Hourglass

Hourglass
Siapa dalang nya



"Pak Hendra segera Cari siapa dalang semua ini, karena saya menemukan beberapa orang pegawai kita yang culas," jelas Jasson.


"Sebenernya, Pak Jasson saya menemukan sebuah fakta."


"Apa itu? Dan kenapa kamu tidak memberikan kabar untuk saya atau pak Arga?" tanya si Jasson sambil duduk di sebelah Pak Hendra.


"saya masih memantau nya Bapak Jasson, dan seperti yang di lakukan barusan, saya akan tujukan kepada bapak," ungkap Hendra.


Hendra pun dengan sangat cekatan dan lincah membuka kan CCTV tersebut dan menunjukkan ke Pak Jasson.


Jasson pun juga herasa ada hal aneh dalam CCTV tersebut.


'bukannya dia wanita yang tadi kelihatan panik saat aku membahas ada CCTV di sana? Ternyata benar dugaan ku ada hal yang gak beres dengan wanita itu. Aku akan menyuruh Melly memanggil wanita ini.' batin Jasson.


"Benarkan bapak Jasson ada yang aneh dengan hal ini."


Jasson pun langsung mengangguk.


"langsung kirimkan ke Pak Arga biar aku yang akan bicara dengan nya." pinta Jasson sambil keluar dari ruangan CCTV


Jasson pun langsung menghubungi nomer Pak Arga yang sering di gunakan di kantor.


"Bagaimana?" tanya Arga langsung dalam telefon tersebut.


"Saya menemukan beberapa hal yang sudah saya pinta Pak Hendra untuk mengirimkan ke Bapak." ucap Jasson.


"Kalau begitu terimakasih. Kirim langsung ke saya." pinta Arga kembali.


"Semua sudah saya lakukan. Sesuai perintah Bapak." ungkap Jasson.


Arga pun langsung menutup telefon tersebut.


***


sementara itu jam makan siang antara Celine dan Karin.


"kita makan ini aja yah, makanan jepang aku lagi pengen makan ini soalnya," pinta Celine.


"Oke!" ungkap Karin sambil membentuk lingkaramg antara jari telunjuk dengan Ibu jari nya.


Mereka pun langsung memesan makananJepang dan makan siang disana.


"Aku tau kau pasti akan menanyakan hal ini bahkan banyak hal yang ingin kau tanya kan bukan?" ungkap Celine sambil tersenyum.


"Iyalah aku penasaran sekali dengan mu! Lagian kan bisa kan ya menunggu makanan kita dateng kamu cerita kedekatan dirimu dengan Pak Arga." tanya si karin lagi.


"Iya deh, aku jawab." ungkap Celine.


Sebelum itu makanan yang mereka pesan pun akhirnya datang ke meja mereka.


Karin yang semangat mendengarkan Cerita Celine dia juga sambil memakan makanan yang di pesannya.


"Aku seperti mendongengkan kamu yaah sambil kamu makan begini." ungkap Celine.


"Iya aku mendengar kan kok, buruan cerita!" bentak Karin.


"Iya- iya gak usah ngebentak!" ungkap Celine.


Akhirnya Celine pun mulai bercerita diri nya dengan Arga mulai dari kisah hubungan mereka yang masih se umur jagung sampai akhirnya Arga pergi ke Amerika.


"Gilak kamu! Kamu menyetujui Pak Arga ke Amerika? Padahal kamu gak ingin Pak Arga kesana? Dan kamu bertingkah seolah kamu baik - baik aja tanpa dirinya?" tanya karin kembali untuk memastikan apa yang di dengarkannya itu benar atau tidak.


Celine pun menjawab dengan sebuah anggukan.


"What!" seru si Karin.


"gilak! Kalau aku yang jadi kamu, aku pasti ga bakalan kuat menjalani nya!" seru Karin lagi.


"Pelan - pelan dong Karin. Kamu jangan bikin malu aku banyak orang tuh yang ngeliat kita."


Karin pun langsung melihat sekitaran ternyata banyak orang yang melihatnya.


Celine memang bercerita soal kisah cinta nya dengan Arha bahkan sampai menghilang beberapa tahun dan kembali hingga saat ini pun ia bercerita.


Bahkan Karin pun sampai terkejut kalau Arga dan Celine bisa bertemu kembali hingga sekian tahun. Padahal nyatanya mereka memang pernah berpisah selama itu.


Hanya saja dari cerita tersebut Celine tak pernah mengungkapkan identitas sang Anak yaitu Dirga.


Menurut nya biarlah Dirga sebagai sebuah misteri untuk semua orang dan hanya dirinya beserta sang ibu serta Arga yang mengetahui status Dirga tersebut.


Bersambung