
"Kalau begitu aku dan Celine akan ke rumah orang tua ku, kalaian jaga mertuaku di sini," ungkap Arga. Arga pun kemudian berdiri dan menghampiri ke kamar Celine.
"Ayo kita berangkat sekarang," ajak Si Arga.
"Udah kita beneran berangkat sekarang?" tanya si Celine kembali.
"Ibu dan Dirga biar disini saja. Aku takut jika mereka ikut nanti malah banyak musuh datang dari luar." ungkap Arga.
Celine pun mengangguk dan berjalan ke arah sang Suami.
"Kita bilang dulu saja ke Ibu dan Dirga biar mereka mengerti." ungkap Arga kembali.
Arga pun langsung mengandeng sang istri kluar dari kamarnya.
Saat Arga keluar Dari kamar Jasson pun langsung memasukkan ponselnya kembali. Ia belom sempat membuka apa isi chat tersebut.
"Kata nya suami kakak kamu mau datang? Dimana dia?" tanya Celine kembali.
"Entah lah kenapa belom datang juga." jawab Arga singkat sambil berjalan menuju ke kamar sang Mertua.
Namun sebelum masuk ke kamar sang Mertua,
Tak berselang lama Leonard pun datang.
"Itu siapa?" ucap Celine sembari menunjuk ke arah orang yang baru masuk di rumahnya. Arga pun tersenyum menatap lelaki tersebut.
"Dia Leonard." ungkap Arga. Tak lama sang Ibu pun keluar dari kamarnya.
"Ibuk, ibu sakit?" Celine pun khawatir saat mihat ibunya keluar dengan kondisi sedikit pucat.
"Biasa Ibuk kecapean. Nanti juga istirahat ibu sembuh cuman pusing aja."
"Ibuk beneran gak apa? Kalau gak kita priksa langsung aja ke dokter. Biar aku yang antar. Aku lunya beberapa kenalan di rumah sakit." Jelas si Arga.
"Sudahlah Ibuk gak masalah, ibu hanya syok terus ibu Pusing makanya tadi hanya di kamar saja. Oiya kalian mau kemana?" tanya sang Ibu kembali.
"Ini adalah suami Kakak saya, Leonard Rizal. Dia juga mau bantu Arga Ibu." jelas Arga.
"Kalau yang Lain itu Jasson dan Dewa. Ibu pasti tau Dewa kan" ungkap Arga sambil ter kekeh.
"Iyalah sering main kesini juga Dirga aja sampai betah deket sama Paman Dewa," ucap sang Ibu.
"Oiya terus siapa kamu? Lee... Leonard?" ungkap sang Ibu yang masih kebingunggan.
"Iya Ibu pangil saja Leonard." ucap Leonard sambil membungkukkan badan.
"Kemana anak dan Istrimu? Mereka gak ikut sekalian?" Tanya sang Ibu kembali.
"Mereka masih di rumah Ibu dan sudah ada beberapa penjaga di sana soalnya dia mau bertemu dengan orang tuanya dulu." jelas Leonard.
"Kalau gitu kaka ikut aku dengan Celine aja ke balik ke rumah. Soalnya kita juga mau kesana." jelas Arga.
"Jadi Ibu Arga tadi mau pamit untuk ajak Celine ke rumah. Begitu nah Dirga sama Ibu saja yang di rumah kebetulan juga ibu sakit jadi Arga gak mau bikin Ibu kecapean lagi. Kalau pun ikut Arga juga takut kalau musuh langsung mengincar kita semua. Karena musuh mengincar aku dan pasti akan membunuh semua keluarga aku." Jelas Arga.
"Ibuk paham. Sudah lah kalian langsung saja berangkat, dan hati - hati jangan sampai kenapa - napa di jalan." ungkap Sang Ibu kembali.
"Jaga Celine Ya Arga," pinta sang ibu kembali.
Arga pun langsung keluar sementara sang anak yang masih main dengan Dewa.
"Ikut saja Kak ayok!" ajak Arga.
Leonard pun mengangguk menuruti permintaan Arga.
"Oiya kak, ini Istriku. Celine Agustine nama nya pangil aja Celine." Arga pun memperkenal kan istrinya ke kakak Ipar.
Celine pun menganggu dan tersenyum serta menjawab jabatan tangan Leonard. Sambil berkata, " pangil aja Leonard" jawab sang pemilik nama tersebut.
"Ayok kita masuk ke mobil dan menuju ke rumah." ajak Arga kembali.