Hourglass

Hourglass
14. Barang Bukti



Arga pun langsung mengatakannya kepada Celine.


"Gue Meminta ama orang tua gue sendiri perkara bisnis yang akan gue jalani," ungkap Arga sembari berjalan ke meja kerja nya.


"Itu bukan urusan saya maaf, karena saya mendengar pertengkaran Bapak dengan tunangan Bapak." ungkap Celine.


Arga pun menutup Kaca nya langsung menggunakan Tirai dan dan berjalan ke arah Meja Celine bekerja.


"Aku ingin bertanya dengan mu, kenapa kau masih menyimpan foto itu?" ungkap Arga.


"Gak ada maksud apa- apa saya hanya lupa membuang nya," ungkap Celine.


Arga pun langsung menarik tubuh Celine dari tempat dia duduk, di peluk nya Celine saat itu juga.


Wangi parfum yang di hirup Celine masi sama dengan parfum yang sering Arga gunakan.


"Harum ini harum yang sering aku sukai" batin Celine. Celine pun langsung tersadar atas lamunan tersebut yang membuat nya terbawa suasana.


"Maaf lepas kan saya pak!!" bentak Celine sembari meronta dari dekapan Arga. Namun Karena Arga bertubuh besar dan kekar sedangkan Celine yang bertubuh kecil membuat nya kualahan untuk lepas dari dekapan Arga.


"Ijin kan sejenak seperti ini Celine, aku masih mencintai mu, beberapa tahun berlalu tanpa dirimu membuat ku tak tau apa yang harus ku lakukan kau tega Celine!! tega terhadap ku menyuruh ku pergi ke Amerika dan kau mempunyai anak siapa anak ayah dari anak itu Celine. Katakan padaku."


Celine pun langsung menatap Arga mendorong nya dan menamparnya!


"Itu balasan dari ku Arga!! atas kelakuan lancang kamu ini berani sekali kamu memeluk ku!!" bentak Celine.


Celine pun kemudian melangkah keluar dari Ruangan tersebut. Namun, Arga menahan tangan Celine, akan tetapi, Celine menepis nya begitu saja tangan Arga dan pergi begitu saja.


"Aku akan menguaknya semua Celine !!" ucap Arga sembari mengeluarkan Rambut Dirga pada saat mereka main bersama dan ia masukkan ke dalam kantong putih yang slalu dia bawa dan di simpannya.


Celine pun kemudian menghampiri Karin dan pergi makan siang bersamanya.


"Yok karin!!" ungkap Celine sembari tersenyum.


"Bentar Celine tunggu sejenak tanggung tinggal kirim Email ke Pak Arga." ungkap Karin.


"Karena ini laporan keuangan yang harus selesai hari ini Celine bentar Ya bentar lagi tinggal kirim saja," ucap Karin sembari tangganya sibuk memainkan Laptop kantor.


"Tenang aja Karin gue tunggu kok." ungkap Celine.


Tak lama Jasson pun keluar dari lift dan melihat Celine bersama Karin. Jasson pun langsung menghampiri mereka.


"Hay Celine." ungkap Jason. Jason pun tersenyum pula dengan Karin.


Celine yang menyadari Karin menyukai Jason pun kemudian menjaga jarak ke Jasson.


"*P*erasaan canggung apa ini??" batin Celine.


"Gak pada makan siang??" tanya Jasson.


"A ini-"


"Ini Celine sedang nunggu gue," ungkap Karin sembari memutus perkataan Celine.


"Yaudah bareng aja gimana setelah gue nganter dokumen ke Pak Arga." ungkap Jasson sembari menunjukkan dokumen yang dia bawa.


"Bentar ya gue nganter dulu," ungkap Jasson sembari berjalan ke ruangan Arga.


"Ciyee.." olok Celine sembari menyenggol tubuh Karin pelan.


"Paan sih elo !!" ungkap Karin sembari tersenyum


"Untung aja kerjaan gue udah selesai dan udah kekirim jadi bisa deh makan bareng ama Pak Jasson," ungkap Karin.


...****************...


"Pak Arga maaf ini adalah muatan Hari ini," ungkap Jasson sembari menyerahkan dokumen nya tadi.


"Taruh aja di situ," ungkap Arga sembari memainkan Laptop nya.


Jasson pun kemudian melangkah pergi, namun ketika saat ingin meninggalkan ruangan tersebut.


"Jasson," ucap Arga.


Jasson pun kemudian berbalik dan mengatakan " kenapa Pak?? Apa ada lagi yang harus saya kerjakan??" tanya Jasson.


"Apa Celine masih di depan??" tanya Arga.


"Masih Pak, apa mau makan siang bersama??" tanya Jasson.


Arga pun langsung menutup Laptop nya dan menaruh barang bukti ke laci kerja nya untuk di gunakan bukti DNA nanti.


Jasson pun kemudian berjalan dengan Arga keluar ruangan.


Celine pun terkejut ketika melihat Arga keluar dari ruangannya.


"Jasson!!" teriak Celine.


"Pak Arga ingin ikut makan siang bersama kita bertiga. Boleh kan ya," ungkap Jasson.


"Boleh!! Boleh !! Silahkan Pak Arga," ungkap Karin yang langsung mempersilahkan ke atasannya.


Celine pun kemudian langsung meninggalkan mereka terlebih dahulu.


"Apa gue salah ya ajak Pak Arga jadi gak enak gue ama Celine." ungkap Jason kepada Karin.


"Aku merasa bersalah karin sama Celine," ungkap Jasson kembali.


"Udah kita makan aja kan fokusnya kita cuman makan," ungkap Karin.


"Aku mau ngucapin bahwa aku sama Ailee hanya sebatas tunangan aku tak sungguh mencintainya," ungkap Arga.


"Kenapa kamu bilang ke aku, ini semua gak ada hubungan nya dengan ku, mau kamu kenapa dan bagiamana," ungkap Celine sembari berjalan menuju kantin.


"Yang aku ucapkan di kantor tadi bener Celine, aku masi-"


"Hentikan Pak Arga!! Jangan membuat saya semakin terpojok!! Saya sudah tidak memiliki perasaan apapun ke bapak!!" bentak Celine sembari masih berjalan menuju kantin.


"Tolong bapak tau- kita masi di kantor masi jam kerja fokus ke kerjaan!! Bapak sendiri yang bilang itu ke saya!! Apa bapak lupa!!" bentak Celine kembali.


Sedangkan Jasson dan Karin hanya melihat saja dari belakang sewaktu Celine memalingkan badanya.


...****************...


Ailee pun kemudian menuju rumah Arga setelah selesai pemotretan tadi walaupun dengan kondisi amarah yang menggebu - gebu.


"Gue gak bisa diem aja gue harus ngelaporin ke mama nya Arga saat ini juga," ungkap Ailee sembari menyetirkan mobil nya.


"Gue harus desak mama nya Arga untuk bisa nikahin aku, supaya anak nya mau nikah sama aku, kalau gak gue bakalan bilang ke Papa tentang perusahaan yang di pegang Arga. sorry Arga kalau gue makek cara ini karena kamu gak memberiku pilihan!!" Amuk Ailee di dalam mobil sembari memukul kemudi mobil.


Dengan menempuh enam puluh kilo meter sampai juga di kediaman Arga selama dua jam padahal normal nya empat pulu lima menit, namun ini semua karena macet jadi agak molor.


Sesampai nya di kediaman Arga.


Ailee pun kemudian mengetuk pintu rumah orang tua Arga, namun yang membuka pintu adalah sang ART, ART itu pun mempersilahkan Ailee.


"Non Ailee, silahkan masuk saya akan panggilkan ibuk."


"Buruan!!" bentak si Ailee dengam jutek sembari berjalan duduk ke sofa tangan nya pun ia lipat di dadanya.


Tak lama sang mama pun datang.


"Ailee ada apa sudah datang kemari, Arga sedang bekerja sekarang," sapa sang mama sembari duduk di sofa tersebut.


"Aku mau kasih tau ke tante kalau Arga,-"


"Arga kenapa Ailee??" tanya sang mama penasaran.


"Arga satu ruang dengan Wanita Lain tante!! makanya Arga akhir- akhir ini susah sekali di hubungi tante," rengek Ailee.


"Apa kamu bilang?? Wanita?? Selama ini Arga tak pernah membawa wanita lain selain kamu," ungkap sang mama.


"Silahkan saja, jika tante gak percaya sama Ailee. Tante bisa lihat sendiri Arga di kantor."


"Bukan tante tidak percaya tapi tante terkejut kenapa bisa ada wanita, nanti coba mama tanya ke Arga ya Ailee," ungkap sang mama kembali.


"Aku ingin hubungan aku dengan Arga di percepat ke pernikahan tante, kalau gak aku bakalan bilang sama Papa soal perusahaannya si Arga." ancam Ailee.


"Oke iyaa, tante,- tante, bakalan kasih tau Arga nanti, tolong jangan terburu - buru ya Ailee tante bakalan usahain kamu menikah dengan Arga secepatnya," ungkap sang mama kembali.


"Ya udah tante, aku cuman kasih tau kabar itu saja, kalau gitu Ailee balik dulu tante," ungkap Ailee sembari bangkit dari duduk nya bersalaman dan langsung pergi meninggalkan kediaman Arga."


"Arga!! Kamu kenapa sih gak mau degerin mama!! Kalau Ailee sampai bilang ke Papanya pasti bakalan hancur itu perusahaan." gumam sang Mama sembari berjalan bolak balik karena Cemas.


Sang Ayah pun kemudian turun dari lantai atas dan melihat kalau sang Istri sedang gelisah.


"Ada apa Ma," ungkap sang Ayah sembari turun satu anak tangga lagi kemudian berjalan ke sang istri.


"Arga yah."


"Ada apa dengan Arga Ma, bilang yang benar ke Ayah apa terjadi sesuatu yang buruk ke Arga anak kita?" tanya sang Ayah.


"Ailee tadi datang ke Perusahaan Arga."


"Lalu apa Ma, kasih tau ke Ayah yang benar." ungkap sang Ayah.


"Ailee tau Arga dengan Wanita lain bahkan Ailee akan mengancam untuk melaporkannya ke Papanya, bagaiman ini yah, Mama khawatir dengan perusahaan kita." ucap risau sang Mama.


"Nanti setelah Arga balik kita bicara dengan nya Ma," ungkap sang Ayah.


sang Ayah pun memeluk sang Istri untuk menenangkannya supaya tak risau lagi.


...****************...


Mereka semua pun makan bersama Celine duduk di samping Karin sedangkan di depan Celine ada Arga di hadapannya, sedangkan di depan Karin pun ada Jasson.


Memang sebuah kebetulan yang sempurna bagi Karin bisa berhadapan langsung dengan Jasson, berbeda dengan apa yang di rasakan Celine saat berhadapan dengan Arga.


Arga pun menatap Celine sembari Celine makan, manakan siang nya.


"Ngapain gak makan. Gak suka??" ungkap Celine sembari memakan makanan yang dia makan. Sedangkan Jasson dan Karin pun hanya melihat Celine dan Arga.


Arga pun langsung memakan makanan nya menu yang sama dipesan dengan Celine.


"Kok mendadak perasaan gue gak enak yah??" batin Celine.


Mereka berempat pun telah selesai makan siang, dan akan kembali bekerja kembali sampai sore.


Bersambung