Hourglass

Hourglass
6. Perkataan Arga yang menyakitkan



Celine pun tiba dalam Club tersebut ia langsung masuk dan mencari arga.


"Astaga kenapa repot banget nyariin Arga lagian mana itu temennya."


Celine pun menoleh kekanan dan ke kiri untuk mencari arga dan teman nya.


Ia berjalan kesana kemari melewati orang - orang yang berkerumun di depannya yang sedang menikmati alunan musik disko dan malam yang gemerlap tersebut.


Bahkan dia harus melihat kejadian orang bercumbu di depan matanya.


"Astaga harus kah aku ngeliat orang keg gini oh tuhan mafkan aku yang datang ke tempat seperti ini aku tak tahan lagi harus cepat mencari Arga!!" Batin Celine sambil celingukkan.


Kemudian ada orang yang menarik tangan Celine lelaki dengan tubuh tinggi dan putih tersebut.


"Gue baru liat elo disini, " Ucap sang lelaki tersebut.


"Lepas!!!" Teriak Celine.


"Cantik juga, " Ucap sang lelaki tersebut sembari mendekatkan muka nya ke Celine.


"Elo cuman sendiri disini??" Tanya lelaki tersebut.


"Apaan sih !! Lepas gak!!" Ronta Celine kembali.


Di saat ia meronta terhadap lelaki yang tak di kenal di hadapannya tersebut


Ia sekilas melihat Arga.


"Arga," Ucap Celine.


Langsung saja Celine menepis lelaki yang ada di depan dan menghampiri Arga.


"Arga !!" Ucap Celine kembali.


"Celine!! bantu aku bawa Arga pulang," Ucap salah satu teman nya.


"Dia jadi meracau karena mabuk Celine," ucap temannya lagi.


Arga pun kemudian melihat Celine.


"Aaa kamu !! Ini dia Wanita si ****** tadi !!" Ucap si Arga sembari menudingkan tangan nya ke arah Celine.


"Ini dia wanita ****** yang pernah ninggalkan aku !!! Ngapa in !! Kamu ke sini Ha !!!" Ucap Arga di hadapan semua orang yang berkerumun di situ.


"Arga, Arga !!! Elo mabuk Arga !!! Ayok kita pulang sekarang !!!" Ucap temannya tersebut sembari menarik nya.


"Aku belom selesai berbicara dengan Wanita ini !!!" Bentak nya sembari masih menuding ke arah Celine.


Arga pun kemudian memegang tubuh Celine dan dia langsung pingsan di hadapannya.


Namun sebelum pingsan ia sempat berkata.


"Mengapa kau lakukan ini Celine," ucap Arga yang begitu lirih.


Sebelum Celine menjawab ia sudah tertutup mata nya.


Sembari badannya yang jatuh ke tubuh Celine.


Temannya pun membantu Arga untuk membawa nya pulang.


"Maaf Celine aku menelfonmu, karena aku yakin dengan adanya dirimu pasti Arga bisa langsung bisa di bawa pulang," Jelas teman nya tersebut.


Celine pun hanya mengangguk sedikit dan tersenyum.


"Ya udah kita balik." Ucap teman nya lagi dan menyusul ke dua temannya yang sudah membawa Arga.


Celine pun ikut pergi juga dari tempat tersebut.


Namun sang lelaki tadi yang sempat menggoda Celine hanya melihat dari kejahuan dan menyeringai dengan lebar.


"Menarik juga. " Gumam nya.


"Kita balik yuk, capek gue disini lama - lama" ucap sang lelaki tersebut.


"Oke kita balik. " sahut yang lainnya


"Kamu ikut aku yaa, bakalan aku anter balik sekalian, " ucap salah satu temannya tersebut.


"Ahh iya aku Dewantara Mahendra, Temen deket nya Arga. Pangil aja Dewa," Jelas sang lelaki tersebut yang bernama Dewa itu.


"Aku balik ke dalem ya Dewa, si arga udah gue masukkin ke mobil," Jelas temannya itu.


"Oke thanks ya," ucap dewa.


"Temen - temen aku, sering mangil aku Dewa. Kamu terserah mau mangil apa yang penting masi nama aku aja," Jelas Dewa.


"Aku anter ya sambil nganter si Arga juga, oke," Ucapnya kembali.


"Tenang aja aku gak bakalan apa - apain kamu kok lagian ini udah jam segini, otomatis angkuttan umum susah di dapet," Jelas Dewa kembali.


"Arga juga aman ama aku, Jadi gimana??" Ucap Dewa.


Aku pun kemudian melihat lelaki yang tadi menggoda ku di depan kamar mandi.


"Aa oke kamu nganterrin aku kan ??" Ucap Celine untuk memastikan kembali ajakan Dewa tersebut.


Ia pun hanya mengangguk ...


"Yaudah .. masuk ke mobil aku anter kamu dulu baru si Arga .." Ucap sang lelaki bernama Dewa tersebut.


"Thanks ya Dewa. udah mau nganter. Aku Celine Agustin, pangil aja Celine, " Ucap ku sembari tersenyum.


Mereka pun saling diam dalam perjalanan karena tak tau mau ngomong apaan.


Ntah sikap Celine yang pemalu atau emang Celine tak jago membuka pembicaraan.


Sampai sudah berada di rumah Celine barulah mereka saling berbicara.


"Aku balik dulu, nganter Arga ke apartemen." ucap Dewa.


Celine pun kemudian masuk ke dalam rumah nya sementara mobil Dewa telah pergi menjauh meninggalkan kediaman Celine.


"Kemana kamu Celine !!" Bentak sang ibu. Tiba -tiba ketika Celine masuk ke rumah


"Apa kamu mau mengulang kesalahan yang sama seperti dulu!!" bentak sang ibu kembali.


"JAWAB!! CELINE!!" Teriak sang ibu.


"Aku membesarkan mu bukan untuk melakukan kesalahan seperti di masa lalu !!" Bentak sang ibu lagi.


"Apa kamu belom puas dengan tindakan bodoh mu !! Ibu takut kau menjadi bulanan anak lelaki Celine ibu gak mau kau melahirkan anak tanpa seorang bapak seperti Dirga!!!" Bentak sang ibu lagi.


"Ibuk !! Aku sudah meminta maaf ke ibuk aku sudah menuruti kata ibu. Tapi mengapa selalu marah dengan ku dan membawa nama dirga !! Aku tau aku salah ibuk. Tapi tolong ibu jangan ungkit kembali aku takut dirga mendengar buk," Ucap Celine. Sembari menitihkan air matanya.


Sang ibu pun menyesal ia slalu marah terhadap Celine tanpa mengetahui kondisi Celine sebenernya.


"Ibu tolong jangan ungkit masa lalu ku lagi," ucap Celine yang masih menangis.


"Dirga gak salah buk, tapi Celine yang salah, Celine yang bodoh sudah merusak diri Celine untuk lelaki yang bukan Suami Celine. Celine tau itu buk," Ucap Celine yang kini sudah menangis deras tanpa bisa di tahan kembali.


"Mommy," Ucap Dirga dari kamarnya


"Omma jangan memarahi Moomy nya Dirga, " Ucap sang anak kecil putih dan tampan tersebut.


"Moomy gak nangis nak, " Ucap Celine berjalan menuju kamar Dirga dan sembari menyeka air mata yang telah jatuh membasahi seluruh mukanya.


"Omma, jangan marahi moomy lagi, aku sangat sayang dengan moomy oma," ucap sang anak kecil tersebut.


Aku pun kemudian membelai lembut kepala sang anak kecil jagoan tersebut.


"Moomy gak nangis Dirga, Omma juga gak jahat kok sama moomy... Dirga jangan salahhin Oma yaa" ucap Celine sembari menahan tangis yang akan keluar..


"Sekarang Dirga harus tidur besok berangkat ke sekolah bareng Omma oke.. besok juga momy akan bekerja di hari pertama jadi kita semua sama - sama istirhat. " Jelas sang mommy.


"Iya Dirga, omma juga minta maaf ya sudah memarahi Mommy nya Dirga," ucap sang oma sembari mengecup kepala sang anak jagoan tersebut.


"Jagoannya Mommy jangan nangis yaa, sekarang tidur, mommy dan Omma juga akan tidur, " Jelas sang mommy kembali sembari mengecup kening sang anak.


"Baik oma, Baik Moomy Dirga tidur dahulu, tapi janji Oma jangan memarahi Mommy lagi," ucap Dirga.


"Oma janji Dirga." ucap Sang oma lembut. Sembari menyelimuti Dirga.


"Good Night Dirga," ucap Sang Mommy.


"Night Mommy, omma."


Celine pun kemudian menutup pintu kamar Dirga.. disusul sang oma yang keluar dari kamar Dirga juga.


"Celine, maaf kan ibu "


"Ibuk, udah gak apa. aku juga salah sudah memarahi ibuk harusny aku tau ibuk begini karena kesalahan ku yang dulu, aku paham buk, celine juga minta maaf buuk," Jelas Celine.


Mereka pun saling memeluk dan menguat kan satu dengan lainnya di depan pintu kamar Dirga.


"Ibuk aku mau Jujur sama Ibuk.. " Ucap Celine.


Celine pun menuntun sang ibu ke Ruang makan.


Sebenernya rumah Celine tidak lah besar karena sekali masuk ke rumah nya sudah langsung berada di dekat Dapur dan sisinya terdampat ruang makan, setelah Ruang makan baru lah Ruang tamu, yang sering di gunakan untuk menonton Televisi juga ..


Berjalan masuk ke dalam nya terdapat kamar dengan tiga tempat berjejer disana dan kamar mandi pun ada di sebelah pojok kamar.


Namun Celine kali ini menuntun sang ibu ke ruang makan.


"Kau ingin bicara apa Celine. " tanya sang ibu.


"Aku ingin bilang kalau aku di terima kerja dan..- "


"Bagus donk .. dan apa memang nya, " Tanya sang ibu penasaran"


"Boss ku adalah Arga Buk," ucap Celine.


"Apa !!!" Teriak sang ibu dan bangkit dari kursi tersebut.


"Kenapa kamu tak mencari yang lain Celine kenapa harus Arga.??"tanya sang ibu.


"Aku juga gak tau ibuk kenapa boss aku juga Arga. Aku gak tau kapan Arga balik dari Amerika. Aku sempat ketemu dia ketika aku beli kotak makan siang. Aku fikir aku sudah gak ketemu ama dia eh malah sekarang dia jadi boss aku kan aku juga gak paham ibuk," Jelas si Celine.


"Lagi pula kita butuh biaya aku gak mau bikin ibuk susah. Jadi Celine mohon ya ibuk. Ijinin Celine bekerja sekalipun Arga adalah Bossnya Celine," pinta Celine sembari memegang tangan sang ibu.


"Baiklah ibu ngijinin. Tapi jangan sampai kau berbuat masalah lagi dengan keluarga besar si Arga lagi."


"Baik, terimakasih ibu."


mereka pun kemudian beristirahat hingga esok pagi menjelang.


Bersambung