
"Bagaimana Pak Widarto sudah memberikan kabar??" tanya Arga lagi
"Belom bapak, saya sudah Cek berulang kali."
"berikan nomer ponselnya."
Celine pun langsung menuliskan nomer Pak Widarto. Saat itu itu juga.
Entah kenapa hari ini Arga bekerja sangat fokus dan cepat untuk menyelesaikan pekerjaan nya hari ini.
Celine pun bingung juga melihat tingkah aneh Bos nya ini.
"Ini nomernya bapak Widarto," ungkap Celine sembari memberikan secarik kertas yang berisi nomer telefon Pak Widarto.
Arga pun langsung menelfon dengan menggunakan nomer pribadi nya sendiri dan langsung menelfonnya.
"Selamat siang Pak Widarto, ada yang perlu di bicarakan ?? Kata Asisten saya bapak Perlu bicara dengan saya?? Mengenai hal apa ini Bapak??" tanya Arga langsung pada inti pembicaraan tersebut.
"Kalau bapak ingin janji temu dengan saya paling tidak email dari Asisten saya Bapak buka!! Jangan seperti ini!! Jika bapak seperti ini saya tak akan memerdulikan Bapak lagi!!" bentak Arga.
"Ingat!! Jika janji temu dengan saya paling tidak langsung tentukan jamnya!!" bentak Arga kembali.
Arga pun langsung menutup telfonya saat itu juga dan ia pun memijat keningnya sendiri. Celine pun hanya melihat hal tersebut.
Ia juga tak tau harus berbuat apa, takut kalau salah ambil tindakan.
"Aku akan keluar kantor sebentar kau tunggu sini," ucap Arga sembari bangkit dari duduknya.
Namun sebelum Arga membuka pintu kantornya. Pintu itu sudah terbuka dan terlihat orang tua Arga masuk ke dalam ruangan itu.
"Arga!! Siapa Wanita itu!!" teriak sang Mama.
"Mama??" Lirih si Arga.
Celine pun tercengang melihat orang tua Arga sudah berada di depannya bersama dengan sang Ayah.
Orang Tua Arga pun kemudian tersadar dengan keberadaan Celine disana.
"Ternyata dia!!! Dia yang mengganggu!! Kamu dan Ailee!!" Teriak sang Mama.
"Ma, tenang ini kantor." ucap sang Ayah berusaha menenangkan.
"Kamu!!! Sini!!" Teriak sang Mama.
"Ma,!!! Jangan disini!! Arga malu Ma!! Ini Kantor!! Pegawai yang lain bisa dengar nanti!!" Bentak Arga.
"Biar semua tau!! Kau tau Arga!! Wanita ini!! Wanita yang meminta uang Mama dan Ayah mu sebesar Seratus Juta Rupiah!! Untuk menyuruh mu ke Amerika!! Kau tau!! Wanita yang sangat kau cinta sama dengan Wanita yang lain!! Gila Harta!! sekarang dia bekerja disini!! Iya!!" teriak sang Mama.
"Kamu!! kamu Celine kan!! Kamu sudah berjanji kepada kita, Celine!! Kenapa tidak!! Tepati janji kamu!!" teriak sang Ayah.
"Janji apa ini?? Arga tak mengerti!! Janji apa kalian!! Kamu!! Ada perjanjian apa kamu dengan orang tua ku Celine!!!" teriak Arga sambil menunjuk - nunjuk ke arah Celine.
"Kamu perlu tau Arga!! Kalau wanita ini!!" teriak sang Mama sembari menunjuk ke arah Celine.
"Berjanji akan menyuruh mu berangkat ke Amerika!! dan menjahui mu selamanya!!! Itu Janjinya karena dia sudah!! Terima uang dari Mama dan Ayahmu!!" teriak sang Mama.
"Benar begitu Celine?? Jadi selama ini kamu??-"
Dewa pun kemudian masuk ke dalam ruang kerja Arga. Dewa memang sering main ke tempat kerja Arga, namun saat itu Dewa datang di saat yang tidak tepat.
Dewa pun terkejut setelah melihat kejadian itu dan ia pun kemudian jujur terhadap semuanya.
"Iya!! Itu semua benar!" ungkap Celine menangis. Ia sudah tak bisa menahan Air mata nya kembali untuk tidak menetes.
"Semua benar Arga!! Puas kamu sekarang!! Puas Kalian mempermalukan aku di depan banyak orang!! Satu hal lagi!! Saya melakukan itu karena untuk menghidupi anak saya!! Dia cucu Bapak!! Dan ibu!!" teriak Celine sembari menangis dan pergi meninggalkan ruangan tersebut sambil membawa barang bawaannya.
Celine pun kemudian berpaprasan dengan Dewa dan menatap Dewa saat Celine belum melanjutkan langkahnya lagi.
Namun, saat keluar ruangan ia pun berpaprasan juga dengan Karin. Akan tetapi, Celine hanya menepisnya saja. Karin pun bingung dengan situasi nya saat ini.
ingin menenangkan Celine tapi dia takut jika Celine marah terhadapnya.
Jasson pun melarang nya juga untuk Karin menemui Celine.
"Akhirnya kamu mengakui juga Celine," Batin Arga sembari tersenyum
"Ma!! Perlu Mama dan Ayah ingat!! Ini kantor Arga ini perusahaan Arga !! Jadi tolong!! Kalian jangan pernah!! Ikut Campur urusan Arga!! Apalagi membahas soal Ailee!! Aku gak peduli dengan Ailee!! Sekalipun dia!! Yang akan melaporkan perusahaan ku di Papa nya!! Aku gak peduli ma!!" ungkap Arga sembari meningalkan orang tua nya yang masi ada di dalam ruangan tersebut.
"kalian berdua gak perlu mengatur soal hubungan asmara ku!! Dan perlu kalian tau!! Aku dan Ailee akan tetap bertunangan selamanya, dan gak akan pernah ke jenjang pernikahan!! Kalian, pahami!! Itu!!" bentak Arga sembari membawa barang yang akan di bawanya dan meninggalkan kedua orang tua nya yang masih berada di dalam ruangan kerja Arga.
Dewa pun langsung mengejar Celine saat itu juga dan satu Lift dengan Dewa.
Celine menangis sejadi jadinya dan Dewa pun merangkul Celine saat itu juga.
"udah ikut aku sekarang, aku tau tempat indah buat kamu bisa menangis sepuasnya." ungkap Dewa.
Celine pun hanya bisa menangis dan tak bisa mengucapkan sepatah kata pun, hanya bisa mengikuti Dewa kemana Dewa akan melangkah.
"Arga!!! Arga!!! Tega kamu sama Mama kamu sendiri!! dasar anak durhaka!! Kamu!!" bentak sang Ayah.
Setelah Arga keluar dari ruangan nya, banyak mata melihatnya. Namun Arga tak pedulikan itu dan langsung berlari ke Lift dan mengejar Celine.
"Tunggu aku Celine. Dimana Kamu !! Tunggu aku!!" batin Arga panik saat itu juga.
"Tadi aku lihat Dewa, apa mungkin Dewa bareng sama Celine??" ungkap Arga.
Arga pun langsung menelfon Dewa saat itu juga. Namun sialnya, Dewa tak mengangkat telfon dari Arga.
Tak lama kemudian Dokter Ridwan pun menelfon Arga.
"Hallo Dokter, sorry yahh aku mungkin akan terlambat datang nya karena ada masalah kecil jadi aku usahakan ya Rid, untuk datang hari ini juga," ucap Arga lalu menutup telfonnya.
Arga pun langsung bergegas menuju mobil nya untuk ke rumah sakit.
"Aku harus selesaikan satu persatu masalah ini," ungkap Arga
Arga pun kemudian menuju ke rumah sakit.
...****************...
Dewa mengantarkan Celine ke sebuah tempat sesembari menoleh ke arah Celine.
"Inilah yang kutakutkan Dewa. Aku melanggar Janji ku!! Perse**n!!! dengan Keadaan ekonomi ku ini!! Aku menyesal dengan perbuatan ku dulu mengapa aku mengambil uang itu!!" umpat Celine
"Hay Celine!! Ingat kau itu ibu yang kuat dan tangguh Celine!!, jangan kau berkata seperti itu, kau mengambil uang itu juga bukan untuk dirimu sendiri Celine," ungkap Dewa sembari menenangkan.
"Tapi bodoh nya aku masih mencintai Arga, Dewa!! Bodoh!! Aku bodoh!!! Kenapa aku gak ma*i saja!!! Saaat itu!!" umpat Celine kembali sembari mengepalkan tangan nya dan memukul- mukul kaki paha Celine.
"Haayy!! Hayy!! Hentikan Celine hentikan!!" teriak Dewa. Dewa pun langsung menepikan mobilnya dan merangkul Celine saat itu juga.
"Tolong jangan seperti ini Celine. Hentikan percuama kamu menyakiti dirimu sendiri Celine!!" ucap Dewa.
"Kita bentar lagi sampai ketempat yang bikin kamu nyaman oke. Kamu tenang lah Celine," pinta Dewa.
"Arga tadi menelfon ku cuman aku tak mengangkatnya Celine." ucap Dewa.
Namun Celine hanya masih terdiam dan termenung tatapan nya sayu dan kosong.
"Celine, jangan kau siksa dirimu, ini bukan salah mu Celine!! Semua sudah terjadi tak ada gunanya lagi kau seperti ini." ungkap Dewa.
...****************...
Sementara itu di rumah sakit.
"Arga,!!" ucap Dokter Ridwan.
"gimana hasilnya." Tanya Arga sembari duduk di ruangan Dokter Ridwan.
"Hasilnya Positif, dia anak kamu Arga!!" ucap Dokter Ridwan.
"Ap..apa??" ucap Arga untuk memperjelas kan lagi apa yang di dengar nya, ia takut kalau Arga salah dengar.
"Dia memang anak kamu, DNA ini cocok dengan dirimu," ucap Dokter Ridwan sembari menyerahkan surat hasil Tes DNA tersebut.
Arga pun tak percaya selama ini hanya bisa menerka - nerka ternyata dia sendiri Ayah Biologis Dirga.
Arga pun menatap hasil Tes DNA tersebut dalam sebuah surat yang masih tersegel dan belom terbuka dengan mata yang berkaca - kaca.
Arga langsung membuka surat tersebut dan membaca hasil nya dan memang benar kalau Dirga adalah anak kandung nya sendiri.
"Aku, aku akan berjuang membahagiakan kalian!! Aku akan berjuang demi Dirga, kamu dan ibu Kamu Celine!!" ungkap Arga sambil meneteskan Air mata nya yang sudah tak tertahan kan lagi.
"Thankyu Ridwan!! Thankyu!!!" ucap Arga memeluk Dokter Ridwan dengan keadaan Arga yang masih menangis.
"Perjuangin dia Arga, bikin mereka bahagia," ungkap Ridwan seolah Ridwan sudah tau apa yang terjadi terhadap teman nya ini.
"Pasti!!, pasti Ridwan !! aku akan menebus dosaku untuk Wanita yang selama ini masih aku cintai, dan anak ku Ridwan!! Thankyu!! Thankyou so much Ridwan!!" ucap Arga sembari masih memeluk Ridwan.
"Aku akan mencari dia Ridwan!!" ucap Arga. Namun Dokter Ridwan hanya mengangguk dan tersenyum.
Arga pun langsung bergegas pergi sembari membawa hasil DNA tersebut.
"Dewa, aku harus menelfonya." ungkap Arga mencari telfon nya sembari berlarian menuju mobil yang sudah ia parkir tadi.
Arga pun kemudian melakukan panggilan ke Dewa.
"Hallo Dewa, elo di mana," ungkap Arga dalam pangilan telefon tersebut. Sembari masih berlarian menuju Parkiran mobil yang cukup jauh.
"Kamu dateng aja Ga, aku sama Celine ini," ungkap Dewa.
"Aku kirim lokasi nya," jawab Dewa kembali.
"Thanks Wa, kamu temen ku yang paling pengertian."
"Santailah Ga, kaya kamu sama orang lain aja," ungkap Dewa.
"Buruan kirim ke aku ya ku tunggu," ucap Arga terengah- engah sembari menyenderkan tubuh nya di balik pintu mobil nya.
Tak lama ponsel Arga pun berbunyi terlihat Dewa telah mengirimkan lokasi kepadanya.
Tanpa berfikir lama Arga pun langsung menuju ke lokasi tersebut.
Bersambung