
Keesokan paginya.
"Kita ke ketemu Dewa ya," pinta Arga langsung ke inti pembicaraan.
"Dewa?? Kenapa? Apa ada hal buruk terjadi sama dewa?" kata Celine sambil dia masih merias diri nya di depan Cermin.
"Kita semua untuk sementara waktu jangan disini."
"Kamu ngomong apa sih jelasin yang bener ngomong satu - satu di jelasin dulu satu - satu kalau kamu ngomong langsung ini itu ini itu, tanpa aku tau sebab dan akibat mana bisa aku berfikir jernih!" ungkap Celine sambil mengernyitkan dahi ia pun langsung meletakkan bedaknya secara kasar.
"Sepertinya aku memang harus menjelaskan mu sesuatu. Aku salah tak menjelaskan nya lebih dulu pada mu Celine."
"Buruan apa an! Jangan bikin aku tambah kessel!" ungkap Celine dengan masih mengernyitkan dahi nya serta kedua tangan nya yang ia lipat di dadanya sendiri.
"Perusahaan memang lagi ada yang sabotase, tapi aku sudah menyuruh Mika untuk menghubungi perusahaan yang di maksud Jasson."
"terus?"
"Nah, kamu liat kan chat Jasson berisi apa? Kamu sudah paham dari situ?"
"Jadi Arga? Kamu?"
"Ya! Aku memiliki banyak musuh Celine maaf kan aku telah membawa mu ketempat kelam ku, maaf kan aku."
"Bukan itu! Yang aku masalahkan!, apa kamu menolak Ailee hingga Ailee,-"
"Ya! anak itu pasti menghalal kan segala cara untuk mendapat kan apa yang dia ingin kan. Sedangkan aku harus pertahankan perusahaan ku. Aku meminta Dewa untuk mengkoordinasikan anak buah nya dia." Jelas Arga
"Maksud kamu? Dewa? Dewa juga punya anak buah."
"Ya! Dan Jasson kau tau Jasson kan," tanya si Arga dan di jawab dengan Aggukan Celine.
"Dia sengaja aku kerjakan di bagian gudang, untuk memantau musuh jikalau ada yang menyabotase seperti ini, dan prediksi ku benar sekali. Sudah pasti musuh akan masuk kesana dan akan menghancur kan saham ku." jelas Arga.
"Kau tau Michael yang slama ini setia kepada ku kini dia mengkhianatiku, jadi aku harus memberikan pelajaran untuknya. Kita semua akan kembali ke rumah lama yang selama ini orang jarang mengetahui nya hanya ada aku, Dewa dan Jasson. Yang mengetahui keberadaan tempat itu beserta anak buah yang lain." jelas Arga.
"Maaf kan aku!" ungkap Arga sambil memeluk Celine.
"Aku sudah berjanji kan, akan melindungi semuanya. Bahkan orang tua ku sendiri yang masih membenci ku juga masih aku lindungi. Aku meminta beberapa orang untuk menjaga mereka." jelas Arga yang masih memeluk Celine.
"Aku takut Arga. Aku takut!" ucap Celine yang kemudian meneteskan Air mata tersebut.
"Maaf kan aku Celine ini semua salah ku, seharusnya aku-"
"Aku takut kalau aku kehilangan kamu, aku takut itu Arga kalau kamu meninggalkan ku kembali bagaimana aku akan hidup dengan Dirga. Apa yang harus aku lakukan Arga. Aku takut kalau-"
"Hey,- sayang dengarkan aku. Aku sudah berjanji akan selalu melindungi kalian. selama kalian Kamu, Ibu dan Dirga masih bersama ku. Aku pasti akan berjuang untuk kehidupan ku bahkan kehidupan kita semua. Aku harus menuntaskan ini Celine." jelas Arga.
Celine hanya bisa menangis pasrah dan memeluk sang lelaki itu dengan erat sesuai kekuatan dirinya.
"Oleh karena itu, kita langsung ke Dewa. Semua kendali dan anak buah Dewa yang pegang. Nanti Jasson juga ada di sana." jelas Arga.
"jangan takut lagi. Percaya pada ku. Aku pasti akan hidup bersama mu juga dan Dirga anak kita pertama kita." ungkap Arga sambil memeluk kening Celine.
"Entah mangapa aku sepertu ibu yang bodoh! Aku bodoh sekali!-"
"Jangan bicara seperti itu! Kau tau semua gara- gara aku. Aku slalu membuat mu dalam masalah tapi kamu masih menerimaku. disini aku yang bodoh Celine. Aku!"
"Bukan itu maksud ku, dahulu aku sangat ingin menggugurkan kandungan ku saat aku mengandung Dirga, maaf kan aku." ungkap Celine semakin deras menangis derai air matanya.
"Ini semua bukan salah kamu, tapi aku. Oleh karena itu aku dari awal sudah berjanji untuk slalu hidup dan bersama kamu dan dirga serta berjuang demi keluarga ini dari seluruh jiwa ragku Celine, selama aku masih hidup, aku tetap akan memperjuangan keluarga kecil kita ini. Aku ingin kita semua bersama, walau kita masih susah mendapatkan restu dari orang tua ku." jelas Arga.
Celine pun masih semakin memeluk sang suami begitu juga dengan Arga.
"Kita akan bicara dengan Ibuk pelan - pelan semoga Ibuk bisa mengerti dengan kondisi ini." jelas Arga.
Bersambung