Hourglass

Hourglass
Sudah tau semua



Arga pun berjalan menemui sang Ibu.


"Ibu, saya sudah mengetahui semuanya," ungkap Arga.


Sang Ibu pun kemudian terkejut dan menatap ke Arga.


"Memang apa yang kamu ketahui!" bentak sang ibu.


"Semuanya."


"Buktikan kalau kamu mengetahui sesuatu," tantang sang Ibu.


"Dirga adalah anak saya dan Celine." ucap Arga


"Masalah uang itu pun saya mengetahuinya," ucap Arga kembali.


Sang Ibu pun masih terkejut mendengar ucapan Arga.


"Saya ingin bersama dengan Celine anak Ibu. Berikan saya kesempatan kembali untuk bersamanya, saya hancur tanpa dia, saya pergi ke Amerika hanya memikirkan Celine, saya benar - benar hancur tanpa dia Ibu," ungkap hati si Arga.


Sedangkan Celine hanya mendengar di balik pintu, kamar sang Anak. Yang kebetulan memang rumah Celine tak besar jadi semua ruangan berdekatan dengan masing - masing kamar.


"Mommy,"


Celine pun langsung menoleh ke arah sang Anak sambil jari telunjuknya berada di depan bibirnya.


"Kenapa Mommy?" bisik Dirga.


"Paman tinggi masih di depan Mommy?" bisik Dirga kembali.


"Paman tinggi lagi bicara sama Omma. Dirga tidur aja ya, besok kan harus berangkat ke sekolah, gak mau kan Dirga kesiangan berangkatnya?" ucap Celine sambil menyelimuti Dirga.


"Mommy ke depan dulu, kamu lekas tidur," ucap Celine sambil mencium kening Dirga dan berjalan keluar kamar sang anak.


"Bagaimana Ibu ijinkan saya untuk bersama Celine."


Sang ibu pun melihat Celine yang keluar dari kamar Dirga.


"Celine, kemari kamu! Aku tau kamu juga sudah mengetahui kedatangan Arga kemari."


"Sekarang bagaimana keputusan kamu?" tanya sang Ibu.


"Berikan aku waktu ibu," ucap Celine.


"Berikan aku waktu Arga," ungkap Celine kembali sambil melihat Arga yang terduduk di samping sang Ibunda.


"Aku akan memberikan mu waktu Celine seberapa lama kamu membutuhkannya." sahut Arga, "lagi pula kamu jangan sampai terlambat bekerja besok, saya belom memecat mu berangkat lah besok," ungkap Arga kembali.


"Kalau begitu saya ijin pamit," ucap Arga berpamitan pada sang ibu. Arga pun langsung berjalan menuju ke arah Celine terdiam dan terpaku menatap Celine tak lama ia pun langsung memeluk nya dalam dekapan diri nya.


"Aku berharap aku masih bisa memilikimu," ucap Arga di sela- sela pelukannya.


"Titip salam ke Dirga, bahwa aku merindukannya juga," Lirih Arga.


Arga pun langsung pergi meninggalkan kediaman Celine dan orang tuanya.


Tak lama dalam perjalanan dia menelfon Dewa.


"Halo Dewa, jadi ketemu?"


"Mau sekarang? kalau mau sekarang yaudah ketemu di tempat biasa."


"Oke, kebetulan juga aku masih di jalan jadi bisa langsung ke lokasi. Buruan kamu jangan lama- lama."


"Iya bapak Arga yang terhormat," ungkap Dewa dalam telefon tersebut.


Arga pun langsung mengakhiri telfonnya dengan Dewa,


...****************...


"Omma Papa Arga belum pulang?" tanya si Putri gadis pintar tersebut.


"Arga belom pulang ma emang nya?" tanya Pricil.


"Kau bisa lihat sendiri kan kalau adik mu memang belom pulang." ketus sang Mama.


"Ach iya, kalau begitu Ayok Putri kita naik ke atas kamu harus istirahat, besok kan mau sekolah." ucap si Pricil sang Bunda.


"Baik bunda."


Lalu mereka pun langsung naik ke lantai atas bersama Putri sang anak.


"Arga kemana ya ayah, kenapa belom juga pulang." ucap risau sang Mama.


"Sudahlah pasti dia akan pulang dia tidak bisa hidup di luaran sana," ungkap sang Ayah sambil meminim kopinya di ruang tamu.


"Aku benar - benar ngak menyangka kalau gadis hina itu sudah berani menunjukkan batang hidung nya!" amuk sang Mama.


"Setelah sekian tahun Ayah kenapa dia muncul! Kenapa ayah!" bentak sang mama kembali ke suami.


"Sudahlah Ma, Arga pasti kembali ke Ailee dan kembali ke rumah ini. Ayah yakin Arga hanya bermain saja dengan Celine. Kita haru bujuk Arga secara perlahan, kalau kita terang - terangan melarang Arga dia bakalan memberontak Ma," ungkap sang Ayah.


"Tapi Mama takut ayah, jika Arga tak kembali kepada Ailee. Mama gak ingin dia kenal sama wanita miskin! Dan hina itu!" amuk sang Mama.


"Ayah juga gak ingin itu terjadi, Ayah juga ingin Arga bersama Ailee juga Ma, tapi kita harus sabar dulu kita lihat celah nya Ma," ucap sang Ayah.


"Kita lihat hubungan Arga dan Wanita hina itu akan seperti apa, Ayah yakin kalau Arga tak akan bisa memilih wanita miskin itu."


"Mama harap Ayah. Sebisa mungkin Ailee dan Arga harus bersatu. Kenapa tak terfikirkan oleh ku Ayah untuk Arga langsung menikahi Ailee saja dari lada harus bertunangan seperti ini," Jelas sang Mama.


"Tau begini dahulu langsung aku adakan segera pernikahannya dulu Ayah, jadi tidak membuat ku menjadi beban seperti ini!" ungkap sang Mama.


"Sudahlah Ma, kita fikirkan bagaimana Arga dan Ailee harus bersama."


Sementara itu Arga pun telah sampai di lokasi yang sering buat mereka kumpul disana.


Namun Arga belom melihat kedatangan Dewa, bahkan Mobil nya pun belom terlihat di parikiran mobil.


"Udah gue duga kan pasti dia lamaan, memang sii dia langsung dadakan ku telfon." keluh Arga.


"Aku tunggu di dalam aja lah ya, dari pada disini biar aku chat dia kalau aku udah nunggu di dalem," ungkap Arga kembali.


Arga pun kemudian masuk ke dalam Cafe tersebut.


Cafe ini memang tutup sangat malam sehingga sering di buat mereka untuk duduk dan kumpul bersama disana.


Arga pun memesan kopi di tempat tersebut sambil memakan sebuah Croffle yang ada di Cafe tersebut.


•••


"Lah Arga udah dateng ternyata?" ungkap Dewa.


Dewa pun dengan sangat buru - buru memarkirkan mobil nya dan masuk kedalam.


"Itu dia orang nya." ungkap Dewa.


Dewa pun kemudian menghampiri Arga yang sudah duduk di bangku nya sambil memakan sebuah Croffle yang sudah di atas meja.


"Udah dateng buruan pesen gih," ungkap Arga mengetahui Dewa yang sudah duduk di depannya.


"Bentar yah aku pesen dulu."


"Iya buruan pesen."


"Gila ya kamu ajak ketemuan malem - malem begini," ungkap Dewa sambil membuka buku menu yang ada di Cafe tersebut.


"Habis dari rumah Celine, makanya baru bisa hubungin," singkat Arga.


"Hubungan elo udah baik kan?? Udah di terima kan elo." ucap Dewa.


"Belom dia minta waktu ke gue." ucap Arga singkat lagi.


"Dia pasti bakalan nerima elo Arga, gue bisa jamin itu," ungkap Dewa sambil memberikan isyarat untuk memangil karyawan.


"Kenapa elo bisa seyakin itu," tanya si Arga.


"Karena dia masih sayang kamu Ogeb! ganteng - ganteng ogeb! Ini ya mbak," ungkap Dewa sambil mebgembalikan buku menu nya dan memberi tahu apa yang dia pesan.


"Udah gak usah galau yang penting kamu tinggal pepet terus aja Celine," ungkap Dewa.


"Iya- iya, Kamu mau bilang apa ini, mumpung inget juga akunya."


"Jadi,-"


Bersambung