
"Saya sudah kirim kan Vidio beberapa menit lalu Pak Arga." ungkap Jasson.
"Terimakasih." ucqp Arga
Jasson mendengar telefon dari atasannya tersebut merasa heran.
"tumben banget Pak Arga bilang makasih. sejak kapan Pak Arga bilang makasih, setahuku dulu dia gak pernah ngucapin makasih ke pegawai nya yang sudah bekerja lama dengan nya. Aku kira ini pasti ada hubungannya dengan Celine sampai Pak Arga berubah seperti ini." ungkap Jasson sambik tersenyum.
Sementara itu saat Celine belum kembali dari makan siang nya dengan Karin.
Arga pun melihat vidio CCTV yang dikirimkan Jasson tersebut.
Arga melihat setiap Vidio CCTV itu dengan seksama.
"Memang ada yang aneh dengan hal ini. Apa dia termasuk pegawai yang menusuk perusahaan ku dari belakang? Aku tau ini ulah orang tua Ailee akibat aku menolak menikah dengan nya, tapi apa sampai hal ini orang tua Ailee mencari pegawai ku hingga pegawai ku menusuk ku dari belakang seperti ini? Aku harus terus memantau nya. Aku akan biarkan dahulu." ungkap Jasson.
"Jasson! Keruangan ku sekarang." ungkap Arga sambil menekan telfon kantor tersebut.
"Baik," jawab Jasson.
Jasson pun kemudian berjalan ke ruangan Pak Arga.
suara ketukan pun terdengar dari ruangan Arga.
"Masuk," ungkap Arga sambil menyelesaikan dokumen tanda tangan tersebut.
"Ada perlu Apa bapak memangil saya?" ungkap Jasson.
"Aku ingin kamu pantau secara diam anak buah kamu yang ada di gudang. Aku ingin siapa anak buah kamu yang berkhianat di kantor ini." ucap Arga.
"Saya akan melaksanakan perintah Bapak untuk perusahaan ini."
"Mulai sekarang kamu pantau terus mereka," ungkap Arga sambil memberikan nada penekanan tersebut.
"Baik." ucap Jasson.
Tak lama Celine pun masuk ke ruangan tersebut yang masih ada Jasson di dalamnya.
"Loh Jasson kamu? Di pangil Pak Arga?" tanya si Celine.
Jasson pun mengangguk.
"Kalau begitu, kembalilah bekerja," perintah Arga.
"Saya pergi dulu Ibu Celine." ucap Jasson.
Celine pun kemudian duduk di tempat kerja nya lagi.
"Ada masalah apa sampai kau memangil Jasson?" tanya si Celine.
'lebih baik aku tidak berbicara apa pun dulu terhadap Celine. Sebelum aku tau kebenaran yang pasti seperti apa.' batin Arga.
"Aku cuman menyuruh Jasson untuk mengawasi anak buah nya," ungkap Arga sambil melanjutkan aktifitas kerja nya kembali.
"Kau sudah makan siang? Lama banget," ungkap Arga sambil melihat dokumen dan email yang masuk.
"sakin sibuk nya kau ajak bicara aku sampai tak melihat muka ku." ungkap Celine.
"Iya deh maaf, aku sibuk kerjaan ku menumpuk." ungkap Arga.
"Aku tadi makan di salah satu restaurant jepang bareng Karin. Aku lagi ingin makan disana terus Karin makan Juga di sana." ucap Celine.
Sambil melihat email yang masuk juga di perusahaan itu.
"Ya sudah kalau kamu udah makan." ungkap Arga.
Celine pun kemudian berdiri dan membawakan bungkusan tersebut.
"Nih," ungkap Celine sambil menyodorkan makanan yang di beli nya di restorant jepang tadi.
"aku membelikannya untuk mu, aku tau kau pasti belom makan karena abis meeting tadi kau langsung masuk ke ruang kerja dan melanjutkan pekerjaan mu kembali. Jadi aku berinisiatif untuk membawakanmu makanan dan membelinya." jelas Celine.
Arga pun tersenyum melihat Celine yang begitu perhatian terhadap dirinya. Arga selalu merasa bahwa perhatian Celine terhadap dirinya memang tak pernah berubah, masih tetap sama seperti dulu.
Arga pun langsung mencium kening Celine dan mengatakan "Makasih Istri ku," bisik Arga ke telinga Celine setelah mencium kening Celine tadi.
"Makanlah baru kau kerja kembali." ungkap Celine sembari tersenyum dan duduk kembali ke meja nya kembali.
Celine pun menatap Arga yang sedang makan tersebut di meja kerja nya sendiri. Sambil tersenyum senyum memandangu suami nya itu.
'Aku tak mengira aku bisa bekerja bareng suami ku sendiri bahkan ,aku tak membayangkan sebelumnya, kalau ini bisa terjadi secara nyata di dalam hidupku. Terimakasih Arga kau masih mencintai ku dan anak kita beserta orang tua ku juga.' batin Celine sambil tersenyum.
Bersambung