Hourglass

Hourglass
Menikah



"Gimana kalian udh milih baju nya?" tanya sang Ibu.


"Pak Arga," sapa si Karin dan Jasson.


"Kalau gitu kita akan menemui Dirga main di sana." ucap Karin yang langsung mengajak Jasson.


Arga, Celine kemudian sang ibu pun langsung membahas apa yang akan di lakukan di acara pernikahan tersebut.


"Kita sudah memutuskan Pakaian yang akan di bawa hari ini dan ini tote bag nya berisikan kebutuhan Celine besok, aku sudah menghubungi WO juga. Aku ingin besok menikah yang terbaik dan aku akan memulai semua dari Nol. baju dan perlengkapan ku. Aku tinggal di sana aku hanya membawa kebutuhan kantor. Karena bagaimana pun juga kantor itu atas namaku yang aku bangun sendiri. Jadi aku harus memperjuangkan nya demi menghidupi keluargaku." jelas Arga.


"Kamu yakin Arga meninggalkan semua nya hanya ingin hidup bersama anak saya?" ucap sang Ibu.


Arga pun mengangguk mengiyakan semua keputusan nya memang sudah bulat dan tak bisa di ganggu lagi.


Dahulu Arga meninggalkan Celine tapi kini Arga akan memperjuangkannya lagi, demi hidup bersama Celine kekasih hati nya yang sudah sejak dulu membuat nya jatuh hati.


Jasson dan Karin pun langsung menghampiri mereka bertiga.


"Mommy," ucap Dirga sambil memeluk sang Mommy nya.


"Kita pulang, Dirga sudah mengantuk." ungkap Dirga.


"Dirga udah ngantuk? Iya udah kita pulang kok habis ini." jelas sang Mommy.


"Dirga seneng kan mainnya?" tanya si Arga sambil membelai lembut kepala Dirga.


Dirga pun langsung mengangguk dengan cepat.


"Dia sudah mengantuk, kalau udah ngantuk Dirga selalu seperti ini." Jelas sang Ibu.


"Baiklah kalau gitu kita pulang." ucap Arga.


"Kalian mau gimana ?? Mau langsung pulang atau gimana?" tanya si Arga ke Jasson dan Karin.


"Kita langsung saja pulang deh Bapak kalau begitu, lagian juga udah malem besok saja saya berkunjung ke rumah Celine." jelas Karin.


"Karin thankyou ya, hari ini kamu udah bantu banyak, Pak Jasson. Aku juga berterimakasih padamu," jelas Celine.


"Pangil saya Jasson saja, saya gak enak hati kalau mangil nya bapak. Kan saya masih muda."


"iya deh iya," ungkap Celine sambil mengendong sang anak.


"Udah biar aku aja yang gendong Dirga. Aku gak mau kamu capek, " ucap Arga.


"Dirga sama Paman tinggi ya, kasihan Mommy, kalau harus angkat Dirga." ucap Arga sambil mengambil Dirga dari gendongan Celine.


"Kalau begitu kita pulang dulu," ucap Jasson.


"Baik Pak Arga soal apa itu?" tanya si Jasson sambil mendekat ke arah Arga begitu pula dengan Karin.


"Saya ingin apapun soal Celine dan Dirga jangan pernah kalian bocorkan ke siapapun. Jika kalian bocorkan saya gak akan segan- segan membuat perhitungan ke kalian semua! Kalian mengerti itu!" bentak Arga.


"Mengerti Pak, kita gak akan bocorkan soal apapun untuk hari ini," ungkap Karin.


"Kamu Jasson! Kenapa diam saja!" Bentak Arga.


"Saya juga tak akan membicarakan apapun soal hari ini dan yang berhubungan dengan Celine dan Dirga bahkan orang tau celine dan semua yang saya tau," Jelas Jasson.


"Bagus! Kalau begitu kalian bisa pulablng sekarang." ucap Arga.


Mereka berdua pun balik bersamaan Karin dan Jasson.


Setelah mereka pergi barulah Arga dan Yang lain ikut pergi juga dan kembali ke rumah.


***


"Papa! Arga masih dengan Wanita itu!" teriak Ailee ke sang Papa.


"Bukannya Papa sudah membuat perusahaan Arga ke susahan?" ungkap Aile lagi.


"Papa sudah suruh anak buah Papa untuk membuat sulit perusahaan Arga Ailee. Kamu sabar lah dulu nanti akan Papa usahakan lagi demi kamu mendapatkan Arga kembali." ungkap sang Ayah.


"Baik Ayah." ucap Ailee


Keesokan Pagi nya.


sesuai yang direncanakan oleh Arga sang WO pun datang dan beserta sang penata rias.


Mereka pun mem make up semuanya terutama Dirga. Kebetulan hari itu di rayakan pada hari minggu pernikaahan Celine dan Arga.


Konsep mereka menggunakan Warna putih sama dengan baju pengantin Celine sedangkan Arga memakai Jas berwarna Hitam.


Semua pun sudah siap bahkan Arga menunggu Celine untuk masuk ke ruang Ijab yang sudah di tunggu para penghulu.


Hingga Akhirnya Arga pun mengcapkan kata - kata sankral tersebut yang sudah di hapalkannya semalam sebelum Arga tidur.


Hingga Akhirnya mereka menjadi pasangan Suami Istri yang sudah walaupun pernikahannya masih secara Siri.


Sang ibu sebenernya tidak setuju Celine menikah Siri. Namun karena Celine sangat mencintai Arga bagaimanapun juga seorang ibu akan mencoba mengiklaskan demi sang anak bahagia.


Dia juga bersedih jika Celine masih mengkonsumsi obat - obattan penenang. Dalam pikirannya sekarang hanya untuk Celine supaya Celine bahagia untuk hidup nya di masa depan.


Bersambung