Hourglass

Hourglass
8. Seruangan yang sama



Celine pun kemudian keluar dari rumah nya dan berjalan menjauh dari rumah tersebut sembari berlambai tangan ke sang anak yang masih melihat nya pergi.


"Ayuk masuk Dirga. Di luar ini sangat dingin," ajak Sang Omma.


"Tunggu Omma aku ingin melihat Mommy dulu pergi menjauh," tutur Sang anak.


Namun benar saja Celine telah pergi menjauh dari kediamannya hingga sudah tak terlihat lagi di mata Dirga.


Barulah ia akan masuk ke rumahnya.


"Sekarang giliran Dirga untuk segera berangkat sekolah, oke," ucap Omma


"Oke omma," ucap sang cucu tersebut.


Celine pun kemudian masih berjalan dan naik menggunakan angkutan Umum untuk segera sampai ke kantor dengan cepat supaya tak terlambat.


Namun dari kajahuan Arga pun sadar melihat Celine berjalan tepat di depan nya sebelum dia menggunakan transportasi umum.


"Celine," gumam nya sembari mengemudikam mobil nya.


"Aku pasti halu gak mungkin ketemu dia disini eh tapi aku kan pernah ngikutin dia sampe rumahnya," ucap Arga kembali sembari celingukkan melihat seisi jalanan.


"Aahh iya ini kan masuk di wilayah dia juga," gumam Arga baru sadar kalau dia masuk di lingkungan Celine.


"Bego emang" umpat Arga.


Arga pun kemudian memakan roti yang ada di mobil samping dia duduk.


Ia pun sembari memakan Roti kesukaanya untuk sarapan sembari menuju kantor.


Sementara Celine pun duduk dan melihat pemandangan jalanan dari dalam Bus.


"Ini dia wanita itu!!  Yang selama ini meninggalkan ku," ucap Arga ketika Arga mabuk.


"Apa selama ini pikiran mu terhadap ku seperti itu Arga ??" Gumamnya lirih, sembari memegang kalung berbentuk C itu keluar dari tas nya dan ia pegang serta memandang nya.


"Jika kau selalu berfikir seperti itu kepadaku aku jadi paham bahwa sosok Arga yang ku kenal dahulu memang lah berbeda dengan yang sekarang," Gumam nya kembali sembari menatap sendu kalung tersebut.


"Andai saja kau tau perkembangan anak kita Arga, dia Jauh lebih pintar dari papa nya," tutur Celine sembari menitihkan air mata nya namun segera ia hapus air mata itu.


"Dia anak yang baik dan Tampan sepertu diri mu tapi dia tak pernah melukai ku, berbeda dengan mu yang selalu melukai ku," batin Celine yang terasa nyeri dan menusuk di dalam rongga dada.


"Aku berjuang sendiri memberikan yang terbaik untuk anak kita, tapi kau slalu menyakitiku, apakah ini balasan dari mu Arga??" dalam batin Celine bertanya.


Celine pun langsung sadar bahwa Bus telah melewati tempat yang tuju dan langsung bergegas turun..


Celine juga tak lupa memasukkan kalung itu di dalam tas kecil yang di bawa untuk bekerja.


Kemudian Celine pun turun dari bus tersebut.


"Ha~ dasar aku melamunkan cowok sialan itu malah aku jadi turun jauh banget!" omel Celine.


Namun tiba - tiba saja mobil itu berjalan dan menghampiri Celine dan membuka kaca mobil ...


"Hayy Celine kan?? " Ucap Jason.


"Jason?? Kok bisa kamu disini ???" Ucap Celine sembari menoleh kanan kiri.


"Kebetulan aja aku lewat sini, bareng aja gimana??" ajak Jason.


"Em.. say-"


"Udah gak apa bareng aku aja," ucap sang lelaki tersebut dan turun dari mobil mewah itu.


Lantas ia juga membuka pintu untuk Celine.


"Udah gak apa sekalian juga aku mau ke kantor toh juga di kantor yang sama kan ??" ucap Jason lagi.


Tanpa sempat aku mengucapkan kata langsung saja Jason menyuruh Celine masuk.


"Sejak kapan mereka jadi sedekat itu? bukannya dia gak saling kenal, dan dulu Celine sama aku juga gak kenal itu cowok," ucap Arga yang memantau dari dalam mobilnya.


Arga pun kemudian menghantamkan genggaman tangan nya ke setir mobil.


Sontak Arga langsung memutar mobil tersebut dengan kesal. Laju kendaraannya pun kini maju dengan cepat tanpa menghiraukan lagi berapa kecepatannya.


"Aku tak akan membiarkan mu hidup dengan yang lainnya Celine setelah kau mencampakkan aku !!" ucap Arga Yang penuh dengan amarah.


Sesampainya di kantor.


"Itu bukannya anak baru?" tanya salah satu pegawai lainnya.


"Iya, kok bisa sih dia sama pak Jason. Akrab lagi sejak kapan dia akrab??" ucap Pegawai Lainnya lagi.


Namun di situ ada Karina ia mendengar obrolan pegawai lainnya. Serta Karina pun menatap keluar untuk melihat.


"Apakah Celine dengan pak Jason yang banyak di bicarakan orang??" batin karin bertanya.


"Celine?? ternyata benar dia dengan Pak Jason,"Gumam Karina.


Celine pun kemudian masuk ke kantor bersama Jason.


"Pak lebih baik saya masuk sendiri saya tidak enak dengan yang lain. Saya menjadi risih Pak dengan tatapan mereka jika Bapak bersama dengan saya," Jelas Celine sembari berbisik.


"Tolong mengerti kondisi saya," ucap Celine kembali.


Jason pun kemudian melihat kearah sekitaran dan memang benar .. banyak pegawai lain yang sedang melihat mereka.


"Ya udah kalau begitu saya masuk keruangan saya."


"Baik, Terimakasih Pak," ucap Celine sembari membungkukkan badan untuk menghormati.


"Celine!!!" sapa Karina.


"Karina! " ucap Celine sumringah.


Namun tiba - tiba saja salah satu pegawai mendekati aku dan Karina.


"Kamu anak baru itu ??" tanya sang Pegawai itu juga.


"Siapa nama mu ?" ucap nya kembali


"Ak, aku, aku Celine " ucap Celine gugup.


"Owh kamu ini pegawai baru ingin mengambil kesempatan untuk mendekati Pak Jason iya !!! Kemaren kamu terduduk di Lift di bantu Pak Jason sekarang berangkat bareng ama Pak Jason juga iya !!!" Teriak sang pegawai itu lagi.


Celine pun hanya tertunduk namun sang gadis itu kemudian mencengkramkan tanganya ke rahang gigi Celine sehingga membuat Celine mendongak ke atas menatap nya.


"Kau !! Bekerja saja yang baik disini !! Jangan kau pasang badan untuk Boss kita dan Pak Jason !! Paham !!" Bentak sang gadis itu lagi.


"Sudah hentikan ini kantor tolong kalian sudah pada dewasa bukan anak sekolah lagi," ucap Karina.


"Kamu diem Karin.!!!" ucap Pegawai tersebut.


"APA - APA AN INI !!!"


Semua pun langsung menoleh ke sumber suara. Begitu pula dengan Celine. Sang wanita tadi pun melepaskan cengkramannya sampai membuat Celine terjatuh.


"Arga" batin Celine ketika Celine terjatuh ter pelantingan gara - gara pegawai wanita ini.


Karina pun langsung membantu Celine berdiri.


"Apa - apa an kamu !! Mau kamu saya pecat !!!" ucap Arga sembari menghampiri pegawai wanita tadi.


"Tii..tidak Tuan.." ucap pegawai tersebut.


"Sekali lagi kamu menganggunya kamu akan berurusan dengan saya dan kamu saya pecat !!! Saat itu juga!!"


"Baik Bapak, tapi tolong jangan pecat saya," ucap Sang wanita tersebut.


"BALIK KERJA KAMU!!!" bentak Arga.


"Dan kamu," ucap Arga sembari menunjuk ke arah Celine.


"IKUT !! SAYA KERUANGAN !!!" Bentak Arga kembali.


Celine pun kemudian memandang Karina.


"Udah gak apa ikut aja jangan sampai melawan perintah dia. Bisa kacau ntar," ucap Karina sembari berbisik untuk memberitahu Celine.


Celine pun hanya menggelengkan kepala.


Kemudian mereka bertiga pun langsung menuju lantai 16 menuggunakan Lift. Namun Karina bekerja di lantai yang sama berdekatan dengan ruangan Bossnya lebih tepatnya di depan ruangan sang Boss tampan tersebut.


Karina Pun langsung duduk di meja biasanya. Ketika dia bekerja.


Sementara Celine masih mengikuti langkah Arga.


Ruangan yang sedikit terbuka dan ada sebuah tanaman bernama Monstera yang sudah bertumbuh besar, dengan Daun yang lebar, berada tepat di sisi sudut kanan Celine ketika masuk dalam ruangan tersebut. Serta terdapat tanaman Bonsai.


Pohon Hokianti yang terletak tepat di samping meja Arga yang utama.


Bahkan ubinnya pun ia lapisi seperti karpet. Sewaktu aku masuk keruangan nya untuk pertama kali ketika kesana wawancara saat itu.


Celine tidak mengira dan tidak menduga kalau detailnya cukup mewah bahkan tanaman mahal terpajang disana baru Celine liat ketika mulai bekerja.


Namun di sisi lain meja besar atau Meja yang Tertulis dengan hiasan nama dengan tulisan CEO terpajang disana.


Terdapat sebuah foto dan,


"Hourglass" Batin Celine.


"Dia masih menyimpan barang itu??" Batin Celine kembali.


"Sekian tahun berlalu mengapa kau tak membuangnya Arga." Batin Celine lagi.


"Kau aku pangil kemarin bukan untuk aku melihat mu melamun Celine !!!" Teriak Arga.


Celine pun semakin tertunduk mendengar nya.


Ingin rasa nya untuk menangis karena rasa sakit hati yang belum sembuh dan luka yang di buat nya juga. Serta bentakkan nya. Semakin Celine merasa Celine sudah tak berarti untuknya.


"Mungkin lebih baik Arga seperti itu. Cuman harus aku tahan aku harus kuat demi Dirga," batin Celine.


"Seandainya kamu tau Arga aku menanggung semua ini sendiri." Batin Celine kembali.


"Tidak, aku tak boleh lemah Dirga membutuhkan aku ibuk juga membutuhkan aku," Batin Celine menyemangati dirinya kembali.


"Mengapa saya ke sini Pak??" tanya Celine bingung.


Namun Celine masih merasa canggung dengan memanggilnya Pak. Tapi, mau bagaimana lagi, dia juga atasan Celine.


"Kau liat meja dan kursi di sana." Ucap Arga yang berada tepat di hadapan Celine dan jemarinya sembari menunjuk ke arah meja dan kursi tersebut.


Sontak Celine pun melihat arahan yang di tujukan Arga.


"Kau bekerja disana sebagai Asisten Pribadi ku. Sembari membantu pekerjaan ku. ujar Arga.


"Dan kau duduk disana," ucapnya kembali.


"Oiya aku baru sadar kalau disana ada meja dan kursi. Ternyata aku duduk disana. Tapi mengapa aku tak bergabung ke yang lain di depan." batin celine keharenan kembali.


"Sekarang duduk disana cepat !!" ucapnya kembali sampai membuat ku terjingkat karena terkejut.


"Baa..baik.." ucap Celine singkat langsung berjalan menuju meja tersebut.


Arga pun kemudian mengambil telfon kantor..


Dan menelfon bagian sekretaris.


"Tolong kamu keruangan saya," ucap Arga.


Aku pun masih bingung dengan tugas ku karena tak banyak dokumen yang harus aku kerjakan.


Suara ketukan pintu pun terdengar.


"Masuklah .. " Ucap Arga.


Pegawai wanita itu pun kemudian berjalan menju ke arah Arga.


Sembari meliriku sekilas.


"Memang ada yang salah ya dengan ku sampai melihat ku sinis seperti itu." Gumam Celine.


"Kamu sudah mengetahui jadwal saya dan kamu telah mencatat jadwal saya kan?? " tanya Arga sembari melipat tangan di dadanya.


"Sudah pak sudah saya bereskan," ucap Sang wanita itu.


"Serahkan ke dia jadwal tersebut."


"Tap..tapi pak...- "


Ucap nya terhenti ketika melihat raut muka bossnya tersebut.


"Baik,, akan saya lakukan," ucap sang pegawai wanita itu.


Sang wanita itu pun kemudian berjalan ke arah Celine dan menyerahkan sebuah buku yang ada di tanganya.


"Ini jadwal Bapak Arga. Jadi tolong jangan sampai terlewat sedikit pun," ucap sang Wanita itu sembari memberikan nada penekanan kepada Celine.


"Baik.. terimakasih " ucap Celine sembari mengambil dokumen yang ada di wanita tersebut.


"Dan satu hal lagi. Kau tak perlu mengikuti ku kemanapun, kau cukup kerjakan tugas mu sebagai sekretaris kantor, dan dia sudah aku putuskan untuk menjadi asisten pribadiku. Serta telfon sudah aku suruh untuk di arah kan ke dia," jelas Arga.


"Baik pak. " ucap pegawai itu pasrah mendengar atasan nya sudah memberikan perintah seperti itu.


"Silah kan keluar," ucap Arga kembali.


Sang wanita tersebut kemudian melangkahkan kaki nya keluar ruangan.


Celine pun langsung melihat jadwal si Arga.


"Hari ini Bapak Arga tak ada jadwal sedikit pun setelah saya ulang untuk melihatnya kembali," tutur Celine.


Namun Arga masi memandang Celine di tempat dia Duduk.


"Bapak tak apa ?? Apa sakit?" Tanya Celine lagi.


Arga pun langsung tersadar dengan lamunan nya.


"Tidak, aku tidak apa. baiklah kalau tak ada jadwal untuk ku."


Telfon Celine pun berbunyi.


By Phone


Ibu : Celine maaf kan ibu, Dirga. Berantem dengan teman nya. sekarang ibu lagi bawa dia ke klinik untuk di obati.


Celine : Apa!! Terus Dirga gimana buk, setelah aku pulang dari kantor aku akan pulang langsung.


Ibu : tak usah buru-buru selesaikan pekerjaan mu dengan baik. Ibu hanya kasih kabar begitu. Jadi tolong jangan membuat Boss mu marah. kamu masih awal bekerja. Jadi harus turuti perintah perusahaan. Sudah tenang saja sudah ibu bawa ke klinik. Jangan panik.


Celine : baik ibuk.


By Phone end


"Aku mau bertanya kepada mu," ucap Arga sembari memandang nya dari dia duduk.


"Silah kan Bapak mau bertanya apa."


"Apa aku kemarin mengucapkan kata yang buruk padamu."


Celine pun hanya terdiam dia tak tau mau menjawab apa.


"Kalau emang aku berkata buruk pada mu. Maaf kan aku, Dewa sudah memberitahuku kemaren. Maaf kemaren aku sangat mabuk jadi aku tak begitu mengetahuinya."


Arga pun kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali sembari membuka banyak dokumen.


"Tidak apa Pak," singkat Celine.


Mereka pun saling diam kembali sedangkan Celine mencoba untuk membuka laporan perusahaan kali aja ada yang perlu di pelajari di dalam komputer yang sudah di sediakan tersebut.


Sekitar Pukul tiga Sore..


"Ikut aku sekarang !!" ucap Arga yang langsung melangkah keluar ruangan.


Celine pun langsung mengikuti langkah kakinya yang melangkah lebar ketika berjalan sampai Celine hampir terjatuh mengikuti langkah kakinya.


Pegawai yang lain pun melihat ke arah Celine semua. Tapi Celine tak peduli yang terpenting sekarang adalah pilihan untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


Walau atasan Celine sendiri adalah mantan Celine yang terdahulu.


"sebenernya kita mau kemana Pak?? Kan bapak tidak ada Jadwal hari ini??" tanya Celine kembali.


"emang perlu saya pergi harus membicarakan nya dulu padamu!! Aku ini atasanmu!!" bentak Arga


"baik Pak."


Mereka pun kemudian pergi meninggalkan kantor.


Bersambung