Hourglass

Hourglass
Briyan 2



"Kamu kenapa berubah gini? Kamu kenapa sih briyan?" Karin pun mulai mempertanyakan perubahan Briyan saat itu.


"Kau itu entah bodoh atau memang pura - pura ga tau?" ungkap Briyan kembali sembari menyeringai ke arah Karin.


"Apa maksud mu!" teriak Karin sambil mendorong badan Briyan. Namun Karena Badan Briyan yang cukup besar membuat Karin kualahan mendorong briyan.


"Kau lupa? Atau emang gak tau?"


"Udah deh! Jawab sekarang! Kenapa dan apa!" Bentak Karin lagi.


Briyan pun langsung memegang muka Karin dan menampar nya begitu saja sampai menimbukkan goresan di tulang Pipi Karin.


"Tamparan itu Supaya Jasson! Lelaki yang kau sukai itu aku pengen liat apa yang akan dia lakukan nanti setelah sampai di mana kita sedang berduaan disini."


"Jangan pernah kau sentuh dia lagi!" bentak si Karin kembali.


"Ternyata tamparan ku membuat mu ingat?" ucap Briyan sembari menatap tangan nya sendiri bekas menampar Karin tadi.


Briyan pun langsung menampar Karin kembali hingga membuat Karin terpental dan menatap sebuah meja yang ada di depannya.


"Apa kamu ingat lagi? Ingat bagaimana hubungan ku dengan Jasson? Apa karena kecelakaan waktu itu membuat mu lupa ingattan seutuhnya?" Briyan pun mendekati Karin kembali.


Namun Karin menepisnya begitu saja.


"Kau dengan bodohnya menelfon ku karin! Ternyata. Kamu lupa kejadian saat itu." ungkao Briyan kembali sembari menyeringai.


"Jangan pernah kau sentuh Jasson lagi Briyan!"


"Aku menyentuhnya? Ingat! Itu semua salah kamu! Kau lupa? Saat kecelakaan itu? Aku menyatakan Cinta ke kamu tapi kamu menolaknya."


"Buat apa aku menerima cowok Posesif seperti kamu!" teriak Karin kembali.


"Jadi itu kamu menolakku? Sekarang liat! Dimana kekasih mu itu!" Briyan pun memegang raut muka Karin dan mendongakkan nya keatas supaya bisa melihat Briyan.


"Kau liat! dia gak akan kesini! Sekalipun dia mengetahui hotel ini. apa kau sekarang mulai mengantuk?" Briyan pun mengatakan hal ke Karin.


"Aku telah memberi obat tidur di dalam makanan dan minuman itu. Mungkin obat nya baru akan bekerja sekarang karena aku sudah melihat mu mengantuk hari ini." gelak tawa Briyan pun terdengar diruangan tersebut.


Karin pun berdiri dan mulai mengancam Briyan.


"Jangan kau sentuh Jasson dengan tangan kotor mo itu Briyan!" bentak Karin kembali.


Namun Briyan pun menampar Karin bebarengan Jasson yang berhasil mendobrak pintu kamar tersebut.


Melihat Karin terjatuh dengan rambut ber acak-acakan amukan Jasson pun sudah tak bisa ia kendalikan kembali.


Ia pun langsung menghampiri Briyan dan mengepalkan tangan nya ke arahnya dengan mengenai tulang rusuk Briyan.


Hantaman tersebut berhasil membuat Briyan terjatuh. Ia pun terus menghantam tulang rusuk nya terus menerus membuat dara keluar dari tubuh Briyan dan mengenai tangan Jasson.


Karin yang terjatuh dengan sekuat tenaga ia melihat Jasson yang datang menyelamatkannya hingga Karin menutup matanya.


Namun Jasson dan Briyan masih melanjutkan pekullan nya terutama Jasson yang berhasil melumpuhkan Briyan. Tak lama Arga pun datang menghampiri Jasson dan menghunuskan anak buah Briyan menggunakan pedang samurai panjang yang ia bawa.


"Jasson!" bentak Arga untuk menyadarkannya.


"Jasson!! Kau mulai tak mendengar kan ku!" bentak Arga kembali.


"Tuan Arga?" Jasson pun langsung berbalik ke Arah tuan nya.


"Aku membawa semua keluarga ku kesini segera kita pergi. Bawa Karin!"


"Aku tak ingin melibatkan keluarga ku di lapangan."


Arga pun langsung berjalan dengan membawa pedang panjang nya tersebut.


Sebelum ia memasukkan pedang nya ia membersihkan darah tersebut dengan sapu tangannya.


"Hah! Kau membuat ku mengeluarkan pedang sialan ini!" Arga pun mulai mengumpat sambil membersihkan darah yang ada di pedangnya.


"Maaf, tuan."