
"Disini Mommy dan Putri akan sekolah?" tanya si Dirga.
"Tentu saja. Kalian sama - sama sekolah disini," jawab sang Kaka.
"Papa dan Mama juga pasti akan menjemput Putri kan?" tanya si putri.
"Tentu saja. Seperti biasanya tidak akan ada yang berubah Putri."
"Sudah sekarang, kalian sekolah dengan baik dan beberapa pengawal ada di sini untuk menjaga Putri dan Dirga," jelas Arga.
"Kalian harus semangat belajar kalian hanya fokus belajar saja paham kan ucapan Mommy dirga?" ungkap Celine.
"Paham Mommy."
Mereka pun kemudian masuk ke dalam sekolah bersama - sama.
"Aku-"
"Apa! Kamu bilang akan pergi sekarang kan!" bentak si Celine begitu pula dengan sang kakak Ipar membentak ke pasangannya.
"Ya habis mau bagaimana lagi?" tanya si Arga.
"Semalem kan kita udah sekapat,"jawab si Arga kembali.
"Iya deh iya."
Celine dan sang Kakak serta Karin juga ikut balik ke sedangkan Arga, Leonard, Jasson dan juga Hendra pun ikut mengikuti Arga.
Mereka sengaja mengikuti tuan nya untuk membantu Arga menghadapi anak buah briyan.
Tanpa butuh waktu lama mereka langsung bergegas berangkat setelah mengantar anak mereka masing - masing.
Dewa sengaja tidak di ikut sertakan dalam urusan ini, karena Arga ingin Dewa menjaga keluarga nya saat dia pergi bersama yang lain.
Kota Larnwich
Mereka pun tiba di sana dan mengikuti arahan Hendra yang sudah memberikan informasi di mana Melly di sandra.
"Kamu tetap awasi pergerakan nya Hendra. Aku ingin kali ini selesai. Supaya aku dan keluarga ku bisa hidup dengan tenang."
"Baik Tuan."
Mereka pun langsung bersiap ke posisi masing - masing beserta dengan anak buah yang lain dalam kendali Jasson dan Leonard.
"Mereka di tempat terpencil tuan. Kemungkinan sebentar lagi akan memasuki kawasan perhutanan."
"Apa benar lewat disini? Semenjak aku hidup di kota ini aku bahkan tak mengetahui ada hutan lebat seperti ini."
"Saya sudah pastikan berkali - kali tuan, kalau lokasinya benar disini."
"Baiklah, kalian jangan lupa ada dalam posisi kalian masing - masing aku ingin hari ini kita bisa selamat semua."
"Kita berhenti jangan terlalu dekat."
"Baik tuan."
Mereka pun bersiap dalam dan keluar dari dalam mobil banyak pepohonan rindang disana serta rumput liar pun juga ada.
Mereka saling membawa senjata masing - masing.
Anak buah yang lain memeriksa jalanan masuk untuk sang tuannya.
"Lewat sini tuan," jawab salah satu dari anak buahnya.
Mereka pun melewati jalanan belakang bangunan. Bagunan nya memang tak begitu besar jadi pikir Arga bisa lah masuh dengan Cepat dan menghabisi anak buah disana.
Namun Arga tak mengira kalau disana ada Briyan dan juga orang tua Ailee.
Mereka sengaja untuk hari itu melihat Melly yang di sekap nya sudah beberapa Minggu.
Salah satu penjaga di sana pun melihat anak buah Arga. Ia langsung membekap dan menghantam tengkuk sang anak buah dan pingsan yang lain pun langsung masuk secara diam -diam dan menemui melly untuk menjemputnya.
Mereka masih mencari ruangan demi ruangan namun belom ada hasil hingga akhirnya.
"Tunggu mengapa kita tidak di ketahui ini sebuah jebakan Jasson!" teriak Arga dalam alat percakapan tersebut.
Sedangkan Leonard sudah menghabissi beberapa anak buah dari kejahuan. Sebuah anak panak melesat di sana.
Sedangkan Arga masih menunggu di ruangan Lain, dan benar apa yang di takutkan Arga bahwa itu adalah jebakan.
Hingga akhirnya Jasson pun berhadapan langsung dengan Briyan.
"Tuan seperti nya saya akan lama menjemput tuan," ungkap Jasson dalam alat percakapannya.
"Hah! Sudahlah, kita harus melawannya kali ini. Bagaimana di luaran Kak? Seberapa banyak kau dan anak buah mu menghajarnya?" tanya si Arga kembali.
Gelak tawa Leonard pun terdengar dalam alat percakapan tersebut.
"Sepertinya kau sangat menyukai nya kak," ucap Arga.
"Kau membangkitkan semangat ku untuk membidik Arga. Sudah kau lanjutkan jalanmu, biar aku dan yang lain akan melihat musuh dari jauh."
Arga pun langsung keluar dari ruangan tersebut dan kembali mencari ruangan Melly. Hingga akhirnya Ia pun masuk dalam ruangan tersebut.
"Melly!" teriak si Arga. Hingga akhirnya orang tua Ailee pun kembali keluar di balik badan Melly.
"Aku sudah tau, kau pasti akan membawanya," tawa sang Papa tersebut.
"Om! Kenapa merencanakan ini semua Om!" teriak si Arga kembali.
"Aku melakukan ini! Karena kau sudah mencampakkan Anak ku! Ailee dia gadis yang punya. Aku selalu berusaha membahagiakannya tetapi kamu! Anak kuramg ajar malah menghancurkan hati anak saya! Kau tau! Selama ini Ailee selalu mendapatkan apapun yang ia inginkan! Tetapi kau mematahkan! Semuanya."
"Aku memang tidak bersedia menikahi Ailee Om! Aku sudah bilang dengan Ailee hubungan saya dan anak om hanya sampai Pertunangan gak akan ke jenjang yang lebih lanjut!" teriak Arga kembali.
"Kalau Begitu kau pasti sudah tau apa yang akan saya lakukan."
Orang tua Ailee pun maju menghadap Arga.
"Kalian mundur lah dan carilah bantuan, beri tau mereka. Kalau Melly sudah ketemu."
"Sudah kau berdiskusi dengan anak buah mu itu! Kita lakukan dengan pertandingan seperti biasa kau paham kan!" bentak sang orang tua tersebut.
"Baiklah."
Mereka pun langsung melakukan pertikaian, ia melakukan pertandingan Judo.
Pertandingan yang selalu di terapkan papanya si Ailee.
Hingga akhirnya. Arga pun memenangkan judo tersebut dan anak nuah Arga masih tetap mengawasi tindakkan serangan mendadak.
Benar saja salah satu ujung anak buah orang tua Ailee siap - siap menberikan suntikan kepada Arga namun anak buah Arga maju dan menghantam orang tersebut.
Sehingga suntikan itu terlepas dari gengamannya begitu saja. Mereka pun lari dan beserta Arga. Anak buah yang lain pun langsung membawa Melly juga.
"Tuan Arga. Maafkan saya."
"Sudah ini bukan waktu nya banyak bicara!" bentak si Arga.
Hingga akhirnya anak buah dari orang tua Ailee pun menghadangnya. Namun saat anak buah Arga akan membidik nya, "Jangan! Jangan tembak dia. Dia, yang selama ini menolong saya," ucap Melly.
"Akhirnya kau Pergi dari sini. Pergilah jangan sampai kau tertangkap Lagi. Aku yang repot nanti!" Keluh sang anak buah tersebut.
"Ikutlah! Dengan ku," ungkap Melly.
"Tidak. Aku tak bisa ikut, bagaimana aku ikut. Miss Ailee pasti akan mencabik ku."
Arga mendengar hal tersebut.
"Kamu yang merawat dia selama disini?" tanya si Arga.
"Hanya sesekali saja tidak sering."
"Kau pergilah, dari sini selagi bisa!" tandas si Arga.
Arga dan anak buah yang lain pun pergi beserta Melly Yang sudah di bawanya.
Hingga Akhirnya anak buah Leonard pun turun di lapangan mendengar anak buah yang lain Arga dalam bahaya selagi Arga tadi bertanding judo dengan orang tua Ailee.
"Jasson! Jemputlah dia!" teriak Arga.
Leonard pun langsung berlari dan masuk dalam ruangan tersebut. Terlihat Briyan sudah terkapar tak berdaya di sana.
Jasson mencabik - cabik dengan sebuah pedang kecil yang ada di tangannya.
"Pergi sekarang!" ungkap Leonard dan berlari di susul dengan Jasson.
Mereka semua pun langsung berhamburan keluar dari bangunan tersebut dan menghampiri mobilnya. Sebelum musuh datang lebih cepat lagi.
"Ayok pak kita jemput mereka," jawab Hendra.
Semua sopir yang bertugas membawa mobil tersebut akhirnya berjalan mendekati gedung.
"Kita berada di belakang gedung tepat kalian masuk!" ucap Hendra.
beberapa menit kemudian mereka semua pun pergi dan masuk ke dalam mobil dan pergi sesegera mungkin meninggalkan kota Larnwich.