
"Kamu mau bilang apa Dewa mumpung ketemu," ungkap Arga.
"Ini Soal Celine kenapa sampai dia melakukan perjanjian dengan kedua orang tua kamu," ucap Dewa.
Namun, sang pelayan pun kemudian datang menghampiri membawakan makanan yang dipesan.
Setelah itu barulah Dewa menceritakan semuanya ke Arga.
Kini Arga mulai paham betul dan mengerti, kalau orang tua nya memperhambat hubungan mereka.
"Jadi ini karena orang tua ku," ungkap Arga setelah mendengar cerita Dewa.
"Sekarang tergantung pilihan kamu, mau perjuangin Celine atau lepas."
"Aku udah bilang ke Celine dan Ibunya kalau aku akan memperjuangkannya dia kembali."
"Aku akan menunggu sampai Celine menerimaku kembali, berapapun lama nya," ungkap Arga.
"Dia pasti akan kembali ke kamu Arga, karena dia sendiri pun masih mencintai kamu," tutur Dewa.
Arga pun terdiam cukup lama dengan ucapan Dewa.
"Sampai dia meminum obat penenang karena aku. Jadi, aku akan membuat nya dia bahagia kembali apapun cara nya dengan cara ku sendiri," tekat Arga.
"Aku yakin orang tua kamu juga gak ngijinin kan soal Celine sampai kapan pun," ungkap Dewa kembali.
"iya aku tau, tapi apapun itu kulakuin demi Celine Dewa. Aku ingin berkumpul dengan nya dan anak aku." ucap Dewa.
"Dia gak marah soal DNA itu?" ucap Dewa sambil memakan Spagetinya.
"Untungnya gak marah sih sama aku, dia menerimanya. Karena aku ya emang penasaran siapa anak kecil itu, dan aku pun tanya ke Celine langsung tak dia jawab jadi ya udah hanya itu cara yang aku lakukan," jelas si Arga.
"Sekarang yang harus elo pikirin elo harus bisa bujuk Celine terlebih dahulu. Supaya dia kasih jawaban ke kamu Ga," ungkap Dewa.
"Setelah itu pikirkan soal tunangan kamu biar dia gak ganggu hubungan kamu," ucap Dewa lagi.
"iya - iya tau, tanpa di ajarin."
"Kali aja kan ga paham kamu nya jadi aku jabarin aja."
Mereka pun kemudian di Cafe tersebut sampai larut malam hingga Arga juga memesan Spageti untuk menemani mereka.
...****************...
"Bagaimana dengan mu Celine?" ungkap sang Ibu.
Celine pun kemudian berjalan menuju sang ibu yang sudah duduk di ruang nonton TV tadi.
"Apa kamu masih mencintai nya??" ucap sang Ibu.
Celine pun terdiam cukup lama untuk menjawab pertanyaan sang ibu.
"Kalau kamu masih mencintainya, Ibu tidak masalah asalkan keputusanmu ini membuat mu bahagia Celine. Ibu juga sedih tiap kali kamu masih mengkonsumsi obat penenang seperti itu. Ibu ingin anak ibu satu- satunya ini bahagia, Ibu hanya punya kamu Celine setelah kepergian Bapak kamu," ungkap sang ibu sambil menahan tangis.
"Ibu sangat sayang denganmu, kalau pun kamu kembali dengan Arga kau harus siapkan mental kamu Celine. Kau tau kan orang tuanya sangat menentang keras hubungan kalian."
"Tapi ibu, Celine masih mencintai Arga, hanya saja Celine takut untuk menerimanya," ungkap Celine sembari menggenggam tangan sang ibu.
"Kalau kamu yakin dengan Arga. Ibu harap Arga bisa membuat mu bahagia Celine. Ibu ingin melihat mu bahagia dengan siapapun laki - laki yang akan kau pilih nantinya, jangan sampai kau lakukan kesalahan di masa lalu."
"Celine paham ibu, tapi Celine masih takut dan ragu. Celine takut jika orang tua nya memarahi Celine, dan calon tunangannya yang tak bisa menerima ini semua lalu menyerang Celine. Hanya itu Ibu yang membuat ku gundah seperti ini."
"Semoga Arga bisa benar - benar membahagiakan mu Celine. Ibu akan slalu mendukung keputusan kamu," ucap sang ibu kemudian berdiri dan memasuki kamarnya.
"Ibu-" ucap Celine terhenti.
Celine pun kemudian berjalan ke kamar nya dan menatap lekat foto yang ada di bingkai Foto tersebut.
Foto tersebut di ambil pada saat Celine lulus Sekolah bersamaan dengan Arga yang menjemputnya waktu itu.
Celine menggunakan toga dan dan membawa buket bunga yang di bawa oleh Arga, ia pun ber foto bersama Ibunya terutama.
Kemudian Celine pun berfoto bersama dengan Arga menggunakan Toga kelulusan sekolah nya waktu itu.
Arga yang saat itu masih semester satu di perkuliahannya jurusan bisnis.
Terlihat senyum di muka Celine dan Arga. Melihat itu Celine teringat kejadian - kejadian manis bersama Arga.
Hubungan yang mereka jalani sudah lah lama saat itu.
Namun sungguh tak menyangka foto tersebut menjadi foto yang pertama dan terakhir saat mereka bertemu.
Celine pun melanjutkan study nya di perkuliahhan yang di inginkan Celine. Saat itu mereka sama - sama saling sibuk sendiri hingga hubungan mereka pernah kandas sekali.
Tapi Arga yang slalu mengalah dan slalu mengajak nya untuk berhubungan kembali.
'Andai saja kau tak menyuruh ku untuk kembali kepada mu Arga. Mungkin aku sudah akan pergi menjauh darimu. Tapi hanya satu yang membuat ku selalu kembali kepada mu, sebuah cinta dan sayang yang masih tumbuh di dalam tubuh ini.' gumam Celine sambil memegang bingkai foto tersebut.
Karena saling sibuk masing - masing sehingga membuat hubungan mereka sendiri merenggang. Hingga saat itu Arga meminta Celine kembali kepada pelukannya.
Hubungan mereka pun kembali membaik hingga bertahun - tahun lamanya.
Hingga saat Celine membantu tugas Arga di Apartemen nya timbullah hubungan suami istri terjadi membuat mereka tak sadar apa yang akan terjadi di kehidupan selanjut nya nanti.
Pada akhirnya di keesokan hari Celine pun tersadar telah tidur di samping Arga. Celine langsung bergegas mengenakan kembali pakaiannya dan setelah itu meninggalkan Arga.
Sejak saat itu perilaku Celine sedikit berubah kepada Arga hingga Arga benar - benar ingin melanjutkan hubungannya di sebuah pernikahan.
Beberapa hari kemudian takdir berkata lain, sebuah mobil mewah datang di Universitas dimana Celine berkuliah disana.
Hingga adaseorang lelaki yang berhasil menemukan Celine. Sang lelaki tersebut menyuruh Celine untuk masuk ke dalam mobil tersebut.
"Apa ini? Kenapa saya harus masuk??" tanya si Celine ke seorang lelaki tersebut.
Namun sang lelaki tersebut tak menjawab dan membalikkan badan nya dari arah mobil.
Tak lama kaca mobil pun turun terlihat jelas Wanita sedikit tua namun modis dan cantik. Terlihat pula perhisan yang melingkar di tangannya.
Celine pun kemudian masuk ke dalam mobil tersebut.
"Apa kamu yang bernama Celine ?" tanya sang Ibu itu.
Celine pun hanya mengangguk.
"Bisa - bisa nya anak aku sangat mencintai mu! Apa yang kau lakukan terhadap anak ku!!" bentak sang ibu.
"Aku adalah orang tua Arga." pungkas sang ibu tersebut.
Celine pun langsung memberikan hormat kepada orang tua yang telah melahirkan Arga.
"Apa yang kamu mau dari anak ku!! Katakan!!" teriak sang Ibu tersebut.
"Kamu tidak usah berkata bohong terhadap saya! Asal kamu tahu, Arga sudah saya jodohkan dengan wanita yang pas dan sejajar dengan nya! Bukan kamu! Wanita rendah dan hina!" teriak sang ibu itu kembali.
Mendengar ucapan itu Celine pun terhentak dengan kata Hina.
"Kamu jujur lah kepada saya !! Mau berapa ratus juta kamu!" teriak sang Ibu.
"Aku ingin kamu menjahui anak saya seberapapun uang nya aku akan berikan tapi kamu jauhi anak saya!" teriak sang ibu kembali.
"Kamu tau! Dia akan bertunangan dengan wanita yang aku pilihkan! Dan Arga juga akan aku sekolah kan ke Amerika!" teriak sang ibu.
Mendengar hal itu membuat Celine terkejut lagi rasa sesak dan nyeri di dadanya terasaa saat itu juga hingga akhirnya dia sendiri tak bisa menahan rasa tangisnya.
"Ap, apa! Apa yang anda bilang?" ungkap Celine sambil terisak mengatakan hal itu ke orang tua Arga.
"Apa belom jelas apa yang aku ucapkan? Apa perlu aku ulangi lagi!" teriak sang Ibu itu kembali.
"Jauhi anak saya! Jika kamu butuh uang datang lah ketempat saya dan jauhi anak saya! Sekarang kamu keluar! Dari mobil saya."
Celine pun keluar dari mobil tersebut dengan keadaan lemah dan berjalan gontai sampai ia pun tak bisa lagi berjalan karena saking tak semangat nya untuk berjalan hingga kakinya sendiri pun tak kuasa menahan beban tubuhnya.
Hingga Celine terduduk di tanah tersebut sambil menangis. air mata nya pun telah membasahi seluruh mukanya, tak hanya itu. Banyak orang kampus yang melihatnya dirinya.
Hujan pun turun dengan deras dengan kilattan yang menyambar. Namun Celine masih menangis di tempat yang sama.
"Kalau kau pergi aku bagaimana Arga? Apa yang harus aku perbuat untuk kehidupan ku kedepannya tanpa dirimu," ucap Celine.
Hingga salah satu temannya pun datang menghampiri Celine.
"Celine!!" teriak sang teman tersebut.
"Ayo, aku antar kamu pulang," ungkap sang teman.
Namun Celine yang sedang menatapa temannya beranam Indah Permata yang sering di sapa Indah ini langsung pingsan dalam dekapannya.
"Celine!!" teriak si Indah tersebut.
Indah pun langsung memasukkan Celine di bangku belakang hingga diri nya pun ikut terkena air hujan.
Akhirnya Indah pun mengantar nya kembali ke rumah Celine. Tak hanya itu orang tua Celine sang Ibu pun sama hal nya terkejut seperti Indah.
"Ada apa ini indah? Kenapa Celine. Apa yang terjadi!" ucap sang ibu panik.
"Saya juga gak tau, tadi nemuin Celine sudah ada di jalanam dalam ke adaan seperti ini." jelas si indah.
"bawa langsung saja di kamarnya."
Indah pun langsung berjalan ke kamar Celine. Dan menidurkan Celine.
"Terimakasih ya Indah kamu sudah mengantar kan Celine sampai rumah. Kalau tidak Ibu gak tau apa yang akan terjadi sama Celine," jelas sang ibu.
"Tenang saja tante, Celine adalah teman terbaik Indah kok tante," ujar Indah "kalau begitu Indah pamit mau pulang," ujar indah kembali.
"Baiklah Indah ibu terimakasih kembali sama kamu, udah tante gak masalah Celine orang yang baik jadi aku tak segan - segan untuk membantu Celine lagian kan Indah ketemu Celine jadi sekalian Indah anter."
"Saya pamit kalau gitu tante."
Sang ibu pun hanya mengangguk dan menganternya sampai di depan halaman rumah nya.
Sang ibu pun kemudian kembali dan mengantti kan baju Celine yang basah.
"Kamu sebenernya kenapa Celine," ucap sang Ibu.
Sang ibu pun langsung memberikan handuk kering untuk mengeringkan tubuh anak nya.
Tak lama setelah sang ibu pergi dari kamarnya Celine pun terbangun dan merasakan pusing pada kepalanya.
"Aku sudah di kamar sejak kapan?" ungkap Celine.
Kemudian Celine ping menginggat kembali kejadian yang membuat nya pahit hingga akhirnya ia menginggat kalau diri nha beretemu dengan Indah.
"Ah iya, indah."
Tak lama Celine pun langsung merasakan perutnya yang sedikit membuat nya mual. Hingga Celine pun langsung berlari ke kamar mandi dan mual saat itu juga.
Ia menyalakan sebuah kran untuk memberikan suara supaya tidak terdengar kalay Celine sedang mual.
"Kamu kenapa Celine," ucap sang ibu yang sudah berada di balik pintu kamar mandi.
Celine pun langsung membersihkan tubuhnya dan menghadap ke sang ibu.
"Celine ngak kenapa - napa ibu, Celine hanya masuk angin saja wajar saja kan baru tadi siang Celine hujan - hujan," jelas si Celine.
Celine pun terdiam dan terfikir kalau dia menginggat kalau dia pernah melakukan hubungan dengan Arga.
'jangan- jangan! Gak! Gak! Mungkin!!" batin Celine.
Hingga akhirnya Celine pun membeli alat tes kehamilan hingga ada enam macam merek tes kehamilan tersebut lalu menyimpannya di dalam tas nya.
Celine pun tak butuh waktu lama setelah sampai di kampus dia langsung melakukan tes mandiri.
"Gak mungkin hanya melakukan sekali gak mungkin langsung kejadian sepertini. semoga saja dugaan ku salah."
Celine pun langsung menuju toilet dan melakukan tes tersebut sampai enam kali dia melakukannya dan semua hasil nya postif kalau dirinya memang hamil.
Celine pun berteriak dan melempar hasil tes tersebut di dalam kamar mandinya.
"Gak! Gak mungkin!" teriak Celine.
Celine pun langsung memunggut kembali hasi tes nya dan keluar dari toilet. Untung saja saat itu masih ada kelas jadi tak begitu ramai toliet tersebut.
Celine pun langsung menuju kelas nya untuk maata kuliah berikutnya. Namun diri nya sungguh tak tenang.
Hingga akhirnya jam kuliah selesai ternyata Arga pun sudah ada di kampus untuk menjemput Celine.
Arga sadar dengan keluan Celine yang berbeda. Hingga akhirnya Arga pun bertanya.
"Ada apa dengan mu semenjak terakhir kita ketemu kau sungguh acuh padaku Celine."
"Maafkan aku, aku sungguh banyak fikiran kita pulang saja ya aku capek." pinta Celine.
Akhirnya Arga pun menyetujui permintaan Celine.
Sesampai nya di rumah Arga pun kemudian berpamittan karena Celine tak lagi menerima Arga untuk bermain ke rumah nya.
Hingga Celine pun menangis di hadapan sang Ibu
bersambung