duduk nya di atas kasur itu dan berjalan memeluk Celine dari balik punggungnya.
"Kita udah di rumah gak usah bahas kerjaan," ungkap Arga.
"Kan tadi kamu yang bilang sendiri? Kamu lupa?" ucap Arga kembali sambil mengingatkan ucapan Celine tadi.
Celine pun sekarang berbalik lalu tersenyum dan menatap Arga.
"Maafkan aku," ungkap Celine, sambil membalas pelukan Arga juga.
Arga lun semakin erat memeluk Celine saat itu. "udah hentikan aku mau mandi." Jelas Celine.
Arga pun tersenyum melihat Celine yang masih salah tingkah seperti itu, dan Celine pun kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Bersambung