Hourglass

Hourglass
Bab 10 Paman Tinggi



"Ayok putri kita pulang kasihan tante Celine sudah menunggu. Kita juga sudah main seru - seruan disini."


"Oke, kita pulang."


"Kamu minum apaan ??" Tanya si Arga yang tadi ia mengetahui Celine sedang meminum obat.


"Hanya Vitamin, akhir - akhir ini saya sudah banyak meminum Vitamin,"jawab Celine berbohong.


"Ya udah kita pulang kamu juga sudah menunggu kita juga."


Mereka pun kemudian balik dan mengantarkan si Putri. Karena hari sudah menunjukkan pukul jam empat sore.


"Putri nanti kalau sudah di rumah putri jangan membahas apapun soal tante Celine. Nanti tante gak bisa ikut lagi bareng kita kalau Putri kasih tau yang lainnya. Putri paham kan??" ucap si Arga sembari membelai lembut ujung kepala gadis cantik tersebut.


"Aku baru sadar bagaimana kalau aku bertemu dengan??? aiisshh kenapa gak kupikirkan di awal sih. Harusnya kan aku mikir, kenapa baru sadar kan," batin Celine.


"Ayok pulang sekarang."


Sesampai nya di kediaman Arga.


Mereka semua pun keluar dalam mobil dan benar mengantar Putri pulang dan dia tak membicarakan apapun soal Celine ke semua nya.


"Semoga Putri bisa menjaga ini."


Arga pun kemudian pergi kembali dari rumahnya karena sadar Celine dari tadi di dalam mobil.


Berlari lah dia ke arah mobil. Serta melajukan kembali mobilnya.


"Saya sudah selesai kan Pak tugas saya ?? Bolehkan saya kembali pulang. Saya mohon anak saya sedang sakit," mohon Celine.


"Saya antar kamu," ucap Arga Singkat.


"Ha??? Bapak mau antar saya ?? Tapi pak.-"


"Kamu mau saya antar atau masih saya suruh untuk menunggu saya kembali?!!" Tegas si Arga.


"Ba, baik pak."


"Bisa gak si kamu itu gak usah gugup sama saya !!" Bentak Arga kembali.


"Bagaimana saya tidak gugup kalau bapak marah - marah terus sama saya bicara sama saya saja bapak marah begitu terus. Bagaimana saya gak takut kalau bapak begitu."pungkas si Celine.


Arga pun kemudian terdiam sembari menatap Celine.


Terlintas senyum di muka Arga.


Ia pun langsung memalingkan pemandang nya ke depan.


"Arah mana kau akan lewati." Dusta si Arga. Sebenernya dia tau arah mana yang harus di lewati hanya saja dia sedang ber akting.


"Kalau daerah sini saya mana tau. Rumah saya kan bukan daerah sini."


Arga pun kembali jalan ke arah kota dan celine pun memberikan arahan ke Arga kemana dia akan belok.


Setelah sampai di rumah.


"Moommy!!" Teriak jagoan kecil tersebut.


"Dia aku suruh tunggu di dalam tak mau masuk Celine."


"Hayy jagoan moomy. Ngapain Dirga tunggu di luar?? Ayok masuk."


Celine dan Dirga pun kemudian masuk kedalam rumah nya.


Namun, sang ibu pun terkejut ketika Arga berada di belakang Celine.


"Celine, apa- apa an kamu!!"


"Ibuk, jangan begitu ada Dirga aku suruh masuk dulu si Dirga."


Celine pun kemudian menyuruh Dirga masuk kedalam kamar nya dan mengantar nya masuk.


Kemudian Celine barulah menemui sang ibu dan Arga.


"Ibuk belum bilang apa- apa kan sama Arga," bisik Celine


"Dia harus tau Celine !! Betapa menderitanya kamu !! Menderitanya kamu merawat Dirga !! Dia harus tau !! Lelaki Baji* ini!!"


"Ibuk. Celine mohon jangan seperti ini. Celine minta maaf kalau ibuk marah sama Celine tapi jangan begini buk. Aku cuman takut sama apa yang Dirga dengar. "


"Maksud tante apa?? Dan Dirga, Dirga itu kenapa ?? Anak nya Celine dengan siapa ??" Cecar si Arga.


"Bukan. Itu bukan urusan kamu !!" Timpa Celine kemudian.


"Ibuk. Celine mohon jangan."


"Terserah kamu !! Ibuk hanya kasih tau dia betapa kamu menderita dengan ulah dia !! Dan kamu !! Jangan ganggu anak saya lagi!!" Bentak si ibu.


"Ibuk jangan begitu .. dia tetap ayah nya Dirga." Bisik si Celine supaya si Arga tak mendengar kan apa yang di katakan Celine ke ibunya.


"Boleh saya tau apa yang terjadi??" Tanya si Arga.


"Udah mendingan bapak pulang aja. Terimakasih sudah mengantar saya," ucap Celine sembari masuk kedalam rumah bersama sang ibu.


Arga pun seperti di usir oleh mereka ia pun kemudian pulang. Tanpa di sadari oleh Arga, Celine pun menatap arah luar dan membuka gorden nya sedikit untuk melihat si Arga.


"Maksud kamu apa Celine ajak Arga kesini," ucap sang ibu yang membuat Celine terkejut.


"Aku asisten nya Arga buk. Dia boss di tempat aku bekerja. Aku udah jelaskan pada ibuk kan."


"Apa gak ada pekerjaan lain selain di tempat Arga. Ibu tak mau kau sakit hati dengan Arga. Kau tau kan bagaimana kau berjuang sendiri menghidupi Dirga. Sementara Arga tak tau dia kemana."


"Ini bukan sepenuh nya salah Arga ibuk. Ini salah Celine," ucapnya.


"Kau slalu saja begini membelanya dan menyalahkan diri mu sendiri."


"Tapi, ini memang salah Celine ibuk."


"Sudah gak usah di bahas lagi. Tadi ibuk masakin makanan kesukaan kamu."


"Apa Dirga sudah makan buk ??" Tanya si Celine.


Celine pun kemudian masuk kedalam kamar sang jagoan kecilnya tersebut yang sedang main sendiri di dalam kamarnya.


"Dirga, tadi dirga berantem sama temen??" Tanya si Celine.


"Dirga marah soalnya Dirga di katain dan di bilang kalau moommy lahirin Dirga sebagai anak haram. Dirga marah, jadi dirga pukul mereka sampai mereka luka - luka."


Celine kemudian menatap nanar ke sang ibu.


Sang ibu pun merasa salah melihat bapak kandungnya sudah ia usir di depan rumah nya tadi.


"Ibuk tau kan Dirga menbutuhkan ayah nya. "


"Ibuk cuman gak ingin kamu di sakiti oleh nya Celine. Ibuk gak kuat melihat anak ibu sendiri menderita. "


Celine pun hanya terdiam dan membelai anak nya dengan lembut sembari Dirga main - main sendiri.


"Biarkan waktu yang akan membuka semua nya ibuk," pungkas Celine.


Suara ketukan pintu pun terdengar dari pintu utama.


Sang ibu pun langsung menuju kearah pintu tersebut disusul dengan Celine yang berada di belakang sang ibu.


"Dewa??" Ucap Celine.


"Oh.. iya.. iya silahkan masuk. Celine suruh masuk teman mu dan ajak makan sekalian tadi ibuk udah masak banyak. Mari masuk."


"Kita ngobrol di taman yah.." ajak Dewa.


"Ya udah tapi sama Dirga ya anak aku."


Dewa yang kaget Celine sudah memiliki anak pun, hanya ia simpan sejenak sebelum dia lontarkan ke Celine untuk bertanya. Soal Dirga tersebut.


Celine pun kemudian masuk ke kamar sang anak untuk mengajak anaknya jalan - jalan ke taman dekat kota.


"Halo paman!!! " teriak dari sang anak tersebut.


"Paman, nama ku Dirga."


"Ooiyaa paman lupa buat kenalan ama Dirga nama paman Dewa."


"Halo paman Dewa."


"Wahh pinter nih Dirga."


"Tadi ada paman tinggi juga Paman tinggi nya lebih dikit dari paman. Tapi Dirga suka dengan Paman tadi. Tapi, Omma dan Mommy menyuruh paman itu pergi. Beda dengan paman Dewa yang tak di suruh pergi oleh omma."


Celine pun hanya merasakan canggung dengan ucapan Dirga yang masih polos dan bisa bicara jujur ke Dewa ini. Dewapun kemudian menatap Celine.


"Nanti aku ceritain semua aku harap kau tak memberi tahukan ke Arga. Sekalipun Arga temen deket kamu. Aku mohon ya," pinta si Celine


"Cuman ke kamu dan ibuk aku yang tau hal ini."


Dewa pun semakin di buat nya penasaran oleh Celine. Apa yang sebenernya terjadi di masala lalu Celine dan Arga teman baiknya.


"Apa ada hal buruk terjadi Celine?" Tanya si Dewa sembari duduk di ruang tamu tersebut.


"Nanti aja ku kelasin."


"Oiya tadi ibuk sudah masak nak Dewa mau kan makan dulu disini," ajak sang ibu kembali.


"Ah iya ibu aku masak tadi ayok makan dulu sebelum nanti malam."


"Tapi, Dirga mau di ajak Paman Dewa ke taman Moomy."


"Iya,, nanti Paman Dewa ajakin," Dewa pun sembari memandang Dirga.


"Sekilas anak ini seperti?? Arga." Batin Dewa.


"Iya, kita makan dulu ya. Nanti ke taman bareng oke. Dirga makek jaket ya nanti."


Tak lama mereka pun makan bersama dengan masakan yang di masak oleh ibu nya Celine.


Kemudian Celine pun menyiapkan baju yang akan di gunakan Dirga. Sebelum pergi ke taman. Setelah selesai makan tadi.


Ia pun langsung memakai kan Jaket untuk nya.


"Inget ya Dirga jangan lepas jaket nya kamu lagi sakit begini juga masih main aja."


"Dirga juga gak sering main kan Moomy baru kali ini aja Dirga main."


"Iyaa.. iya.. besok setelah pulang sekolah langsung pulang ya dan istirahat."


"Kalau Dirga lagi sakit mending besok saja mainnya. Gimana??" Pinta Dewa.


"Gak mau!!!" Teriak Dirga.


"Ya udah kita berangkat okee." ucap Celine.


Mereka pun kemudian pamit dan pergi ke taman sesuai permintaan Dirga di awal tadi.


Setelah meyelesaikan makanan nya.


"Gara - gara kamu dewa. Jadi anak aku ingin pergi kan padahal dia lagi sakit juga."


"Iyaa deh maaf .. maaf.. "


"Ibuk aku pergi dulu bareng Dewa sama Dirga juga."


"Iyaa.. yang penting obat Dirga di bawa."


"Ada semua di tas nya Dirga kok ibuk."


"Tante, maaf tante kalau saya tiba - tiba ajak Dirga dan Celine jalan - jalan."


"Iya.. jangan pulang terlalu larut, dan kamu Celine, nanti lekas istirahat besok harus kerja kan."


"Iya ibuk aku ingat."


Mereka pun kemudian pergi menuju taman setelah berpamitan dengan sang ibu.


Di dalam perjalanan mereka saling diam. Entah mau bicara apa.


"Mommy. Apa nanti kita akan bertemu dengan Paman tinggi lagi??" Dirga pun bertanya seperti itu.


"Paman tinggi itu Arga Celine ??" Bisik si Dewa.


Celine pun mengangguk.


"kita gak bertemu sama Paman Tinggi Dirga, kan kita cuman main di taman kota. Ingat kan Dirga gak boleh nakal??" Ucap Celine.


"Iya aku ingat mommy."


"Apa perlu aku pangilin paman tinggi??" Tawar si Dewa.


"kamu !! Apa - apaan sih!!! Jangan sampai ya kamu pertemukan Dirga sama dia!!" Ancam Celine.


"Tapi mommy Dirga suka dengan paman Tinggi. Dirga ingin liat paman Tinggi mommy."


"Sekali mommy bilang engak !! Ya engak !! Gak ada!! Paman tinggi!!" Bentak Celine.


Dirga pun diam seketika ketika melihat mommy nya marah.


"Dirga, moomy gak bermaksud marah kok sama Dirga. Nanti paman Dewa akan hubungi Paman tinggi dateng juga," ucap Dewa sembari melihat Dirga yang akan menangis.


"Apa benar paman Dewa??" Ucap Dirga sumringah dan menghentika tangisnya.


"Iya, udah tenang aja paman Dewa punya nomernya paman tinggi kok. Udah diem gak usah nangis."


"Apaan kamu ini!!!" Bentak Celine kembali.


"apa kau tak liat Dirga kecewa seperti itu apa kau tega??" Ucap Dewa.


"Dirga, maaffin mommy yah .. udah marahin Dirga. " ucap Celine sembari melihat anak nya yang duduk di belakang.


Celine sadar akan perkataan Dewa tadi maka ia langsung meminta maaf pada anaknya.


"Iya mommy. Tapi ijinin Dirga melihat paman Tinggi. Aku suka sama paman Tinggi, kali ini aja mommy. Ijinin Dirga. Dirga tau Dirga sangat menyusahkan hidup Mommy tapi Dirga cuman ingin bertemu paman tinggi sebentar saja mommy. Aku gak masalah kalau Dirga harus bertemu paman tinggi hanya sebentar saja," mohon Dirga.


Celine pun akhirnya menganggukkan kepalanya dan Dirga langsung turun dari kursi yang ia duduki tadi langsung memeluk momy nya.


Celine pun merasa bersalah dan tak tega melihat anak nya seperti itu. Tapi apa mau dikata. Dia sudah berjanji akan menjahui Arga di depan orang tua Arga.


Celine pun kemudian menatap kedepan lagi. Dewa yang melihat hal itu merasa terenyuh.


"kau tau Dewa aku melanggar janji ku," pungkas Celine.


Bersambung