
Setelah Itu Jasson pun masuk ke dalam rumah ketika Celine dan Arga telah meninggalkan tempat tersebut.
Jasson pun berjalan dan menuju ke lantai atas tempat di mana Karin tidur.
"Ya tuhan! Aku lupa di mana kamar Karin?" ungkap Jasson pun mengambil ponsel berada di sakunya. Ia pun menelfon Karin.
"Keluar lah dari kamar, aku sudah di atas."
Jasson pun langsung menutup telefonnya dan menanti Karin keluar dari kamar.
'Ha? Di atas. Maksud nya, Jasson sudah di sini?' gumam Karin.
Karin pun langsung bergegas turun dari kasurnya langsung membuka pintu kamarnya.
Jasson pun melihat Karin yang sudah keluar dari kamarnya. Ia pun langsung menghampirinya.
"Kau kenapa disini?" tanya si Karin.
"Iya. Maaf membuat kamu terganggu. Tapi aku cuman mau menyampaikan satu hal, karena kalau aku gak menyampaikan hal ini, membuat ku tak tenang juga."
"Apa itu? Kau kenapa? Jangan buat aku khawatir seperti ini," tanya si Karin sambil meraih kedua tangan Jasson.
"Kamu udah dengar kalau aku dan yang lain akan keluar dari kota Greenwild."
"Apa! Kamu mau kemana? Ngapain kamu pergi?" Karin pun panik mendengar Jasson akan pergi ke luar kota.
"Maaf tapi biarkan aku masuk ke dalam. Gak enak kalau yang lain mendengarnya apalagi mereka kalau tau aku ada disini."
Karin pun mempersilahkan masuk Jasson kedalam kamarnya.
"Jadi kamu jelasin! Kenapa kamu mau ke luar kota!" bentak Karin kepada Jasson.
"Iya aku cuman kasih tau itu. Karena tuan Arga sendiri sudah menemukan Melly lalu kita semua harus berangkat kesana mencari Melly salah satu kunci kita ada di Melly. Tuan Arga akan membongkar keburukan orang tua Aille mantan tunangan Tuan Arga yang dulu Tuan Arga menolak pernikahan nya dengan Ailee."
"Jadi karena ini kalian semua akan pergi gak bisa apa untuk kamu gak pergi. Kamu disini saja. Aku takut kamu kenapa - napa."
"Mau bagaimana lagi, ini perintah Tuan Arga. Aku sudah lama ikut dengan nya dan aku sangat setia kepada nya sebagai anak buah," jelas Jasson.
"Tapi aku takut kehilangan kamu Jasson. Aku tau kalau kamu kesana Briyan dan yang lain akan menghantam kanmu dengan menggunakan senjatanya."
"Percayalah kepadaku kalau aku akan balik dengan selemat tanpa luka sedikit pun."
"Bagaimana aku bisa percaya dengan mu! Kamu sendiri saja dalam bahaya seperti ini!" bentak Karin kembali.
"Karena Aku menyayangi mu Karin! Kini aku sadar aku telah menyayangi mu! Dan aku akan kembali dengan selamat. Kini aku sadar arti dalam hidup ku. Aku harus tetap hidup dan selamat demi orang yang sayang kepada ku dan menunggu ku kembali."
"Apa? Apa kau bilang?" Karin pun hanya bisa mendongakkan kepalanya menatap Jasson.
"Kkkkau? Kau beneran, mengucapkan hal ini? Jangan karena kamu kasihan kepadaku makanya kamu mengucapkan kata manis itu."
"Tak! Aku tak bohong. Maafin aku, aku sudah membuat mu sakit hati."
Jasson pun langsung memeluk Karin saat itu juga.
"Aku mencintai mu Karin," ucap Jasson di sela - sela pelukannya kepada Karin.
"Aku juga mencintai mu Jasson!" teriak Karin sambil meneteskan airmata nya dan menangis.
"Aku akan berjuang hidup demi kamu."
Karin yang mendengar ucapan Jasson pun dia meneteskan air matanya semakin deras dalam pelukan Jasson.
"Hay hentikan. Jangan menangis," ucap Jasson sambil melepaskan pelukannya kepada Karin.
"Aku tak menangis, aku hanya terharu. Terharu karena bahagia. Akhirnya kamu menerimaku Jasson."
"Bukan, aku yang terlalu bodoh untuk menyadarinya. Padahal sudah jelas aku sudah mencintai mu Karin."
"Sekarang kamu istirahat besok kita antar Miss. Celine dan anak nya ke sekolah dia yang baru. Begitu pula dengan Miss. Pricil dan Tuan Leonard akan menyekolah kan anak nya di sekolah Dirga juga."
Karin pun langsung mengangguk meng iyakan perkataan Jasson.
Jasson pun kemudian keluar dari kamar Karin. Sedangkan Karin ia masih menatap rembulan di balik jendela kamar nya.
Sambil masih membayangkan perlakuan Jasson barusan.
"Apa ini berarti aku resmi berpcaran dengan Jasson?" ucap Karin.
"Sudahlah, yang penting dia sudah jujur kepadaku dan aku sudah mengiyakan langsung."
Karin pun kemudian beristirahat dan tidur. Untuk persiapan keesokan harinya.
***
Sementara itu di kamar orang tua Arga.
"Sepertinya kita tidak boleh kasar dengan Celine Ma."
"Maksud Papa apa! Papa membela Celine sekarang!" bentak sang Mama.
"Bukan membela, karena seperti nya. Hidup Arga terarah tidak seperti dulu. Sulit buat kita mengarahkannya dengan baik, namun dengan istrinya saat ini. Dia bisa mengendalikan amarah dia, bahkan ego dia."
"Mama tetap gak suka Pa! Kalau Papa luluh kepada perilaku Celine silahkan! Mama gak peduli!" teriak sang Mama.
"Ma jangan begitu. Kita ini sudah tua loh kita hanya bisa mengikuti anak kita yang akan merawat kita."
"Tapi Pa! Mama itu ingin Arga dengan Ailee bukan dengan gadis miskin itu!" bentak sang Mama kembali.
"Coba Papa pikir! Dengan peristiwa ini siapa dalang nya! Kalau bukan Celine. Coba saja Celine tak nampak di kehidupan Arga lagi! Sudah pasti Arga akan menikah dengan Ailee dan dia tak akan membatalkan pernikahannya sendiri!" bentak sang Mama kembali
"Semua Karena Celine Pa! Gadis kotor dan hina itu! Coba kalau Arga dengan Ailee masalah ini gak akan timbul dan kita masi bisa hidup tenang di kota Greenwild Pa!"
"Ma, tolong mengerti kondisi Arga juga. Papa memang salah dulu telah mendidik mereka dengan kejam dan kasar bahkan dengan kekerasan. Tapi kini Papa sadar Ma. Bahwa didikan Papa ke anak - anak kita itu salah. Papa mendidik seperti itu hanya demi harta dan tahta. Serta demi mencari nama di hadapan semua orang dan itu membuat Papa salah jalan."
"Salah jalan apa nya Pa! Justru hal seperti itu yang membuat kita bahagia! Papa ingat. Semua kebutuhan yang kita inginkan bisa terpenuhi selama uang dan kedudu kan berjalan. Tanpa harus mengais dari bawah!" bentak sang Mama kembali.
"Mama salah soal itu. Kini Papa sadar hal seperti itu tidak berguna yang ada kita malah di jauhi anak kita sendiri. Kita memang tinggal satu atap dengan anak - anak kita. Tapi, apakah mereka pernah berbicara selayaknya orang tua dan anak? Gak pernah kan Ma! Mereka semua berbicara hanya saat penting saja setelah itu mereka pergi. Berbeda dengan Leonard dan Celine. Mereka masih sabar menghadapi kita," jelas sang Papa panjang Lebar.
"Terserah Papa! Yang terpenting Mama masih sebal dengan mereka Leonard dan Celine. Terutama Celine dia sudah berhasil menghasut Papa!" bentak sang Mama lagi.
Sang Mama pun langsung berjalan ranjangnya dan langsung tidur di samping suami nya sambil menarik selimut. Namun ia membelakangi sang suami.
Sang Papa pun hanya menggelengkan kepalanya saja.
'Semoga kau lekas sadar dan kembali membaik dengan mereka Ma. Hanya itu yang Papa inginkan. Supaya kita bisa kembali hidup dengan normal dan bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Tanpa ada nya status sosial kembali. Karena sebenernya Papa sudah lelah menghadapi status sosial ini,' gumam sang Papa.
Namun sang Istri sepertinya sudah tidur. Jadi sang Papa pun ikut tidur juga.
***
Keesokan paginya.
Driga dan Putri pun telah bersiap mau berangkat ke sekolah barunya dan juga orang tua mereka pun telah siap mengantar nya.
"Karin, kamu ikut kita aja kalau kamu mau ikut karena pasti di rumah ini sepi," ungkap Celine.
"Ibuk juga ikut aja," ajak Celine juga.
"Mama sama Papa mau ikut gak?" tanya si Pricil.
"Gak!" sang Mama pun langsung pergi meninggalkan mereka di ruang makan tersebut.
"Papa juga gak ikut, Papa mau jaga Mama kalian saja. Takut kalau Mama kalian melakukan hal aneh. Kalau begitu Papa permisi pergi sebentar."
Sang Papa pun pergi meninggal kan semuanya dan menghampiri sang Mama yang berada di pinggiran kolam renang.
"Gak seharusnya kamu seperti itu."
"Aku kan sudah bilang, kalau Papa mau baik sama mereka silahkan! Tidak dengan Mama!" bentak sang Mama kembali. Sambil melipatkan tangannya di dadanya sendiri.
"Papa kenapa gak ikut mereka!" bentak sang Mama kembali.
"Papa akan menunggu Mama disini saja. Toh disini juga banyak pelayan jadi kebutuhan Papa bisa ada yang ambil kan," tawa sang Papa.
Sang istri yang mendengar suami nya tertawa pun ikut tertawa juga seolah tertawaan suaminya bagaikan Virus yang bisa menular kepadanya.
Mereka semua pun pergi beserta sang pengawal yang akan di tugaskan juga untuk mengambil Melly di kota Larnwick. Tempat diamana keluarga Ailee dan Briyan berada.