
"Ayolah Pa, Mama juga takut kalau di teror seperti ini terus. Mama juga sebenarnya juga marah dan kecewa sama anak kita. Tapi kita bisa apa tanpa mereka Pa?" bujuk sang Istri.
"Papa Masih kessal Ma!" bentak sang Papa.
"Pa, tolong lah pa, Mama itu juga takut."
"Terserah Mama kalau Mama masih mau ketemu sama mereka, Papa akan tetap disini."
Sang Istri pun hanya menggelengkan kepalanya saja, melihat tingkah sang Papa yang keras kepala.
Sang Istri pun keluar dari kamarnya.
***
Sementara itu,
Jasson pun menghubungi Karin.
"Ayolah Karin. Angkat telfon aku!" ungkap Jasson sambil melihat layar ponsel nya yang sudah tersambung, namun tak di angkat oleh Karin.
"Ya tuhan! Arg!" Jasson pun langsung mengumpat dan bergegas keluar. Namun sebelum keluar, Dewa pun mencegahnya.
"Apa kau bodoh! Sampai kau harus gegabah seperti ini!" ucap Dewa.
"Aku kefikiran Karin dewa! Dia di luar sana kau tak lihat nih!" Jasson pun langsung memperlihatkan isi Chat tersebut beserta foto yang di kirim oleh nomer tak di kenal tersebut.
"Kau ingat? siapa teman Karin, selain kamu atau Celine. Yang di anggapnya dia dekat. Kau telfon dan cari tau dari sana. Jangan kau asal keluar saja. Lalu kau coba kembali hubungi Karin."
"Aku gak bisa kalau harus diem aja, ga bisa kalau cuman ini itu sementara dia! Ada di luaran sana. Lagian juga aku gak tau bagaimana bisa musih mengetahui Karin, Dewa!" bentak Jasson kembali.
"Aku akan keluar mencari nya. Sebelum Tuan Arga kembali aku sudah sampai rumah ini. Tak lupa kau juga kabarin aku, jika aku terlambat pulang."
Jasson pun masuk ke dalam mobil sambil mencoba menghubungi Karin.
"Karin! Angkat lah!" umpat Jasson tangannya pun ia hantamkan di kemudi mobil.
Jasson pun menuju di tempat biasa mereka sering jalan bersama. Bahkan tempat kesukaan Karin, atau bahkan tempat kebiasaan Karin dimana ia sering datang berkunjung di lokasi tersebut.
Bahkan, Jasson pun datang di mana ia terakhir bertemu dengan Karin. Tempat yang menjadi kenangan untuk perpisahan mereka.
"Aku kenapa sih! Aku gak ada hubungan sama dia! Bahkan aku gak terikat komitmen sama dia! Kenapa aku bisa se khawatir ini! nyebelin! Kau memang sudah merubah hidup ku Karin! Tapi tidak dengan Hatiku juga!" keluh Jasson sambil melihat kenan dan kiri dari dalam mobilnya.
Hingga ia pun berhenti di tepian jalan, karena sudah saking tak bisa berfikir lagi soal Karin.
Jasson pun menghubungi Karin kembali.
Taklama Karin pun mengangkat nya.
"Kirim lokasi kamu sekarang. Aku akan kesana!" bentak Jasson sambil menutup telfon tersebut.
Akhirnya ponsel Jasson pun berbunyi chat yang berisikan Karin yang berada di lokasi tersebut.
"Karin! Elo gak apa nih kirim lokasi ke sini. Kalau musuh nangkep kalian gimana?" tanya si Briyan.
"Aku yakin sama kamu, kalau kamu pasti mau bantuin kita."
"Apaan sih sok sweet sekali ama aku. Cinta nya ke Jasson aku pula yang repot urusan cinta kalian. Mana tuh telfon dari tadi bunyi, kalau gak aku suruh angkat napa juga gak kamu angkat tadi."
"Biar aja, aku juga kessel sama dia," tandas si Karin.
"Yah terserah kalian deh. Aku bantu kalian sebisaku."